Jepang Kini: Menuju Penggratisan Tol

Tadi melihat TV di chanel 11. Dibahas permasalahan-permasalahan Jepang mendasar dalam hubungannya dengan kemenangan Partai Demokrat, partai yang didominasi oleh kaum muda Jepang. Ada empat permasalahan mendasar yang dibahas dalam bincang santai di TV itu yaitu penggratisan jalan tol, kemandirian pangan, pangkalan militer Amerika, dan perawat. Semuanya ini dibahas dalam rangka PR untuk pemerintahan baru.

Empat permasalahan ini akan dikemukakan di sini dalam empat judul (satu-satu ya). Semoga saja bahasa Jepang saya tidak keliru dalam menangkap isi perbincangan itu. Kesan pertama tentang acara TV itu adalah betapa permasalahan yang dibahas itu sulit tapi penyajiannya begitu sederhana. Bahkan orang-orang yang diajak ngobrol itu adalah orang awam yang tidak tahu permasalahan berat yang dihadapi Jepang. Saya berharap TV Indonesia bisa membuat program obrolan diselingi penyajian data yang amat sederhana, sehingga orang awampun bisa mengerti permasalahan yang sedang dibahas.

Dalam tulisan pendek ini akan mengulas beberapa poin yang sempat saya catat tentang penggratisan jalan tol di Jepang. Rupanya penggratisan tol ini menjadi program utama yang dikemukakan oleh partai Demokrat ketika kampanye.

Pembangunan jalan tol di Jepang sudah dimulai pada tahun 1956. Biaya pembangunan diperoleh dari Bank Dunia. Jalan tol pertama yang dibangun itu adalah Tomei (Tokyo-Nagoya) dan Meishin (Nagoya-Osaka???). Kenapa ketika lewat jalan tol harus membayar, padahal kalau lewat jalan biasa tanpa bayar. Tentu saja jawaban sederhananya adalah untuk membiaya pembangunan jalan tol itu. Betul. Jepang harus mengembalikan pinjaman Bank Dunia untuk pembangunan tol tersebut.

Sebenarnya pembayaran hutang Jepang kepada Bank Dunia sudah lunas pada tahun 1990, tapi kenapa sampai tahun ini kalau masuk tol masih harus tetap membayar? Ternyata kebijakan Jepang waktu itu adalah uang tol setelah tahun 1990 itu digunakan untuk membangun tol di seluruh Jepang. Dan tentu saja dengan uang tol itu tidak dapat untuk membangun tol seluruh Jepang, akibatnya Jepang masih harus mengutang. Mengutang kepada siapa? Kepada Masyarakat Jepang sendiri. Uang mana yang diutang untuk membangun tol itu. Jawabannya adalah uang “nganggur” yang ada di Bank Pos (yubin chokin). Hutang Jepang saat ini kepada masyarakat Jepang adalah 31 oku yen. 31 oku yen itu berapa nolnya…. embuh itungen dewe. (Uang yang ada di Bank Pos Jepang keseluruhan adalah 304 oku yen).

Konon utang untuk pembangunan tol di seluruh Jepang ini, pemerintah baru akan bisa melunasinya sampai tahun 2050. Waduh suwene rek.

La terus. Katanya jalan tol oleh partai demokrat akan digratiskan, mbayarnya pakai apa? Ya Apalagi kalau bukan dari pajak. Logikanya di mana? Kalau jalan tol digratiskan, biaya pengangkutan (yang tentu saja memakai jasa jalan tol) akan turun. Kalau biaya angkut turun otomatis barang-barang akan murah. Artinya, sandang pangan akan amat terjangkau oleh masyarakat Jepang. Tapi mekanismenya bagaimana?  Embuh, yang jelas ndak dibahas dalam perbincangan itu. Kita disuruh melihat saja bagaimana pemerintahan baru Jepang (by Demokrat) akan mengelola masalah penggratisan jalan tol ini.

Nagoya, Ramadhan 2009

Roni

6 Tanggapan

  1. weekend pun tarif tol dijepang dari ujung ke ujung katanya 1000 yen ? betulkah ?
    Logika nya kalo semua masyarakat kemana mana murah sektor pariwisata bergerak, sektor riil jg jalan…..
    Tidak rugi malah untung…. Jan pinter tenan mereka itu

  2. Iya, sekarang untuk Sabtu, Minggu, dan hari libur jalan tol gratis di seluruh Jepang. Hanya saja ada jalan tol tertentu yang dibangun oleh daerah. Nah kalau yang dibangun oleh daerah ini masih tetap mbayar.
    Salah satu tujuan penggratisan tol Sabtu, Minggu, dan hari libur adalah untuk mengajak orang keluar rumah agar pergi ke tempat-tempat pariwisata. Jadi betul, sektor pariwisata akan bergerak juga.

  3. Mas Roni Yth,,, Saya membaca artikel Anda sangatlah menakjubkan. Tapi ada beberapa pertanyaan saya mengenai tol yang ada di Jepang itu bagaimana dengan pembiayaan setelah 1990? apakah pihak Pemerintah Jepang membangun tol bermitra dengan swasta sehingga pembangunannya bisa serumit itu (bahasa saya) maksudnya secanggih dan seindah itu? mohon komentarnya untuk dikirimkan langsung ke email saya. thanks before.

  4. Mas Fadly, terimakasih kunjungannya ke tulisan saya yang seadanya ini. Mengenai pembiayaan tol setelah tahun 1990 itu sejauh yang saya pahami dibiayai dengan dana hasil retribusi tol yang sudah ada, ditambah dengan dana pinjaman dari Bank Pos. Pinjaman dari Bank Pos inilah yang disebut dana pinjaman dari masyarakat. Perlu diketahui bahwa Bank Pos ini adalah Bank Pemerintah yang dikelola secara swasta. Bank ini cukup disukai karena menjangkau pedesaan. Kalau kita semacam BRI yang dimiliki oleh Kantor Poslah. Sejauh yang saya pahami mengenai pendanaannya tidak melibatkan swasta. Kalau pengerjaan proyeknya, saya kira tidak bisa tidak menggandeng swasta.
    Demikian yang saya ketahui.

  5. Mas Roni, bagaimana yang Anda ketahui ketika Anda bilang bahwa tidak bisa tidak menggandeng swasta dalam pengerjaan proyek tol tsb, Jepang menggandeng kontraktror swasta begitu? kira-kira Anda tahu kontraktor2-nya, Mas Roni. Saya dalam rangka ingin tahu dan menggali siapa tahu banyak tulisan atas pertanyaan saya dan jawaban Anda orang banyak tahu. Terima kasih

  6. Mas Fadli, tulisan saya dasarnya hanya percakapan di salah satu TV Jepang, dan di situ tidak dijelaskan bagaimana tentang konstraktornya, pemerintah atau swasta. Hanya saja saya menghubungkan dengan percakapan teman JICA, yang biasanya disubkan ke perusahaan-perusahaan kontraktor. Lebih dari itu saya tidak tahu.
    Saya hanya membayangkan sekian banyak tol, gunung-gunung ditembus dengan trowongan-trowongan tol, jembatan tinggi-tinggi antar trowongan satu dengan lainnya, bagaimana ya pembangunannya kalau tidak disubkan ke atau melibatkan pihak swasta. Ini saja yang bisa saya tambahkan atas pemikiran saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: