Sharing Pengalaman dari Bali 1

bambang baliBy. Bambang Widjanarko

Sharing: ( bagian 1 dari Bali )

1. Bahwa apa yang kita peroleh di Almamater : adalah sama yakni  Bahasa Jepang yang memang dari tahun ke tahun tentu harus lebih … keren … dalam hal transformasinya. … sehingga outputnya pasti lebih ” keren ” dari jaman saya dulu, pada tahun 1981.

2. Jangan lupa: kalau kita biasa biasa saja ketika di almamater , maka kita akan mengalami kesulitan di dunia kerja……. ……… ., kalau untuk mengajar SMA it’s OK, tetapi pengalaman saya di Bali: menyebabkan saya harus melakukan hal lebih terhadap Bahasa Jepang yang saya geluti: ………… .. ber-adaptasi dengan SIKON ………… “ Maka ketika sekadar digunakan mengajar di Akademi Pariwisata , Sekolah Pariwisata, SMA , SMP ,SD , dst dst dst  …. it’s OK. ” walaupun tetap saja harus belajar lagi sedikit”. Diluar itulah saya harus mau bersusah payah sedikit.

3. Berdasarkan pengalaman itulah beberapa waktu kemudian, baru saya petik hikmahnya dan sekaligus hasilnya. Sekarang saya memang tidak banyak mengajar di sekolah, tetapi  hanya di Hotel/Villa  atau Spa dst dst saja…

4. Tahukah minasan kalau saya memulai mengajar kepada mereka: Prolog-nya seperti ini:

———- ” saya tidak mau kalau kalian semua : ” hanya belajar saja……”

” belajar thok , belajar dogen , belajar only , belajar dake , ….. saya tidak mau ”

saya maunya kalian  belajar 50 %  dan dipakai 50% , atau berapapun persentase-nya yang jelas harus dipakai ” bahasa jepang” nya

kepada siapa:dengan siapa kalian pakai bahasa jepang ini, … ” dengan orang jepang, … dengan teman belajar,….    dengan guru kalian. dst.

Kalau masih single, pacarailah orang jepang…… ……… .. ha ha ha ha…

“Kalau kalian tidak mau pakai bahasa yang kalian pelajari… artinya kalian mau bikin saya malu…..”

Lihat 3 hal ini:

@. ada orang bisa berkomunikasi dengan orang jepang, tapi tanya saja kepada mereka : gurunya siapa… tidak ada , belajar dimana….. tidak ada, bukunya apa….. tidak ada.

tapi…….. … kok , mereka bisa ya……! … itu karena semangat mereka untuk bisa berkomunikasi. … mengalahkan apa saja.

@. ada orang yang telah belajar bahasa jepang lama di suatu tempat, atau lama dari kursus ke kursus dst dst….. , tetapi … “gagap… gugup”.. ketika harus ngomong karo wong jepang.

maka sebenarnya yang ideal adalah: porsi bicara, porsi menjawab, porsi menjelaskan, porsi mempromosikan, porsi berdebat, porsi merayu….saya ”  dst dst dst dst dst dst dengan menggunakan bahasa jepang harus lebih dipacu. harus …..harus.. ..

Semua bahasa asing, sama saja dalam hal ini.

” Jangan belajar saja, ………… …gunakan. .. supaya berkah”

note:

ketika saya bekerja di hotel dengan bekal ijazah bahasa jepang saya….” memang tugas saya adalah menangani wisatawan jepang ( 30 % ) so…. , selebihnya pakai bahasa inggris dan beberapa bahasa yang lain. …. karena hotel’s guest dari berbagai bangsa. karena saya selalu pakai bahasa mereka itu, …. maka saya bisa untuk hal hal mendasar … yang dibicarakan sehari hari. makanya saya bisa sedikit bahasa mandarin juga, ………… sedikit.. .”….:”nggak banyak”: sehingga bisa bicara dengan salah satu tamu saya ( GROUP ) , wisata perusahaan: yang ternyata orang Jember yang bekerja di Taiwan. ….cewek cakep dari jember rek… kalau saya uraikan kata terakhir-nya yang lantas pakai bahasa Indonesia: Pak,…….. ….. ketika saya masih di Jember… ke Bali itu hanya mimpi, … sekarang justru saya datang ke Bali dari Taiwan…… ……… .. Tahukah minasan, tadinya saya pikir cewek cakep ini asalnya dari Thailand…. ……… , so……. minasan semua harus lakukan hal berbeda…. banyak banyaklah bicara, ngrumpi pakai bahasa jepun.

OK, wassalam
Bambang Widjanarko

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: