Sharing Pengalaman dari Bali 3

bambang baliBy: Bambang Widjanarko

Sharing ( bagian 3 dari Bali )

Minasan, Kombanwa

Setelah membaca dari diskusi di milis unesaprodijepang, kesan saya “Sugoi………….”

Tidak salah lagi……………. begitulah adhik adhik saya semuanya: “brilyan…”
tapi yang lebih penting lagi adalah segeralah melakukan langkah langkah nyata…. sesudah ini. ” Lakukan………..”

Berikut ini adalah betapa …………… sesal kemudian tiada berguna………….: Kesalahan terbesar saya ketika kuliah dulu adalah ” study as usual “.

Waktu itu, sensei sensei saya tidak kalah kaliber-nya dengan sensei sensei sesudahnya. Tetapi saya pribadi, tidak mau menyerap ilmu banyak banyak dari sensei sensei saya itu. Yang ber akibat pada betapa , “betapa saya ini canggung, betapa saya ini tanggung, diberikan 100 yang saya ambil cuma 40 atau kurang dari itu, ………. itulah gambarannya.

Ketika masih kuliah, pada semester 8 , 9 , 10, ( kuliah saya 5 tahun lulus diwisuda bersama Didik Suaedi san dan Sahri san ) saya mengajar di SMAN Krembung di Sidoarjo,
it’s OK…………..

Ketika mulai tinggal dan hidup di Bali, tahun pertama it’s OK ……………….: karena saya mengajar di Akademi Pariwisata Denpasar, Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata Bali, SMIP,SMAP dan di sebuah Kursus.

Pada tahun kedua ( 1990 ) mulailah saya, diminta menjadi Guide ditengah tengah masa mengajar saya. Saat itu Guide Jepang di Bali sedikit.
Bayangkanlah….. saya menjadi guide bertemu dengan murid murid saya yang juga guide: dimana 6 bulan sebelumnya masih belajar ………. wa ……….. desu.

Disinilah saya tertantang. Saya belajar budaya & adat istiadat Bali dst dst dst….. : dan lalu……….. bagaimana kita meng-komunikasi-kannya………….., menjelaskan, menjawab, mempromosikan, kadang berdebat, meng-counter , menyangga , melucu , bergurau, merayu………..dst dst.

Maka betapa ” mensetsu ” itu sebenarnya baru sebagian dari hal yang lebih besar yang barusan saya utarakan. Karena mensetsu itu memang bertolak dari CV ( keiken ) dan pekerjaan.

Lihatlah betapa kemudian PEMDA PROV. BALI waktu itu meminta saya ( 1990 an ) untuk memberi bekal bahasa Jepang kepada : anak anak pantai , ibu ibu PKL/ pedagang acung ( karena mengacungkan dagangannya kepada para wisatawan ) , ibu ibu tukang pijat, atau pedagang barang seni/art shop….. dst dst…. Kalau saya datang bawa tas baju rapi bawa keluarkan buku ballpoint , maka mereka semua menjadi stress………………. (mereka ternyata tidak mau belajar ……… wa ……… desu) Betapa stres saya, padahal  mengajar itu yang menjadi keahlian kita.

Maka ber celana pendek longgarlah saya, tidak bawa apa apa………..: hanya berkacak pinggang di pantai atau didekat mereka berkumpul untuk belajar…. ber kerumunlah mereka dengan anthusiame tinggi, penuh motivasi untuk bisa berkomunikasi. Kadang mengajar mereka bersama orang jepang yang lewat dan tertarik untuk membantu. Disini saya ingat seorang ibu yang bertanya, Pak……., ibu adalah haha berarti ibu ibu ..haha haha  ne…?  Nah loe…………

Maka itulah yang terjadi, mereka memang belajar apa yang mereka perlukan saja. Tidak ada yang salah.  Yang salah adalah kita yang belajar tapi tidak mempraktekkannya, menggunakannya.

Tahun 1990 saya juga mulai mengajar di Hotel, sesuatu yang berbeda dengan bila kita mengajar ditempat lainnya. Disini wajib mengajarkan bahasa halus, dan anda tak bisa membayangkan bagaimana memulainya. stersss khan..

Tahun 1993, saya mulai bekerja di Hotel salah satu Job Description-nya adalah sebagai Japanese speaking Staff…. di Hotel tersebut.

Tahukah minasan, betapa penyesalan itu datangnya kemudian, ….. mengapa dulu saya kuliah-nya biasa biasa saja, tidak ambil banyak banyak ilmu-nya sensei kita yang gratis itu. Pernah-kah anda bayangkan, bahwa disini saya harus jadi MC bahasa jepang, suatu tugas tiba tiba………….” semalam saya tidak bisa tidur ” membayangkan audience yang adalah VVIP dari TOKYO yang dijamu orang Jakarta………….. stress………..!!! Atau harus meredam kemarahan tamu Jepang yang Complaint. yang ini keahlian saya it’s OK. Atau mendadak GM saya yang orang Swiss itu bilang………., Mr. Bambang harus mentranslate semua Brosur, Directory of Services Hotel ini …………………. waktunya seminggu , karena saya akan bawa jalan jalan bulan depan ke Eropa…. segera dicetak. Stress !!!  bayangkan Waktu itu belum ada
om google dan tante yahoo….. serta Facebook…………

Minasan, yang saya ceritakan itu mungkin baru 5 dari 100 hal yang saya alami yang tidak bisa saya lupakan, karena kelakuan saya dulu yang ” biasa biasa saja it’s OK  ketika kuliah” Saya  sudah kena batunya. Dan saya telah menyesal……….. tetapi saya segera bangkit………….. karena hidup tidak bisa diulang.

Saya tidak pernah lupa sumpah almamater.
Saya harus menjaga nama baiknya, artinya berarti juga menjaga nama baik sensei sensei saya, dan juga tentu menjaga nama baik adhik saya semua.

Hiduplah UNESA PRODI JEPANG , segeralah lakukan improvement.

Sensei , saya minta maaf karena tidak bersungguh sungguh ketika kuliah dulu, tetapi bangkit dan memperbaiki diri sudah saya lakukan , meskipun tetap kurang. “Tanggung………… sama dengan tidak ada sama sekali. ”

Bambang Widjanarko

2 Tanggapan

  1. Mas, ngerti infonya dengan Alumni IKIP Bhs. Jepang ENI RAHMAWATI kalo gak salah angkatan tahun 87.
    Asli dari Banyuwangi. sekarang Dosen di Brawijaya apa di Polteknya aku kurang ngerti.

    tolong mas kalo tahu contactnya di send ke email aku.
    Aku saudara sepupunya
    Suwun Mas sak durunge.

    wassalam.

    Thoyib Bustomi

  2. @Thoyib Bustomi: Pak Thoyib, lulusan Ikip Surabaya yang mengajar di Unibraw sepengetahuan saya tidak ada yang namanya Ibu Eny. Sedangkan, menurut info dari Pak Helmy Poltek Unibraw, Ibu Eny yang mengajar di Poltek itu namanya Ibu Eny Widiyowati dan bukan angkatan 87, melainkan ’84.

    Salam,
    Roni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: