Abstrak Linguistik 4

54 ABSTRAK

CAMPUR KODE DALAM TEKS LAGU JEPANG

PADA ALBUM FIRST LOVE OLEH UTADA HIKARU

Nama : Susilo Wardoyo

Nomor Regristasi : 012104008

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang/ S-1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai orang berbincang-bincang dengan lebih dari satu bahasa, dalam ilmu sosiolinguistik hal ini biasa disebut dengan campur kode. Orang yang memiliki kemampuan menggunakan dua bahasa disebut dengan dwibahasawan.

Akhir-akhir ini campur kode juga telah memasuki dunia musik Jepang. Utada Hikaru adalah salah satu penyanyi asal Jepang yang melantunkan lagu-lagu berbahasa Jepang dengan campuran bahasa Inggris. Hal ini menarik penulis untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang campur kode dalam teka lagu khususnya lagu Jepang.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana terjadinya campur kode dalam teks lagu Jepang di album First Love yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru?

2. Apa saja jenis campur kode dalam teks lagu Jepang di album First Love yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru?

Penulis mempunyai tujuan penelitian yang sesuai dengan rumusan masalah di atas, yaitu:

1. Untuk mendeskripsilan bagaimana terjadinya campur kode dalam teks lagu Jepang di album First Love yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru.

2. Untuk mendeskripsikan jenis campur kode dalam teks lagu Jepang di album First Love yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru.

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran deskriptif tentang campur kode dalam teks lagu Jepang..maka metode yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif.. Subyek dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang diambil dari teks lagu Jepang dalam Album First Love yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru, yaitu lagu Automatic, In my room, First Love, dan Time Will Tell.

Contoh campur kode dalam lagu yaitu pada data (2a) タバコのflavourがした. Terdapat campuran dua bahasa, yaitu Jepang dan Inggris.

Hasil analisis data menunjukkan campur kode bisa terjadi bila:

a. Bila dalam teks sebuah lagu berbahasa Jepang kemudian terdapat serpihan-serpihan bahasa lain

b. Tidak terdapat padanan kata atau ungkapan dari bahasa yang lain

c. Ada keinginan untuk menyesuaikan antara teks dan melodi

d. Ada keinginan memudahkan pemahaman kepada para pendengar tentang isi lagu.

e. Ada pengaruh dari pribadi sang penulis

Penulis barharap adanya penelitian lanjutan tentang campur kode dengan subyek penelitian yang lain.


要旨

宇多田ヒカルの(First Love)の日本語の歌テキストにおけるコードについて

社会的において一個人で二言語の知識があり、使用能力を持っている人は二言語者とよばれる。ある言語で話し始めて話の途中であるいは文の途中においてさえ、別の言語に変えてしまうと言うことは社会言語学でコードとよばれる。

最近、コードは日本語の歌によく使われる。Utada Hikaruは日本の歌手だ。英語でコード切替える歌手だ。筆者は特にこの歌テキストのコード切替えることについて深く知りたいと思った。

宇多田ヒカルの(First Love)の日本語の歌テキストにおけるコードの原因を解明するため、次の問題点をした、

  1. 宇多田ヒカル(First Love) の日本語の歌テキストにおけるコードはどうであろうか。
  2. 宇多田ヒカル(First Love) の日本語の歌テキストにおけるコードは何類であろうか。

この研究の目的は:

1.宇多田ヒカル( First Love) の日本語の歌テキストにおけるコードはどのようなものであったかと記述した。

2.宇多田ヒカル( First Love) の日本語の歌テキストにおけるコードは 何類であったかと記述した。

本研究はDeskriptif Kualitatifの方法を用い。それには、日本語の歌テキストにおけるコードのついて質問や答えを記述した。この 研究生部は宇多田ヒカルの (First Love) の 歌テキストにおける文であって、AutomaticIn My Roomfirst Love Time Will Tell である。

歌におけるコードがあるデータはデータ(2a)の「タバコflavorがした」である。この研究の結果、次のようなものが明らになった。コードは:

  1. 日本語のテキストで文の途中において、別の言語に変えてしまうということが起こる。
  2. 日本語では別の言語慣用句はない。
  3. テキストとメローディを適当するため。
  4. 聞き手に分かりやすいため。
  5. 筆者から影当するため。

筆者はコード研究についてほかの研究部があると思った。


55 ABSTRAK

ANALISIS MAKNA慣用句 ( KANYŌKU ) YANG MENGGUNAKAN KATA ( KI ) DALAM NOVEL KOKORO KARYA NATSUME SŌSEKI DAN PADANANNYA DENGAN IDIOM BAHASA INDONESIA

Nama : Sylvia Eastfandiary

Nomor Registrasi : 012104225

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Kanyōku ( idiom ) adalah dua kata yang saling bergabung dan menunjuk pada sebuah arti yang sudah ditetapkan secara keseluruhan. Penggunaan idiom ini bertujuan untuk memperhalus maksud yang disampaikan. Latar belakang dari penelitian ini adalah karena banyak sekali idiom dalam bahasa Jepang yang menggunakan nama bagian tubuh manusia, dan salah satunya adalah Ki yang mewakili ungkapan perasaan manusia.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apa makna kanyōku (idiom) yang menggunakan kata ki dalam kalimat bahasa Jepang pada novel Kokoro?

1. Bagaimanakah padanan makna kanyōku (idiom) yang menggunakan kata “ ki “ dalam kalimat bahasa Jepang pada novel Kokoro?

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mendeskripsikan makna kanyōku (idiom) dalam bahasa Jepang yang menggunakan kata ki

2. Mencari padanan makna kanyōku (idiom) yang menggunakan kata ki dalam kalimat bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan didasarkan pada penelitian kepustakaan. Langka pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisis makna yang terkandung dalam kanyōku (idiom) yang menggunakan kata Ki, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan maknanya. Langkah terakhkir dari analisis ini adalah mencari padanan makna yang terkandung dalam kanyōku (idiom) tersebut dengan bahasa Indonesia.

Hasil dari penelitian ini adalah:

1. Berdasarkan maknanya kanyōku yang menggunakan kata ki dibagi menjadi 3 kelompok besar:

a. Kanyōku ki yang menyatakan makna keinginan, aktifitas hati, keadaan jiwa.

b. Kanyōku ki yang menyatakan makna kesadaran

c. Kanyōku ki yang menyatakan makna daya konsentrasi

2. Ditemukan adanya padanan makna kanyōku (idiom) yang menggunakan kata ki dalam kalimat bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia.


要旨

夏目漱石「こころ」の小説に置ける「気」を使用した慣用句と

インドネシア語の同じ意味の機能研究

慣用句というのは単語の二つ以上の連結体であって、その結び付きが比較的固く、全体で決まった意味を持つ言葉と述べている。慣用句使うことが話の目的を上品になるためである。この研究の背景は日本語の中に身体語の使うことが多いで、その一つは「気」、人の感じが示している。

本論文の問題は以下の通りである。

1. こころの小説の中に見られる「気」を使用する慣用句の意味はなんであ ろうか。

2. 日本語の「気」を使用した慣用句とインドネシア語の意味の同じは、何であろうか。

本研究はディスクリプチブクアリタテティブの研究を使用し、収集にはMetode Kepustakaan を使用する。まず、意味を分析した。そして「気」の慣用句の使用について分析し、インドネシア語の慣用句と同じ意味のものを探した。

本研究の結果は以下の通りである。

1.「気」の慣用句は三つに大別する

a. 人に備わった心の傾向・気質・心理・心の動き・意志などを表すと見られる。

b. 人の意識を表すと見られる。

c. 人の注意力を表すと見られる。

1. 日本語の「気」を使用した慣用句はインドネシア語の同じ意味のものがある。


56 ABSTRAK

PENGGUNAAN TINDAK TUTUR ENKYOKU [GA] 婉曲「 が」

DALAM PERCAKAPAN PADA BUKU NIHONGO DE BIJINESU KAIWA-SHOKYUUHEN: SEIKATSU TO BIJINESU

Nama Mahasiswa : Feny Rahmawati

NRM : 022104240

Prodi/Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang/Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Dra. Retnani, M.Pd

Sebagai pembelajar bahasa asing khususnya bahasa Jepang dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang aturan-aturan percakapan yang disepakati oleh masyarakat Jepang baik aturan-aturan linguistik maupun aturan-aturan non linguistiknya. Dengan siapa kita berbicara, dimana dan kapan kita berbicara penting untuk dipahami agar kita bisa memilih kata-kata yang tepat untuk diungkapkan. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa terdapat bentuk ujaran tidak langsung atau berputar-putar yang merupakan cermin sikap sopan santun berbahasa masyarakat Jepang. Ujaran tidak langsung atau berputar-putar ini dalam bahasa Jepang disebut dengan enkyoku, yang fungsinya untuk menjaga perasaan lawan tuturnya. Dengan mengetahui penggunaan enkyoku, maka bahasa Jepang yang kita gunakan akan menjadi lebih baik, serta ketika harus berkomunikasi langsung dengan orang Jepang maka tidak akan terjadi salah paham, karena kita sudah mengetahui aturan percakapan yang telah disepakati. Bentuk enkyoku yang digunakan dalam penelitian ini adalah enkyokugakarena bentuk ini banyak terdapat pada buku Nihongo de Bijinesu Kaiwa Shokyuuhen: Seikatsu to Bijinesu, dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana penggunaan tindak tutur enkyokugadalam percakapan pada buku Nihongo de Bijinesu Kaiwa Shokyuuhen: Seikatsu to Bijinesu?

2. Mengapa terjadi penggunaan tindak tutur enkyokugadalam percakapan pada buku Nihongo de Bijinesu Kaiwa Shokyuuhen: Seikatsu to Bijinesu?

Teori acuan adalah teori Searle yang berisi tentang fungsi-fungsi tindak tutur ilokusi, yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama. Yang kedua adalah teori Sugito Kiyoki, yang berisi tentang penggunaan ungkapan berputar-putar yang juga merupakan cermin bentuk enkyokuga, yang dijadikan sebagai acuan untuk menjawab rumusan masalah kedua.

Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah, metode deskriptif kualitatif. Dimana data yang dianalisis bukan merupakan data numerikal melainkan data berupa 25 percakapan yang diambil dari buku Nihongo de Bijinesu Kaiwa Shokyuuhen: Seikatsu to Bijinesu. Kemudian data dianalisis menurut teori acuan dan dipaparkan menurut kategori masing-masing.

Hasil Penelitian diperoleh bahwa, pada buku Nihongo de Bijinesu Kaiwa Shokyuuhen: Seikatsu to Bijinesu, enkyokugadigunakan sebagai tindak tutur ilokusi asertif yaitu digunakan untuk memberi tahu, menyatakan kepada orang lain tentang sesuatu. Tindak tutur ilokusi direktif yaitu digunakan untuk menimbulkan efek pada lawan bicara misalnya memerintah, meminta bantuan dan meminta saran. Tindak tutur ilokusi komisif yaitu yang digunakan untuk menawarkan sesuatu pada orang lain. Dan tindak tutur ilokusi ekspresif yaitu digunakan untuk mengungkapkan perasaan penutur misalnya, ungkapan penyesalan atau permintaan maaf. Untuk rumusan masalah kedua diperoleh hasil bahwa karena sifat masyarakat Jepang yang tidak memusatkan pada diri sendiri melainkan berusaha untuk mengerti perasaan lawan bicara, oleh karena itu mereka menggunakan enkyokugayaitu, digunakan ketika akan meminta bantuan pada orang lain, meminta saran, yang diungkapkan secara tidak langsung karena merupakan ungkapan perasaan hormat dengan harapan lawan bicara akan mengabulkan permintaannya. Ketika meminta perhatian dari orang lain karena ada sesuatu yang akan dikatakan, maka digunakan tindak tutur enkyokugasupaya lawan bicara merespon apa yang akan kita ungkapkan. Ketika akan menawarkan sesuatu pada orang lain maka vdigunakan sebagai ungkapan kerendahan hati. Dan ketika mengekspresikan perasaan, misalnya penyesalan atau permintaan maaf, maka digunakan enkyokugayang berarti bahwa apa yang kita ungkapkan itu tulus dan sungguh-sungguh.


要旨

「日本語でビジネス会話初級編:生活とビジネス」

の会話における婉曲「が」の発話行為の使い方

氏名 :フェニラーマワティ

学生番号 022104240

教育プログラム:日本語教育

学部 :言語芸術

大学名 :国立スラバヤ大学

指導教師 :レトナ二先生

外国語の学生として特に日本語を専攻する学生として日本社会にある会話ルールを理解しなければならない。私たちはどんな人と話すをするか、いつ、どこで話しをするか考慮し言葉の句を選択しなければならない。そのことにたいして日本社会にある直接言わない方法文型が敬意語を表す表現のことである。その直接言わない方法文型が日本語では「婉曲」と言うことである。相手の心情を守るために婉曲を使うことがある。婉曲の使い方を理解すれば使われている日本語がもっとよい聞こえたことになる。この研究は特に婉曲「が」だけを研究する。なぜならその婉曲「が」は日本人の生活によく使う。

本論文での問題点は、次の二点である:

1.「日本語でビジネス会話初級編:生活とビジネス」の会話における婉曲 「が」の使い方は何か。

2. どうして「日本語でビジネス会話初級編:生活とビジネス」の会話における婉曲「が」を使用するようになったか。

本研究では発話行為のSEARLE理論を使った。それから二番目のは杉戸清樹の理論言い回しによる敬意表現を用いた。

本研究では資料として25の「日本語でビジネス会話初級編:生活とビジネス」を使用する。

研究では分類に DESKRIPTIF KUALITATIFの方法を用いた。なぜなら資料が数字ではないから。資料は「日本語でビジネス会話初級編:生活とビジネス」の中の二十五会話である。

研究の結果は;「日本語でビジネス会話初級編:生活とビジネス」の婉曲「が」の使い方は四つある:

ASERTIF発話行為、ほかの人に何かことを報告する時使う。

DIREKTIF発話行為、相手に援助や忠告を頼んだり、命令する時使う。

KOMISIF発話行為、相手に何かことを勧める時使う。

EKSPRESIF.発話行為、相手に遺憾を表す時使う。

二番目の研究結果は:日本人の性質は自分に集中しないで相手の心情を分かるようになっている。そのことだから:

1. 相手に援助や忠告を頼んだり、命令する時使って、敬意表現として相手 がその頼みたいことを許可を当てにする。

2. 何かことを話したいだから相手に関心を引いて、相手が上演するつもり である。

3. 相手に解毒をするつもりの時、婉曲「が」を使って謙遜表現として使わ れている。

4. 心情を表す時、例えば非難とかあやまる時、使われて、誠実を表せてい る。


57 ABSTRAK

ANALISIS MAKNA 依頼形 DALAM NOVEL「こころ」 KARYA

NATSUME SOSEKI

Nama Mahasiswa : Sri Arifah Hayati

NRM : 022104005

Prodi/ Jur. : Pend. Bahasa Jepang/ Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Dr. Diah Syafitri Handayani, M. Litt.

Kata kunci :

依頼形 (bentuk permohonan), keigo (bahasa sopan), sonkeigo (bahasa sopan untuk menghormati lawan tutur), kenjogo (bahasa sopan untuk merendahkan diri sendiri) dan teneigo (bahasa sopan untuk menghormati lawan tutur).

依頼形 adalah salah satu bentuk ungkapan dalam bahasa yang digunakan ketika memohon sesuatu kepada seseorang. Bentuknya ada beberapa jenis. Walaupun merupakan bentuk permohonan, iraikei memiliki beberapa makna. Dari jenisnya, makna iraikei dapat ditentukan, apakah berupa permohonan, perintah halus ataupun pemeberian ijin.

依頼形 sangat berhubungan dengan keigo, karena ketika mengutarakan permohonannya, seseorang otomatis akan bersikap sopan. Dalam bahasa Jepang keigo terbagi menjadi tiga yaitu sonkeigo, kenjogo dan teineigo.

Berdasarkan media yang dipakai, maka penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa deskripsi secara sistematis dan akurat dari data yang diteliti.

Setelah dilakukan proses analisis data, diperoleh hasil jumlah 依頼形 yang terdapat dalam novel Kokoro sebanyak 63 buah dan jika dipresentasikan adalah sebagai berikut~てくださいsebanyak 44,45%,~てくれsebanyak 15, 87%, お(ご)なさいsebanyak 11,11%,~てくれる sebanyak 6,35%, ~てちょうだいsebanyak 4,76%~てくださらないかsebanyak 3,17% dan terakhir bentuk ~ておくれ、~てくれたまえ、~てくれますか、~てくださる、~ていただきましょう、~ていただきたい、(さ)せてくださいませんか、~なさいyang masing-masing sebanyak 1,59%.

Dalam novel tersebut peneliti tidak menemukan penggunaan iraikei lain seperti ~ておくれ、~てくれたまえ、~てくれますか、~てくださる、~ていただきましょう、~ていただきたい、(さ)せてくださいませんか、dan~なさい.

Hasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat tidak hanya bagi pemebelajar bahasa Jepang, tetapi juga oleh peneliti lain dan dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam bahasa Jepang.

用紙

夏目漱石 の 「こころ」における依頼形の意味分析

依頼形は実質的には他人に何かを頼む際に用いる日本語の表現の一つである、依頼形にはいろいろな意味用法があることが知られている。森田によれば、話し手が相手に何か頼む際に用いる表現と人に何かを依頼したり軽く命令したりする時に用いる表現と相手に対して何らかの行為をすることを要求する表現の三つの意味に分けられる。

本研究では「依頼形」の意味について分析した。夏目漱石の「こころ」における「依頼形」の意味はどのような意味を表すかを明らかにすることは目的である。

以下の点について調べるために調査を実施した。

1. 夏目漱石 の「こころ」に使われている「依頼形」はどんなものがあるか。

2. その「依頼形」の意味は何か。

3. 「依頼形」は敬語とどのような関係をもっているのか。

本研究でもちいられ方法は質的記述法である。本研究の資料は夏目漱石の「こころ」という小説に取り上げられている63の文章から集めたデタを分析する。

本研究で明らかにしたのは次のとうりである:

~てくださいは44、45%、~てくれは15,87%、お(ご)なさいは11,11%、~てくれるは6,35%、~てちょうだいは4,76%、~てくださらないかは3,17%、最後の形は ~ておくれ、~てくれたまえ、~てくれますか、~てくださる、~ていただきましょう、~ていただきたい、(さ)せてくださいませんか、~なさい は1,59%。

~てくれないだろうか、~てもらう、~てほしい、~てもらいたい、(さ)せてほしい、(さ)せてもらいたいは小説にはみつかれない。

本研究は日本語学習者をはじめ、日本語の研究にも役にてばいいと思う。


58 ABSTRAK

MAKNA「複合動詞~出す」 AN 「~始める」 DALAM NIHONGO JURNAL

Nama : Ruslan Abd. Gani

NRM : 022104245

Prodi/ Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang/ Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Subandi M.A., Ph.D.

Penelitian ini berjudul “Makna Fukugoudoushi ~Dasu dan ~Hajimeru dalam Nihongo Jurnal” dengan latar belakang penelitian yaitu fukugoudoushi ~dasu tidak hanya mempunyai makna keluar dan muncul ke permukaan, tapi juga mempunyai makna lain. Hal ini dikarenakan masing-masing makna akan muncul tergantung dari konteks kalimatnya. Sehingga diperlukan suatu penelitian untuk menganalisa makna fukugoudoushi yang sebenarnya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah jenis kata kerja apa saja yang bisa diikuti oleh ~dasu dan ~hajimeru serta bagaimana makna yang ditimbulkan dari gabungan tersebut dalam konteks kalimat yang terdapat pada majalah Nihongo Jurnal.

Data dalam penelitian ini adalah berupa kalimat-kalimat yang memuat fukugoudoushi ~dasu dan ~hajimeru sebanyak 40 kalimat. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan hasil analisis atau uraian secara rinci yang sebelumnya didasarkan pada metode telaah pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan data yang berasal dari sumber tertulis.

Proses analisis dilakukan dengan cara menentukan fukugoudoushi ~dasu dan ~hajimeru berdasarkan maknanya sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Himeno. Setelah dilakukan penelitian maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:

1. Gabungan yang membentuk struktur fukugoudoushi ~dasu bermakna gerakan / perpindahan keluar, kemunculan, menghasilkan sesuatu dari ketiadaan, penemuan serta menyatakan kaishi mulai dalam hal proses suatu kejadian yang bersifat spontan.

2. Sedangkan gabungan yang membentuk struktur fukugoudoushi ~hajimeru bermakna kaishi, yaitu menyatakan mulai dalam hal awal suatu kejadian.

3. Persamaan makna fukugoudoushi ~dasu dan ~hajimeru.

Keduanya sama-sama memiliki makna kaishi

4. Perbedaan makna fukugoudoushi ~dasu dan ~hajimeru.

Fukugoudoushi ~dasu juga mempunyai makna lain, yaitu perpindahan keluar, kemunculan, menghasilkan sesuatu dan penemuan selain makna kaishi yang bersifat spontasnitas.

Fukugoudoushi ~hajimeru hanya mempunyai makna kaishi yang menunjukkan awal mula suatu kejadian.


要旨

日本語ジャーナルにおける、「~出す」 と 「~始める」

という複合動詞の意味

名前 :ルスラン・アブドル・ガニ

学生番号 022104245

専門 :日本語教育学科 / S1

学部 :言語芸術学部

大学 :スラバヤ国立大学

指導教師 :スバンディ MA.,Ph.D.

「~出す」という複合動詞の意味は、「移動、顕在化」という意味だけではなく、他の意味も持つ。「~出す」 と 「~始める」 という二つの複合動詞は、 ほとんど同じ文脈で使われることがあるが、全くおなじではない。従って、本研究では実際に複合動詞の意味について分析した。問題は次の二点である。

1. 「~出す」 「~始める」 という複合動詞はどんな動詞が結ぶことができるか。

2. 「~出す」 「~始める」 という複合動詞はどんな意味を持っているか。

本研究の資料は日本語ジャーナルに取り上げられている40文章である。データを集めたためにはMETODE TELAAH PUSTAKA使用する。このデータを集めた上で分析するという本研究で用いた方法はDESKRIPTIF KUALITATIFである。「~出す」 の複合動詞は姫野昌子によれば 語彙的複合動詞 「移動、顕在化」 と 統語的複合動詞 「開始」 の二つの意味に分けられていて、それをもとに分析した。

本研究の結果、「~出す」と「~始める」の複合動詞の意味については 次のことが判明した。

1. 「~出す」 の複合動詞は 「移動、顕在化、開始」 の意味を持つ。

2. 「~始める」 の複合動詞は 「開始」 の意味しか持っていない。

3. 「~出す」 と 「~始める」 の類似点は どちらも 「開始」の意味を持つことである。

4. 「~出す」 と 「~始める」 の相違点は 「~出す」は 「自然」や「突発性」 の 「開始」 の意味だけではなく 「移動、顕在化」の意味も持っていて、 「~始める」は「開始」の意味しか持っていない。


59 ABSTRAK

ALIH TUTUR PERCAKAPAN BAHASA JEPANG DALAM

KAIWABUN (会話文) PADA BUKU NIHONGO CHŪKYŪ I

(日本語中級 I) TERBITAN THE JAPAN FOUNDATION

JAPANESE LANGUAGE INSTITUTE

Nama : Abdul Hadi Haqqi

No. Reg. Mahasiswa : 022104028

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang/S1

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Dra. Retnani, M.Pd

Penelitian ini mengambil tema tentang Alih Tutur Percakapan Bahasa Jepang Dalam Kaiwabun (会話文) Pada Buku (日本語中級I)Nihongo Chùkyù I (日本語中級I) Terbitan The Japan Foundation Japanese Language Institute. Adanya ketidakharmonisan dalam percakapan bahasa Jepang antara pihak pembelajar bahasa Jepang dengan orang Jepang terjadi karena kurangnya pemahaman tentang alih tutur dalam percakapan bahasa Jepang. Hal tersebut yang melatar belakangi penulisan skripsi ini.

Rumusan masalah yang dibahas pada penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah proses alih tutur percakapan bahasa Jepang dalam Kaiwabun (会話文) pada buku Nihongo Chùkyù I (日本語中級I) terbitan The Japan Foundation Japanese Language Institute?

2. Bagaimanakah pola alih tutur percakapan bahasa Jepang yang digunakan dalam Kaiwabun (会話文) pada buku Nihongo Chùkyù I (日本語中級I) terbitan The Japan Foundation Japanese Language Institute?

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini bukan data numerikal melainkan data berupa 13 percakapan bahasa Jepang dalam Kaiwabun (会話文) pada buku Nihongo Chùkyù I (日本語中級I) Terbitan The Japan Foundation Japanese Language Institute.

Hasil dari penelitian ini adalah :

1. Alih tutur percakapan bahasa Jepang dalam Kaiwabun (会話文) pada buku Nihongo Chùkyù I (日本語中級I) terbitan The Japan Foundation Japanese Language Institute terjadi ketika antara peserta percakapan saling menanggapi ujaran lawan bicaranya. Lalu proses alih tutur biasanya diawali dengan aizuchi (相槌) ‘tanggapan’ :

1. Tanggapan Persetujuan

2. Tanggapan Keraguan

3. Tanggapan Ketidaksetujuan

2. Pola alih tutur percakapan bahasa Jepang dalam Kaiwabun (会話文) pada buku Nihongo Chùkyù I (日本語中級I) terbitan The Japan Foundation Japanese Language Institute menggunakan pasangan ujaran terdekat, yang terdiri atas :

1. Pasangan tanya-jawab

2. Pasangan keluhan-alasan

3. Pasangan ajakan-persetujuan-penolakan

4. Pasangan perintah-penerimaan-penolakan-pembalikan

5. Pasangan tawaran-penerimaan

6. Pasangan panggilan-jawaban


要旨

国際交流基金日本語国際センターの

日本語中級Iの教科書の「会話文」の日本語会話の順番取り

名前 アブドル・ハディ・ハッキ

学生番号 022104028

専門 日本語教育学科 / S1

学部 言語芸術学部

大学 スラバヤ国立大学

指導教師 Dra. レトナ二, M.Pd.

この論文のテーマは国際交流基金日本国際センターの日本語中級Iの教科書の「会話文」の日本語会話の順番取りである。日本語の会話において日本語学習者側と日本人の間に不調和がある。日本語の会話の順番取りについて理解が不足だから。その点は論文を書くことにした背景である。

本論文での問題点は次の2点である。

1. 国際交流基金日本国際センターの日本語中級Iの教科書の「会話文」の日本語会話の順番取りの過程はどのようなものか。

2. 国際交流基金日本国際センターの日本語中級Iの教科書の「会話文」の日本語会話の順番取り形はどのようなものか。

研究では分類にDeskriptif Kualitatifの方法を用いた。なぜなら資料が数字ではないから。資料は「国際交流基金日本国際センターの日本語中級Iの教科書の「会話文」」の13日本語会話である。

研究の結果は :

1. 国際交流基金日本国際センターの日本語中級Iの教科書の「会話文」の日本語会話の順番取りの過程は、話者が相手の発話を気付き合いのときに生じる。それから順番取りの過程に相槌がはじまる。

1. 肯定の相槌

2. あいまいな相槌

3. 否定形のあいづち

2. 国際交流基金日本国際センターの日本語中級Iの教科書の「会話文」の日本語会話の順番取りの形は隣接ペアを使用する。

1. 質問-答え

2. 悩み-理由

3. 招き-賛成-断り

4. 命令-賛成-断り-戻り

5. 値切り-賛成

6. 呼びかけ-応答


60 ABSTRAK

Makna Kiasan Peribahasa Jepang

Yang Menngandung Unsur Anggota Tubuh Manusia dan Padanan Maknanya Dalam Peribahasa Indonesia

Nama Mahasiswa : Retno Diah Untari

NRM : 022104008

Prodi/Jur. : Prodi Pendidikan Bahasa Jepang/Jurusan Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Didik Nurhadi, S.Pd, M.Pd.

Arti kata peribahasa adalah kata-kata pendek yang mengiaskan maksud tertentu, menunjukkan ajaran tentang kehidupan dan kebenaran. Peribahasa muncul secara alamiah seiring kehidupan manusia. Peribahasa membuat bahasa menjadi kaya, bervariasi dan indah. Namun banyak orang yang tidak mengerti makna yang terkandungdalam peribahasa tersebut karena jumlahnya yang sangat banyak sehingga sulit mempelajarinya.

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana makna kiasan peribahasa Jepang yang menggunakan unsur anggota tubuh manusia (atama (), ashi (), te (), kao (),me (), kuchi ()) dalam Rainbow Kotowaza Jiten?

2. Bagaimana makna kiasan peribahasa Jepang yang mengandung unsur anggota tubuh manusia (atama (), ashi (), te (), kao (), me (), kuchi ()) dalam Manga Kotowaza Kanyouku Jiten karya Kunihiro Isao?

3. Bagaimana makna kiasan peribahasa Jepang yang mengandung unsur anggota tubuh manusia (atama (), ashi (), te (), kao (), me (), kuchi ()) dalam Jitsuyou Kotowaza Jiten karya Kurohane Senaki?

4. Nasehat apakah yang terkandung dalam peribahasa Jepang yang menggunakan unsur anggota tubuh manusia dalam buku Rainbow Kotowaza Jiten karya Hosokawa Seihaku, Manga Kotowaza Kanyouku Jiten karya Kunihiro Isao, dan Jitsuyou Kotowaza Jiten karya Kurohane Senaki?

5. Bagaimana padanan makna peribahasa Jepang yang mengandung unsur anggota tubuh manusia tersebut di atas dengan peribahasa Indonesia?

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan datanya melalui metode kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan: pertama menganalisis makna data kalimat peribahasa yang sudah terkumpul. Kedua menganalisis makna kiasan serta nasehat yang terkandung di dalamnya. Ketiga mencari padanan maknanya dalam peribahasa Indonesia.


Hasil yang diperoleh berdasarkan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:

1. Makna kiasan yang terkandung dalam peribahasa, dalam hal ini peribahasa Jepang yang menggunakan unsur anggota tubuh manusia dalam Rainbow Kotowaza Jiten , memiliki hubungan secara fungsional antara bahasa kiasan dengan kenyataannya.

2. Makna kiasan unsur anggota tubuh manusia dalam peribahasa Jepang yang terdapat dalam Manga Kotowaza Kanyouku Jiten, dapat disimpulkan bahwa memiliki hubungan secara fungsional dengan fungsi anggota tubuh manusia pada kenyataannya.

3. Begitu pula peribahasa Jepang dalam Jitsuyou Kotowaza Jiten, makna kiasan anggota tubuh manusia memiliki hubungan secara fungsional dengan kenyataan yang sebenarnya.

4. Nasehat-nasehat yang penting dan berguna bagi kehidupan sehari-hari termuat di dalam kalimat peribahasa Jepang, seperti yang dicontohkan peribahasa ‘Kuchi wa wazawai no moto’ yang mengajarkan manusia supaya berhati-hati dalam berbicara.

5. Peribahasa Jepang mempunyai padanan makna dengan peribahasa Indonesia. Hanya saja objek yang digunakan dalam kalimat peribahasa Jepang dan peribahasa Indonesia ada yang berbeda. Misalnya kata malu dalam peribahasa Jepang dilambangkan oleh lumpur sedangkan dalam peribahasa Indonesia dilambangkan oleh arang.



61 ABSTRAK

AMBIGUITAS KALIMAT BERBAHASA JEPANG DALAM JURNAL

NIHONGO KYOUIKU TSUUSHIN EDISI KE-46 SAMPAI EDISI KE-54

Nama : Cynthia Dewi Purnomo

NRM : 032104039

Prodi/ Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang/ Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Didik Nurhadi S.Pd., M.Pd.

Ambiguitas atau ketaksaan makna, dalam bahasa Jepang dikenal dengan ‘aimaisei’ merupakan fenomena kebahasaan yang sering dijumpai dalam contoh-contoh kalimat berbahasa Jepang. Sayangnya, fenomena kebahasaan ini tidak terjelaskan secara baik, baik ketika pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing diberikan oleh native speaker maupun oleh pengajar yang bukan native speaker. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana interpretasi makna bentuk-bentuk ambiguitas dalam kalimat berbahasa Jepang, khususnya dalam Nihongo Kyouiku Tsuuhin sebagai sumber data penelitian ini. Klasifikasi terhadap bentuk ambiguitas berdasarkan faktor penyebab kemunculan kegandaan makna, juga menjadi tujuan penelitian ini.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yakni mengenai ambiguitas makna oleh Shibatani dan Momiyama. Teori yang ada menjelaskan bagaimana menginterpretasikan bentuk ambiguitas dan faktor yang menyebabkannya. Selain itu, penulis mengajukan beberapa teori dari bahasa Indonesia sebagai penambah pemahaman untuk menjelaskan bentuk ambiguitas tersebut.

Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi. Metode ini digunakan untuk menganalisis pemilahan kalimat-kalimat yang mengandung keambiguitasan makna dalam jurnal tersebut. Selanjutnya melalui penggunaan metode analisis kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana interpretasi makna terhadap bentuk-bentuk ambiguitas tersebut, serta pengklasifikasian yang bisa dibuat sesuai dengan tujuan penelitian ini.

Hasil analisis membuktikan bahwa fenomena kebahasaan yang disebut dengan ambiguitas makna dalam kalimat berbahasa Jepang, khususnya dalam penelitian ini pada Jurnal Nihongo Kyouiku Tsuushin edisi ke-46 sampai edisi ke-54 ditemukan adanya 52 kasus ambiguitas makna dalam konstruksi kalimat berbahasa Jepang.

Data penelitian yang berjumlah 52 bentuk ambiguitas diinterpretasikan maknanya berdasarkan hal-hal yang menyebabkan kegandaan makna, kemenduaan makna pada masing-masing bentuk ambiguitas tersebut. Hasil analisis menemukan bahwa kemenduaan makna, kegandaan makna (ambiguitas) terjadi karena; pertama, perbedaan interpretasi struktur gramatikal; kedua, ambiguitas terjadi karena pada konstruksi kalimat tersebut terdapat kata yang berpolisemi.

Mendasarkan pada faktor penyebab keambiguitasan makna dalam analisis ini pula dibuatkanlah klasifikasi, kategorisasi terhadap bentuk-bentuk ambiguitas yang ada dalam dua jenis, yakni bentuk ambiguitas yang terjadi karena perbedaan penafsiran struktur gramatikal, disebut dengan istilah kouzouteki aimaisei, dan bentuk ambiguitas yang terjadi karena berpoliseminya kata tertentu, disebut dengan istilah tagigo ni yoru aimaisei.


要旨

『日本語教育通信』第46号から第54号までに於ける日本語文章のあいまい表現を分析

名前 :シンティア デウィ プルノモ

学生番号 :032104039

専門 :日本語教育学科 / S1

学部 :言語芸術学部

大学 :スラバヤ国立大学

指導教師 :ディディク ヌルハディ S.Pd., M.Pd.

日本語には文章に意味不明およびいろいろと解釈できるという言語現象がしばしば見られて、それは意味的に曖昧という表現だとみなされている。とはいえ、この言語現象はネイテイブ・スピーカーや非ネイテイブ・スピーカーによって日本語教育の過程であまり説明されていないことが確かである。その理由を基礎にして本研究は日本語文章特に『日本語教育通信』における意味的に曖昧をどのように解釈できるかと曖昧表現をどのように分類できるかを目的にするのである。

研究対象は『日本語教育通信』第46号から第54号までにおける意味的に曖昧を生じた表現および文章である。研究対象を考察した結果、52文章に意味的に曖昧性が含むと結論した。

本研究は質的記述研究の方法すなわち記録法を扱い研究対象およびデータを解釈して分析する。記録法上述のジャーナルにある意味的に曖昧性が含む文章を交際するために記述するのである。それから、質的記述の分析は意味的に曖昧性をどのように解釈できるのかと、曖昧表現をどのように分類できるのかを記述する。

上記に述べたように、ジャーナルから取り出した曖昧性とされた表現は52文章である。全てのデータを意味的に曖昧を生じた要素から考えて、どのように解釈できる可能性を提供した。分析結果から分かるようでは、意味的に曖昧を生じた要因は、一つは文の構造的解釈の相違によることである。もう一つは文中に多目的な意味で解釈できる語(多義語)によることである。

意味的に曖昧性を生じた要因の視点から、曖昧表現を分類した結果は構造的曖昧性をと多義語による曖昧性を二つに分類した。


62 ABSTRAK

ANALISIS FUNGSI PARTIKEL ‘NO’ DALAM NOVEL

MADOGIWA NO TOTTO CHAN 『窓ぎわのトットちゃん』

KARYA TETSUKO KUROYANAGI

Nama : Siti Nurmalasari

NRM : 032104223

Prod. Studi/ Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang/ Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Drs. Hamid

Bahasa Jepang mempunyai berbagai macam partikel. Partikel-partikel bahasa Jepang pun tidak akan mempunyai makna jika belum digabungkan dengan kata yang lain dalam kalimat. Di dalam bahasa Jepang, partikel yang sering digunakan dalam kalimat yaitu partikel no baik lisan maupun tulisan dalam novel Madogiwa no Totto Chan 『窓ぎわのトットちゃん』. Oleh karena itu harus memahami fungsi partikel no di dalam kalimat. Hal inilah yang melatarbelakangi skripsi ini.

Rumusan masalah yang diambil penulis adalah :

  1. Berapa jumlah fungsi partikel no yang digunakan dalam kalimat pada novel Madogiwa no Totto Chan 『窓ぎわのトットちゃん』karya Tetsuko Kuroyanagi.
  2. Bagaimana fungsi partikel no yang digunakan dalam kalimat pada novel Madogiwa no Totto Chan 『窓ぎわのトットちゃん』 karya Tetsuko Kuroyanagi.

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai fungsi partikel no yang ada di dalam novel Madogiwa no Totto Chan 『窓ぎわのトットちゃん』. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambaran yang jelas mengenai fungsi partikel no yang ada di dalam novel Madogiwa no Totto Chan 『窓ぎわのトットちゃん』.

Hasil penelitian ini adalah dari 146 partikel no yang terdapat di dalam 88 kalimat terdapat 9 fungsi partikel no yang digunakan dalam kalimat. Partikel no yang sering digunakan yaitu yang berfungsi menunjukkan tempat keberadaan dan yang paling sedikit digunakan yaitu yang berfungsi menunjukkan perasaan pembicara.

Kata kunci:

Partikel no

要旨

黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』における助詞「の」役目の分析

名前 :シティヌルマラサリ

学生番号 :032104223NR

専門 :日本語学科S1

学部 :言語芸術学部

大学名 :スラバヤ国立大学

指導教師 :ハミド、Drs

日本語は色々な助詞が多い。日本語の中に助詞「の」使用が多い。他の言葉と合併しないなら、意味は無い。日本語の中に書く言葉と話し言葉は助詞「の」がよく使う。だから、私達は日本語の文の中に助詞「の」役目を理解しなければならない。

問題の公式は論文を書くこと。

1. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』第一から第三までの言葉の中に助詞『の』役目はいくつあるか。

2. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』第一から第三までの言葉の中に助詞『の』役目はどうか。

この研究は一般的に黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』助詞「の」役目について正確な描写を説明あげる。この分析の方法はdeskriptif kualitatifである。この方法をデータを集めるのは文である。または正確な目的格描写をえられるほど黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の文の中に助詞「の」役目を理解するのに使う。

その方法でできた研究の結果はこの小説には88文中に146の助詞「の」がある。その中には9の助詞「の」役目を使う。助詞「の」役目の中に場所を表すのがよく出てくる。

言葉の錠:

助詞「の」


63 ABSTRAK

PENGGUNAAN PARTIKEL (助詞)wa () DAN ga () DALAM

]NOVEL MADOGIWA NO TOTTO CHAN 『窓ぎわのトットちゃん』(TOTTO-CHAN SI GADIS KECIL DI TEPI JENDELA)

KARYA TETSUKO KUROYANAGI 徹子黒柳

Nama Mahasiswa : Hanna Kali Wahyumi

NRM : 032104227

Prodi/ Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang/ Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Drs. Hamid.

Kata kunci

Partikel dan partikel

Partikel dan partikel penggunaannya banyak ditemukan dalam wacana lisan dan wacana tulis Bahasa Jepang. Saat memulai belajar Bahasa Jepangpun kedua pertikel ini diajarkan. Karena partikel ini penggunaannya bisa saling menggantikan, maka sangat penting untuk memahami bagaimana penggunaan kedua partikel tersebut.

Penelitian ini menggunakan teori Naoko Chino untuk menganalisis fungsi dari partikel dan partikel dalam kalimat Novel Totto Chan bab 1-bab 4. Dari penelitian yang dilakukan terdapat 122 kalimat yang memakai partikel dan partikelkemudian kalimat-kalimat ini diteliti menggunakan teori Naoko Chino yang mengungkapkan 7 fungsi partikel dan 15 fungsi partikel

Setelah diteliti 7 fungsi partikel ditemukan yaitu:

1. Menunjukkan kondisi yang sudah diketahui secara umum,

2. Mengungkapkan sekali lagi tentang subjek kalimat,

3. Menjelaskan keadaan atau kondisi subjek kalimat,

4. Menunjukkan dua kalimat yang memiliki subjek sejenis,

5. Menegaskan perbuatan, tempat kejadian,

6. Benda yang diutamakan atau dikecualikan,

7. Menunjukkan keberbedaan dengan lainnya, ungkapan yang bersifat idiomatik.

Dari 15 fungsi partikel hanya 12 yang bisa ditemukan yaitu:

1. Mengungkapkan informasi tentang subjek pembicaraan,

2. Menunjukkan keberadaan sesuatu,

3. Menunjukkan sesuatu yang sederajat,

4. Menghubungkan bagian kalimat yang bagian awal dan bagian berikutnya berlawanan,

5. Pokok kalimat dipertanyakan “nani ga” “dare ga” “doko ga”,

6. Digunakan pada kalimat yang menggunakan verba Intransitif,

7. Memilih alternatif,

8. Kalimat penghubung verba dan objek,

9. Kalimat penghubung verba dan objek yang verbanya bermakna perasaan,

10. Sebagai pembuka percakapan,

11. Penambah penjelasan,

12. Sebagai penghubung yang menunjukkan bahwa kalimat sesuadah partikel berbeda dengan isi sebelumnya.

Terdapat 3 fungsi partikel yang tidak ditemukan, yaitu:

1. Partikel yang memiliki fungsi untuk menunjukkan kalimat pengharapan dengan meletakkan partikel di akhir kalimat,

2. Memotong kalimat dengan maksud menghaluskan makna,

3. Meletakkan partikel di akhir klaimat dan penggunaan yang bersifat idiomatic ”~ga~ga [~~] menunjukkan pengertian arti “~atau~tak ada hubungan/bebas”.

Sedangkan dari 7 fungsi partikel yang paling banyak dipakai adalah fungsi menjelaskan keadaan atau kondisi subjek pembicaraan. Sedangkan dari 12 fungsi partikel yang paling banyak dipakai adalah fungsi pengungkap informasi tentang subjek pembicaraan.


要旨

徹子黒柳の『窓ぎわのトットちゃん』の第1章から第4章までにおける「は」及び「が」の助詞の研究

名前 :ハンナカリワフユミ

学生番号 :032104227

専門 :日本語学校

学部 :言語芸術学部

大学 :スラバヤ国立大学

指導教師 :ハミド, Drs.

キーワード

助詞はと助詞が

「は」及び「が」の助詞は日本語を書くときと話すときに多く使われている。学習者は日本語を学習し始めたときも、この両助詞を先生に教えてもらった。また、この両助詞は書き換えることもできるので、「は」及び「が」助詞を理解する必要がある。

本研究は直子茅野の理論を使用して、徹子黒柳の『窓ぎわのトットちゃん』の第1章から4章までにおける「は」及び「が」の助詞を分析する。調べた結果、「は」及び「が」の助詞を使った文は122ある。「は」の助詞の機能は7つで、「が」の助詞の機能は15あると直子茅野氏が述べた。

その七つの機能は次の通りである。

1. 一般的に知られた状能を表す。

2. 主語を再び示すことを表す。

3. 二つの文を同類の主語を表す。

4. 強調すること表す。

5. その出来事の場所を表す。

6. メーインにしたものまたは例外のものを表す。

7. 他のと相違店を表す、慣用的な表現を表す。

前に「が」の助詞の機能は15あると述べたが、徹子黒柳の『窓ぎわのトットちゃん』には12の機能しか見つかっていなかった。それは次

のようである。

1. 主語の話し合いに表す。

2. 公平があることを表す。

3. 同じ何かが表す。

4. 前文と後ろを結びつける。

5. ぎもんじの『何が』と『だれが』を使って主語を聞く。

6. 自動詞の文を使用する。

7. 選択の文を使う。

8. 動詞と対象を結びつけるもの。

9. 動詞と対象を結びつけるもので、その助詞は感情を表す。

10. 最初に会話をするときに使う。

11. 説明追加する。

12. 「が」の助詞の後に来る文は前文の内容が違うものを結びつける。

そして、見つかっていなかった三つの機能は次のようである。

1. その助詞「が」役目は助詞「が」を文末において、頼みの分を表すし、

2. 文を丁寧するために文を切るし、助詞「が」を文末において、

3. 熟語「~が~が」を使うのに「~atau~tak ada hubungan/ bebas」表す意味。

七つの機能の中で、最もよく使われている助詞「は」機能を表す助詞である。これは、その出来事の場所を表す。十二の機能の中で、最もよく使われている助詞「が」機能を表す助詞である。これは、主語の話し会いに表す。


64 ABSTRAK

MAKNA SHUUJOSHI (終助詞) RAGAM BAHASA PRIA DAN WANITA DALAM KOMIK HANSAMU NA KANOJO『ハンサムな彼女』HANDSOME GIRL JILID 3 KARYA WATARU YOSHIZUMI

Nama Mahasiswa : Trylia Wahyu Pravita

NMR : 022104003

Prodi/Jur. : Pendidikan Bahasa Jepang/Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Drs.Urip Zaenal Fanani M.Pd

Penelitian ini berjudul “Makna Shuujoshi ragam bahasa pria dan wanita dalam komik Hansamu na kanojo 『ハンサムな彼女』Handsome Girl jilid 3 karya Wataru Yoshizumi”dengan latar belakang penelitian shuujoshi yang sangat penting penggunaannya, yaitu untuk mengungkapkan perasaan pembicara baik senang maupun yang sedih. Shuujoshi juga dipakai untuk menunjukkan ragam bahasa pria dan wanita. Di dalam komik, kalimat percakapannya banyak yang menggunakan shuujoshi, selain diungkapkan dengan gambar, perasaan pembicaranya juga dapat diketahui lewat shuujoshi.

Dari latar belakang tersebut maka akan dirumuskan 4 buah rumusan masalah yaitu :

1. Shuujoshi(終助詞)apa saja yang merupakan ragam bahasa pria dalam komik Hansamu na kanojo『ハンサムな彼女』Handsome Girl Jilid ke 3 ?

2. Shuujoshi(終助詞)apa saja yang merupakan ragam bahasa wanita dalam komik Hansamu na kanojo『ハンサムな彼女』Handsome Girl Jilid ke 3 ?

3. Bagaimana makna shuujoshi(終助詞)ragam bahasa pria dalam komik Hansamu na kanojo『ハンサムな彼女』Handsome Girl Jilid 3 ?

4. Bagaimana makna shuujoshi(終助詞)ragam bahasa wanita dalam komik Hansamu na kanojo『ハンサムな彼女』Handsome Girl Jilid 3 ?

Data dalam penelitian ini berupa 116 kalimat percakapan yang memakai shuujoshi meliputi 61 shuujoshi ragam bahasa pria dan 55 shuujoshi ragam bahasa wanita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Kualitatif yang didasarkan pada Metode Pustaka dan Dokumentasi. Karena datanya berupa kuantitatif maka perlu diadakan penghitungan data untuk mengetahui presentase dan shuujoshi yang dominan.

Berikut ini adalah hasil dari penelitian : shuujoshi ragam bahasa pria : Shuujoshi Na (28,44%), Shuujoshi Ze (4,31%), Shuujoshi Mon (0,86%), Shuujoshi Kke (1,72%), Shuujoshi Kana (2,58%), Shuujoshi Sa (3,44%), Shuujoshi Zo (2,56%), Shuujoshi No (6,03%), Shuujoshi Wa (2,56%). Shuujoshi ragam bahasa wanita : Shuujoshi No (23,27%), Shuujoshi Wa (3,44%), Shuujoshi Mono (4,31%), Shuujoshi Na (11,20%), Shuujoshi Kana (5,17%).

Sedangkan penggunaan dari masing-masing shuujoshi tersebut adalah :

Shuujoshi Na digunakan untuk menunjukkan keadaan perasaan pembicara, meminta agar orang lain setuju, menekankan suatu pernyataan, menyatakan harapan atau keinginan dan menyatakan larangan secara tegas.

Shuujoshi No digunakan untuk menyatakan kalimat tanya, menyampaikan berita dengan suara yang lembut dan menyatakan keputusan atau ketegasan.

Shuujoshi Wa digunakan untuk menunjukkan perasaan kagum, memperlembut suara dalam suatu pernyataan, menunjukkan keadaan perasaan pembicara.

Shuujoshi Ze digunakan pada kalimat yang mengandung ajakan, menyatakan ketegasan.

Shuujoshi Mon ka atau Mono ka digunakan untuk menekankan suatu pernyataan.

Shuujoshi Kke digunakan untuk menunjukkan pertanyaan dalam keadaan apabila pembicaranya mencoba untuk mengingatkan, pembicara mengingat-ingat sesuatu yang telah lalu.

Shuujoshi Kana digunakan untuk menunjukkan ketidakpastian, menyatakan permohonan yang tidak langsung.

Shuujoshi Sa digunakan untuk menyatakan ketegasan atau keputusan, menekankan suatu pernyataan.

Shuujoshi Zo digunakan untuk menunjukkan perintah atau ancaman, menyatakan penegaskan atau penekanakan ungkapan.

Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa shuujoshi yang dominan dalam komik Handsome Girl jilid 3 adalah shuujoshi Na sebesar 39,66% dan yang paling kecil adalah shuujoshi Mon yaitu 0,86%

要旨

漫画『ハンサムな彼女』第3版における男性語と女性語という終助詞 のいみ

この研究のテーマは漫画『ハンサムな彼女』第3版における男性語と女性語という終助詞のいみ終助詞の使い方は大切な、終助詞は話す人の気持ちを表現するために、楽しいとか悲しいの感情である。終助詞は男性語と女性語のことがある。漫画の会話の中には終助詞がたくさん使われている。漫画で話す人の気持ちは絵と終助詞知られる。

このテーマの目的は文の中の終助詞の数と文の種類明らかにする。本稿では研究課題として、次の四つの点を取り上げた。

  1. 漫画『ハンサムな彼女』第3版では、特に男性語を表す終助詞は何なのか。
  2. 漫画『ハンサムな彼女』第3版では、特に女性語を表す終助詞は何なのか。
  3. この男性語を表す終助詞はどのように使われているか。
  4. この女性語を表す終助詞はどのように使われているか。

このデータの中に男性語と女性語を表す終助詞の使い方は116の会話文がある。それは62男性語、54女性語である。本研究の結果が次のように明らかになった。

本研究の方法はkualitatifである。Kualitatifは本の方法と文書の方法を使った。このデータはkuantitatifですから、パセントを知るために計算することができないである。

  1. (39,66%)
  2. (29,31%)
  3. (6,03%)
  4. (4,31%)
  5. もん/もんのか (5,17%)
  6. っけ (1,72%)
  7. かな (7,76%)
  8. (3,44%)
  9. (2,56%)

それぞれ終助詞の使い方は:

終助詞 な の使い方

気持ちを表す、他の人に同意を求める、文を強張する、希望を表す、禁止の表現をやわらげる

終助詞 の の使い方

質問文を表す、ニュースーの伝えてをやわらげる、文を強張する

終助詞 わ の使い方

うっとり気持ちを表す、話すをやわらげる、話す人の気持ちを表す

終助詞 ぜ の使い方

招待文を表す、文を強張する

終助詞 もん/ものか の使い方

文を強張する

終助詞 っけ の使い方

話す人は他の人に思い起こされる、昔のことを思い起こす

終助詞 かな の使い方

確実なじゃないを表す、願いは直行じゃないを表す

終助詞 さ の使い方

文を強張する、文を強調する

終助詞 ぞ の使い方

命令と脅しを表す、文を強張する

だから本研究には一番多く使われている終助詞は終助詞な39,66%、それから一番少し使われている終助詞は終助詞もん0,86%と知られている。


ABSTRACT

A STUDY OF JAPANESE CONJUNCTIONS IN SOME ARTICLES OF NIPPONIA MAGAZINES

By JIHAN*

This study is about Japanese conjunction in “Nipponia magazine” published in 1999 and 2000. The problems that writer analyzes: 1. What kinds of Japanese Conjunctions are found in the magazine? 2. What are their function? 3. How are they used in those articles?

In analyzing the Japanese conjunctions, the writer uses qualitative approach since the data is collected in the form of words. The method of this analysis is content of analysis, which is used to give descriptive information about Japanese conjunctions that are used in the sentences of articles. She applies the steps of analysing the data: firstly, she classifies the kinds of Japanese conjunctions, explains the function of Japanese conjunctions and describes how the Japanese conjunctions are used, then presents the findings.

From the analysis, the writer finds many Japanese conjunctions in those articles namely Nihon jin niwa, Odoru Nihon jin, Dentoo geino o tsugu wakamonotachi. She finds the kinds of conjunction that are mostly used are Gyakusetsu no setsuzokushi, tenka no setsuzokushi and heiritsu no setsuzokushi. The second one that often occurs in the articles is setsumei no setsuzokushi, jooken no setsuzokushi, tenkan no setsuzokushi, sentaku no setsuzokushi. Those conjunctions are used to relate words, phrases, sentences, paragraphs. In this analysis the writer does not find conjunction that is used to relate clauses.

Based on the findings the writer concludes that the Japanese conjunction always appear in every sentence. In addition, the most dominant Japanese conjunction is to. There are many nouns that are related by conjunction to than the other conjunction. All kinds of the conjunction can be joined words, phrases, sentences, paragraph based on their function.

*Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, meneliti tentang Lingustik bahasa Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: