LIPUTAN JAWA TIMUR: BENRON TAIKAI 2010

Oleh: Ivo Winda Catur Ariyanto

Mahasiswa angkatan 2006, UNESA FBS Prodi Jepang

Foto: Ivo bersama almarhum ayahnya, yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Surip

Minggu (09/05) di Ballroom hotel Novotel Surabaya terlihat suasana yang cukup berbeda, terlihat 14 orang mahasiswa bergantian menaiki podium untuk berpidato, namun bahasa yang digunakan adalah bahasa Jepang. Rupa-rupanya mereka sedang mengikuti lomba pidato bahasa Jepang atau Benron Taikai, lomba yang kali ini diselenggarakan oleh Konjen Jepang, PERSADA Jatim, EJJC, Japan Foundation, Hoyu dan Kracie biasa diadakan setiap tahunnya untuk memacu para pembelajar Jepang untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 ini sangat menarik, tak kurang dari 150 orang datang untuk menyaksikan dan mendukung para peserta lomba. Pesertanya adalah para mahasiswa dan pembelajar bahasa Jepang yang berasal dari Universitas yang berada di Jawa Timur. Berbagai macam tema dan topik diangkat dalam Benron Taikai 2010, mulai dari perang, korupsi, masalah lingkungan, kepercayaan diri, senyum, dsb. Setiap peserta diberi waktu maksimal 7 menit untuk berpidato dan setelah itu mereka harus menjawab 3 pertanyaan dari tim penilai. Kelancaran dalam menjawab pertanyaan, isi pidato yang bermutu, cara penyampaian yang menarik menjadi poin penilaian lomba ini.

Pukul 13.00, rapat para juri berakhir dan pengumuman pemenang pun dilakukan. Juara 3 diraih oleh Winda dari Unitomo dengan pidato berjudul “世界中の人を幸せにする魔法 (Sihir untuk membuat semua orang bahagia)”, juara 2 diperoleh Pritta dari Unibraw dengan judul “土のような考え方 (Layaknya tanah)” dan juara 1 diraih oleh Indrie Respia dari Unesa dengan judul “どこでもドア(pintu kemana saja)”.
Suasana gembira dan haru tampak dari raut wajah para pemenang, para penonton berteriak histeris dan saling menyerukkan yel-yel dukungan. Para pemenang mendapat piagam dan hadiah dari panitia pelaksana, sedangkan bagi juara 1 dan juara 2 mendapat hadiah tambahan berupa tiket ke Jakarta untuk mengikuti lomba pidato bahasa Jepang tingkat nasional pada tanggal 12 Juni 2010 dan pemenang juara 1 dan 2 akan dikirim ke Jepang.

Indrie Respia mahasiswa Unesa angkatan 2007 ini berasal dari sebuah kota kecil di Kalimantan Selatan. Indrie mengangkat tema “どこでもドア(pintu kemana saja)” yang identik dengan Doraemon dikarenakan ia sangat menyukai anak-anak, dan ia prihatin akan nasib anak-anak yang menjadi korban perang. Dengan menggunakan perandaian “どこでもドア(pintu kemana saja)”, ia ingin menggunakan pintu itu untuk menyelamatkan anak-anak tersebut, namun sebagai seorang mahasiswa yang bisa dilakukannya sebatas menyerukan perdamaian dan pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak. Ia mengajak pendengar untuk berkaca pada kurikulum pendidikan anak yang berisikan pendidikan moral yang diberlakukan di Jepang. Ia juga mengangkat masalah korupsi yang saat ini jamak terjadi di Indonesia dikarenakan para pelaku korupsi yang memang berpendidikan tinggi, namun waktu masih kecil, mereka kurang mendapatkan pendidikan moral. Isi pidato milik Indrie Respia sarat akan pesan moral, dan ditampilkan dengan lucu namun mampu mengaduk emosi pendengarnya. Pertanyaan yang dijawab para juri pun mampu dijawab dengan seketika dan lugas.

Menurut pengakuan Indrie Respia sejak pertama menginjak bangku kuliah, ia memang berambisi untuk mengikuti seleksi pidato bahasa Jepang, bahkan impian tersebut ditulisnya dalam sebuah kertas kecil dan ditempel di kamar kostnya. Ia ingin mengutarakan pendapatnya akan perang, dan berharap pendapatnya didengarkan oleh semua orang sehingga perang pun dapat dihentikan demi kebahagian anak-anak. Saat perlombaan, dia tidak merasa nervous sama sekali, hanya rasa bahagia yang dia rasakan karena berhasil mewujudkan impiannya, apalagi dia berhasil menyabet juara pertama. Ia sangat berterimakasih kepada bimbingan yang diberikan Djodjok Sensei, Zaenal Sensei, Amri Sensei dan sensei-sensei yang lain; saran-saran dari senpai-senpai, dukungan dari teman-teman dan supporter yang membuatnya semakin percaya diri. Semoga Indrie Respia dapat menyuarakan perdamaian di Jepang sehingga hati para masyarakat Jepang dapat tergerak dan peperangan pun dapat dihentikan.

6 Tanggapan

  1. Omedetou untuk keluarga besar UNESA, khusunya Jurusan Bahasa Jepang…I’m happy for you🙂

    Semoga menang terus..di tahun-tahun berikutnya ..

  2. he..he..udah keduluan Ivo-san ya Pak Lurah, ulasan benron taikai-nya. sebenarnya tulisan saya akan saya kirimkan siang nanti berikut foto-fotonya…

    Maaf, Pak Lurah..:(

  3. ITSUMADEMO UNESA ICHIBAN
    heheheh…. Saat itu saya dan kawan-kawan terus-terusan berteriak yel-yel itu… Suaraku sampai serak karenanya
    Tetapi tak mengapa, karena hasilnya UNESA memang jd ichiban ( ^o^)

    @amira sensei: wah maaf sensei, saya tak ada maksud mendahului sensei, insting jurnalis saya yang memaksa saya harus membuat liputan ini… Masa berita orang lain bisa saya liput di Surya, tetapi berita UNESA tidak?? Hehhehe

    Sebenarnya usai lomba saya ingin langsung membuatnya, tetapi saya baru bisa mewancarai Indrie Respia san pada tanggal 19

  4. waaaahhhhh !!! omedetooouuuu neeee….

    setelah penantian beberapa tahun UNESA merebut Juara 1 lomba pidato bahasa Jepang..

    semoga jalur juara tetap menaungi mahasiswa UNESA teruss…!!!!!!

    doa dari senpai dari Senpai2 yang ada di bali menyertai Kohai2 yang berjuang untuk UNESA kita

    ITSUMADEMO UNESA ICHIBAN !! AHAHAHHAY.. ^_^

  5. @ivo: eh, daijoubu..malah saya berterima kasih lho. lha ini belum sempat terus nulisnya.

  6. Duuh… senangnya ^^ Semoga di Unesa saat ini nggak hanya ada satu Indrie… tp banyak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: