Abstrak Linguistik 3

34 ABSTRAK

DESKRIPSI MAKNA KATA “MATA” ATAU “ME” DALAM KANYOUKU (IDIOM) BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

Nama : Susilo Hadi

Nomer Registrasi : 99240011

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Kanyouku (idiom) adalah dua atau lebih kata yang bila digabungkan akan menimbulkan arti yang sudah ditetapkan. Jadi idiom adalah gabungan kata (frase) yang maknanya sudah ditetapkan (tidak dapat ditafsirkan dengan makna-makna unsur pembentuknya). Orang di Negara manapun banyak menggunakan idiom dalam berkomunikasi. Begitu juga dengan orang Jepang ketika berbicara, supaya tidak menyinggung perasaan lawan bicara idiom digunakan untuk menghaluskan kata-katanya.

Masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimanakah arti idiom yang berhubungan dengan “Mata” atau “Me” dalam kalimat bahasa Jepang?

2. Bagaimanakah penggunaan idiom “Mata” atau “Me” dalam kalimat bahasa Jepang?

3. Bagaimanakah persamaan arti idiom yang menggunakan “Mata” atau “Me” antara kalimat bahasa Indonesia dan kalimat bahasa Jepang?

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan idiom yang berhubungan dengan “Mata” atau “Me” yang terdapat dalam kalimat bahasa Jepang.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai informasi tentang kanyouku (idiom) yang terdapat dalam bahasa Jepang, khususnya yang menggunakan kata “Mata” atau “Me”.

Penelitian ini meggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif dengan didasarkan pada penelitian kepustakaan, untuk mendiskripsikan idiom “Mata” atau “Me” dalam kalimat bahasa Jepang.

Dari rumusan masalah di atas, hasil analisis dalam penelitian ini adalah:

1. Arti idiom yang berhubungan dengan “Mata” atau “Me” menunjukkan perasaan dan pemikiran yang menerangkan sesuatu yang dilihat.

2. Penggunaan idiom “Mata” atau “Me” dalam kalimat bahasa Jepang bisa digunakan untuk menerangkan suatu pendapat dan pengalaman.

3. Persamaan arti idiom yang menggunakan “Mata” atau “Me” antara kalimat bahasa Indonesia dan kalimat bahasa Jepang bisa dipakai untuk menerangkan situasi, aktivitas, gerakan, atau perbuatan.


要旨

日本語の文章の中における目と関係がある

慣用句の意味について

慣用句というのは、二つの以上の言葉がむすびついて、ある決まった意味を表わすこと。どこの国の人でも慣用句がある。日本人は、話している時に相手の心を触れないように慣用句で言葉を丁寧することがよく使っう。体の部分について慣用句があり、特に目を使う慣用句であり。

この研究は、日本語の文章の中における目と関係がある慣用句の意味が分かるようにするためである。

本論文の問題は、

1. 日本語の文章の中に見られる心を使用する慣用句の意味は、どうであろうか。

2. 日本語とインドネシア語の文章の中に見られる心を使用する慣用句の意味の比喩は、どうであろうか。

この研究の目的は、日本語の文章の中に目と関係がある慣用句の意味を記述する。

この研究は、ディスクリプティブクアリタティブの研究を用いた。それは、日本語の文章の中に目と関係がある慣用句の意味について答えや質問を記述する。

この研究の結果は、次のようなことが明らかになった。

1. 日本語の文章の中に見られる心と関係がある慣用句の意味は、感覚や感情を表す心の慣用句または、事件に見られるために説明する慣用句の意味である。

2. 日本語の文章の中に見られる目で使用する慣用句は、感覚、悩み、興味、期待を説明することが使える。

3. 日本語とインドネシア語の文章の中に見られる目を使用する慣用句の意味の比喩は、行為、動作、行動を説明する。


35 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN “WAKE DEWA NAI DAN WAKE NIWA IKANAI” DALAM ASAHI SHINBUN

Nama : Sri Rahayu

No Reg : 99240013

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini membahas tentang penggunaan “wake dewa nai dan wake niwa ikanai dalam Asahi Shinbun. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah dari berbagai keunikan yang dimiliki oleh bahasa Jepang, penggunaan keishiki meishi dalam kalimat merupakan salah satu yang menarik perhatian, karena meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, ternyata penggunaan keishiki meishi tersebut berkaitan erat dengan tata bahasa (bunpo). Oleh sebab itu, penelitian ini akan membahas mengenai penggunaan wake dewa nai dan wake niwa ikanai yang tergolong dalam keishiki meishi. Adapun alasannya adalah sepanjang pengetahuan peneliti, penelitian mengenai penggunaan wake dewa nai dan wake niwa ikanai selama ini belum pernah dilakukan, sehingga peneliti merasa tertarik untuk membahasnya dalam penelitian ini.

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Bagaimana penggunaan wake dewa nai dan wake niwa ikanai dalam Asahi Shinbun ?

2. Makna apa sajakah yang muncul pada penggunaan wake dewa nai dan wake niwa ikani dalam Asahi Shinbun ?

3. Bagaimanakah bentuk verba dan adjektiva yang diikuti oleh wake dewa nai dan wake niwa ikanai ?

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan hasil analisis atau uraian secara rinci yang sebelumnya didasarkan pada metode telaah pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan data yang berasal dari sumber tertulis. Adapun teknik analisis dilakukan berdasarkan pendapat Nagara Susumu, Hirota Noriko, dan Nakanishi Yaeko. Dari analisis data-data tang diperoleh dari penelitian ini adalah :

1. Kata wake dewa nai dan wake niwa ikanai merupakan kelompok kata keishiki meishi.

2. Wake dewa nai

Cara penggunaan : i/na adjective (bentuk present/past) + wake dewa nai

Verba (bentuk present/past/te iru) + wake dewa nai

Maknanya : menekankan makna sangkalan. Dapat diganti dengan “(to iu) dewa nai” yang berarti bukan seperti yang dikatakan.

3. Wake niwa ikanai

Cara penggunaan : Verba (bentuk present/past/te iru) + wake niwa ikanai

Maknanya : menunjukkan arti tidak dapat

4. Nai wake niwa ikanai

Cara penggunaan : Verba bentuk sangkal (bentuk present/past te iru)

Maknanya : menunjukkan arti harus


要旨

朝日新聞の中の「わけではない」と「わけにはいかない」

の使う方の分析

本論文では、朝日新聞の中の「わけではない」と「わけにはいかない」使い方研究を行った。日本には、特色があり、例えば形式名詞を使うこともその一つである。そこで筆者は、このトピックを選んだ。形式名詞は数が少ないが、文法と関係がある。この研究で形式名詞の中の「わけではない」と「わけにはいかない」を使う表現について研究している。先行論文には、「わけではない」と「わけにはいかない」について書いたものはない。

この研究における問題は、次の通りである。

1. 朝日新聞の中で「わけではない」と「わけにはいかない」は、どの ように使われているか。

2. 「わけではない」と「わけにはいかない」の使い方には、どのような意味があるか。

3. 「わけではない」と「わけにはいかない」を使った動詞と形容詞は、どんあ形があるか。

この研究は、質的方法を用いた。これは、分析の結果を説明する方法である。分析方法では、名柄進むと広田紀子と中西八重子研究に基づいている。

この研究の結果、次のようなことが明らかになった。

1. 「わけではない」と「わけにはいかない」は、形式名詞である。

2. 「わけではない」

用法 : . ナ形容詞「現在 . 過去形」+ わけではない

動詞「現在 . 過去形 . テイル」+ わけではない

意味 : 否定の意味を強調する。

「と言うことではない」で言い換えられる。

3. 「わけにはいかない」

用法 : 動詞「現在 . 過去形 . テイル」+ わけにはいかない

意味 : (出来ない)と言う意味を表す。

4. 「ないわけにはいかない」

用法 : 動詞の否定形「現在 . 過去 . テイル」+ わけにはいかない

意味 : 「しなければならない」と言う意味を表す。


36 ABSTRAK

MAKNA GRAMATIKAL KATA TANYA DORE, DOKO,

DAN DOCHIRA DALAM KALIMAT

Nama : Rahmi Dini Panarti

No. Reg : 99240029

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “ Makna Gramatikal Kata Tanya Dore, Doko, Dan Dochira Dalam Kalimat ” dengan latar belakang bahwa kata tanya dore, doko, dan dochira adalah kata tanya yang cukup sulit dipelajari bagi mahasiswa Bahasa Jepang pemula karena ketiga kata tanya tersebut bila didistribusikan dalam sebuah kalimat adakalanya berubah arti atau hilang makna leksikalnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna kata tanya dore, doko, dan dochira secara gramatikal dalam Bahasa jepang dan bagaimana pergeseran makna inti kata tanya dore, doko dan dochira di dalam penerjemahannya ke Bahasa Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran yang jelas tentang makna kata tanya dore, doko, dan dochira dalam kalimat. Sedangkan dalam penyelesaiannya penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, disebabkan sifat penelitian yang hanya menguraikan data yang berupa kalimat-kalimat berbahasa Jepang yang terdapat pada Nihongo Journal.

Secara ringkas proses analisis dilakukan dengan cara menentukan makna kata tanya dore, doko, dan dochira dengan mengelompokkannya menurut hubungan dengan partikel yang menyertainya. Kemudian menarik kesimpulan untuk mendapatkan pergeseran makna inti ketiga kata tanya tersebut di dalam penerjemahannya ke Bahasa Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ;

a. Kata tanya dore, doko, dan dochira yang berubah arti atau hilang makna leksikalnya yaitu;

1.Kata tanya dore yang diikuti kata kurai atau gurai tidak diterjemahkan ‘Yang mana’ karena dore tidak berfungsi untuk menanyakan pilihan. Kata kurai atau gurai dipakai untuk menunjukkan kuantitas, berapa besar atau berapa jauh sesuatu itu ada atau berada, sehingga dore yang diikuti kurai lebih tepat diterjemahkan ‘Berapa’.

2. Kata tanya doko yang diikuti partikel ka dalam konteks kalimat pertanyaan tidak diterjemahkan suatu tempat karena doko tidak berfungsi untuk menanyakan tempat. Partikel ka yang menyertai kata tanya doko maksudnya adalah untuk menunjukkan sesuatu tidak jelas atau tidak tentu sehingga ada kemungkinan anteseden yang mengiyakan atau menyangkal.

3. Kata tanya doko yang diikuti partikel e + mo terjemahannya di dalam Bahasa Indonesia adalah kata tanya ulang (reduplikasi kata tanya), yaitu; ‘Kemana-mana’.

b. Penerjemahan kata tanya dochira ke dalam Bahasa Indonesia terdapat pergeseran makna inti, yaitu;

1. Kata tanya dochira yang digunakan untuk menanyakan arah mempunyai padanan kata di dalam Bahasa Indonesia yaitu ‘Di sebelah mana’. Di dalam Bahasa Indonesia, ‘Di sebelah mana’ adalah untuk menanyakan arah dan tempat, sedangkan dochira di dalam Bahasa Jepang adalah untuk menanyakan arah.

2. Kata tanya dochira yang digunakan untuk menanyakan pilihan di antara dua benda mempunyai padanan kata di dalam Bahasa Indonesia adalah ‘Yang mana’. Di dalam Bahasa Indonesia, ‘Yang mana’ digunakan untuk menanyakan pilihan lebih dari dua benda, sedangkan dochira di dalam Bahasa Jepang digunakan untuk menanyakan pilihan di antara dua benda.

3. Kata tanya dochira yang diikuti kata sama digunakan untuk menanyakan orang yang mempunyai padanan kata di dalam Bahasa Indonesia adalah ‘Siapa’. Di dalam Bahasa Indonesia, ‘Siapa’ adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan orang tanpa menunjukkan perasaan sopan (secara sopan, harus menggunakan sebutan kata sopan untuk orang kedua tunggal lawan pembicara, seperti; anda, saudara, bapak, ibu, tuan, nyonya, dan nona menurut situasi di dalam hubungan antara pembicara dan lawan pembicara), sedangkan di dalam Bahasa Jepang dochirasama digunakan untuk menanyakan orang dengan menunjukkan perasaan sopan.


要旨

日本語における「 どれ, どこ, どちら」の疑問詞の文法的意味について

[どれ, どこ, どちら]の疑問詞 , 初めて日本語を 勉強 する学生に とって難しいものである。その 疑問詞 を文章 の中で 使用すれば 意味は薄れたり無くなったりすることがある。そこで, 本研究では実際に[どれ, どこ, どちら]の疑問詞の文法的意味について調べた。

問題 次の 二点である。

1. 日本語における [どれ, どこ, どちら]の疑問詞の文法的意味は何であるか。

2. [どれ, どこ, どちら] 疑問詞はインドネシア語に訳した時に意味が薄れ たり無くなったりすることがあるか。

本研究のデータは日本語ジャーナルの文章から取った。この
データを集めた上で分析するという本研究で用いた方法は[Deskriptif kualitatif]である。

本研究の結果, [どれ, どこ, どちら]の疑問詞の文法的意味について, 次のことが判明した。

1. [どれ、どこ、どちら]の疑問詞の意味は薄れたり無くなったりすることがある。次の三つの 場合である。

a. [どれ] という疑問詞は, [くらい] [ぐらい]をつけなければインドネシア 語に訳すれば[Yang mana]という意味であるが, [くらい] [ぐらい] つければ 数量, 距離 などを表す。

b. [どこ] という疑問詞は, [] をつければ場所ではなく, 不明なものごとを聞くために使う。

c. [どこ] という疑問詞は, [へも]の助詞をつければインドネシア語に すれば、疑問詞擬態語形 “kemana-mana”になる。

2. [どちら]の疑問詞 をインドネシア語に訳した時、意味が薄れたり無く なったりすることがある。次の三つの場合である。

a. 日本語で方向を聞くための[どちら]という疑問詞は, インドネシア語 では [Di sebelah mana] の疑問詞 を使用する。

b. 日本語で 選択を聞くための[どちら]という疑問詞は, インドネシア語 では [Yang mana] 疑問詞 を使用する。

c. [どちら]という疑問詞に[さま] をつけると, インドネシア語では[Siapa] という意味である。


37 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN FUKUJOSHI ‘BAKARI’

「ばかり」DALAM MAJALAH NIPPONIA

Nama : Sumik Handriyani

No Reg : 99240033

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Analisis Penggunaan fukujoshi ‘Bakari’ 「ばかり」Dalam Majalah Nipponia”. Dalam buku-buku pelajaran bahasa Jepang dasar seperti Nihongo Shoho, telah dibahas tentang “bakari” yang menyatakan beberapa saat waktu (yang sudah berlalu), selesainya, atau berakhirnya suatu aktivitas dan dalam konteks kalimat diartikan baru saja. Pada penggunaan semacam itu “bakari” berfungsi sebagai fukujoshi. Tapi sebenarnya “bakari” masih memiliki makna yang lain dan kurang dipahami oleh para pembelajar bahasa Jepang.

Skripsi ini akan menganalisis tentang :

1. Bentuk kalimat yang menggunakan fukujoshi “bakari” dalam majalah Nipponia.

2. Makna fukujoshi “bakari” dalam majalah Nipponia.

Dari kedua rumusan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Memperoleh gambaran tentang bentuk kalimat yang menggunakan fukujoshi “bakari” dalam majalah Nipponia.

2. Memperoleh gambaran tentang makna fukujoshi “bakari” dalam kalimat pada majalah Nipponia.

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk tambahan pengetahuan lebih mendalam kepada para pembelajar bahasa Jepang tentang penggunaan fukujoshi “bakari”.

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melukiskan keadaan sebenarnya dalam suatu obyek, sehingga diperoleh gambaran yang tepat dan obyektif.

Hasil penelitian ini yaitu bahwa “bakari” sebagai fukujoshi menyatakan :

1. Menunjukkan hal yang terhenti pada suatu tahap atau suatu lingkungan saja dan tidak melebihinya.

2. Menyatakan beberapa saat waktu (yang sudah berlalu) dimulainya, selesainya, atau berakhirnya suatu aktivitas.

3. Menunjukkan persiapan sudah selesai untuk melakukan sesuatu.

4. Menyatakan aktivitas atau kegiatan lain yang juga dapat dilakukan.

5. Menunjukkan semuanya atau hampir semuanya dalam lingkungan tersebut.

6. Menunjukkan suatu perkiraan jumlah.

Fukujoshi “bakari” digunakan baik dalam kalimat tunggal maupun dalam kalimat majemuk.


要旨

「にっぽにあ」の中に現れる副助詞「ばかり」の使用分析

この論文のテマは「にっぽにあ」の中に現れる副助詞「ばかり」の使用分析である。日本語の中の副助詞「ばかり」は終わった動作を表現するだけではなく、他の表現と意味がある。しかし、一般的に学生たちは、副助詞「ばかり」の使用についてあまり多くを知らない。それで、このテマを選んだ。「にっぽにあ」の中にはいろいろなテマがあるので、この分析のために使った。

さて、分析の問題は次の通りである。

1. 「にっぽにあ」の中に現れる副助詞「ばかり」を使った文の形はどのようなものであるか。

2. 「にっぽにあ」の中に現れる副助詞「ばかり」の意味はどのようなものである  か。

このようなことから、分析の目的は次のようにする。

1. 「にっぽにあ」の中に現れる副助詞「ばかり」を使った文の形を理解する。

2. 「にっぽにあ」の中に現れる副助詞「ばかり」の意味を理解する。

この分析の方法はdeskriptif kualitatifである。その方法は現実にあるものを説明していく方法である。

デタ分析の結果からの結論は次の通りである。

1. ところにある限界ことを表す。

2. 終わった動作を表現する。

3. 準備が終わると、なにかをすることが表す。

4. 「それだけ」、「外にはない」という限界を表す。

5. だいたいのことをするだけ表す。

6. だいたいの分量、程度を表す。

「ばかり」は単文にも、複文にも使うことができる。副助詞「ばかり」には終わった動作を表現するのによく使う。


38 ABSTRAK

REFERENSI DEIKSIS RUANG ( 指示対象)

DALAM KOMIK CONAN VOLUME 15 DAN 16

( SEBUAH KAJIAN ANALISIS WACANA )

Nama : Istiqomah

No. Reg : 00240003

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang / S – 1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Referensi Deiksis Ruang ( 指示対象) Dalam Komik Conan Volume 15 dan 16 ( Sebuah Kajian Analisis Wacana )”, Latar belakang penelitian ini adalah karena di program bahasa Jepang belum di ajarkan secara detail tentang referensi deiksis ruang (指示対象) dan hal yang terkait dengan referensi deiksis ruang belum ada yang meneliti. Sehingga penulis tertarik untuk meneliti referensi deiksis ruang tersebut. Referensi ada dua jenis yaitu ektoforis apabila rujukannya ada di luar teks dan endoforis apabila rujukannya ada di dalam teks. Rujukan endoforis ada dua macam yaitu anaforis apabila rujukannya kembali pada teks yang mendahului, dan kataforis apabila rujukannya ke teks yang mengikuti.

Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah ;

1. Bagaimana jenis deiksis ruang dalam komik Conan 15 dan 16 ?

2. Bagaimana klasifikasi deiksis ruang berdasarkan fungsi yang terdapat pada komik Conan volume 15 dan 16 ?

3. Hubungan referensi yang bagaimanakah yang terdapat pada masing–masing deiksis ruang dengan konteks dalam komik Conan 15 dan 16 ?

Hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi pembelajar bahasa Jepang, khususnya mengenai makna dan jenis referensi deiksis ruang (指示対象) dan juga bisa menambah informasi dan pengetahuan bagi pembelajar bahasa Jepang.

Sumber data dalam penelitian ini berupa komik Conan volume 15 dan 16.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang di dasarkan pada penelitian kepustakaan. Berdasarkan data di hasilkan kesimpulan bahwa referensi deiksis ruang (指示対象) dalam komik Conan volume 15 dan 16 adalah :

1. Koreこれ、soreそれdan areあれ

Pada formatif ini di temukan keseluruhan referensi yaitu ektoforis, anaforis dan kataforis. pada「これ」 di temukan keseluruhan referensi, pada 「それ」di temukan referensi ektoforis dan anaforis, sedangkan pada 「あれ」 hanya di temukan referensi anaforis.

2. Kochira こちら sochiraそちら dan achiraあちら

Pada formatif shijishi ini hanya di temukan referensi ektoforis, yaitu pada 「こちら」dan「そちら」, sedangkan pada 「あちら」tidak di temukan referensi.

3. Koko ここ、soko そこdan asokoあそこ

Pada formatif ini hanya di temukan referensi ektoforis dan anaforis sedangkan kataforis tidak ditemukan. Yaitu pada「ここ」dan「そこ」ditemukan rujukan ektoforis sedangkan pada 「あそこ」hanya ditemukan referensi anaforis.

4. Konnaこんな〜、 sonna そんな dan annaあんな

Pada formatif shijishi ini ditemukan keseluruhan jenis referensi. Yaitu pada「こんな」 di temukan referensi ektoforis dan anaforis, pada 「そんな」di temukan referensi kataforis, sedangkan pada「あんな」 tidak di temukan adanya referensi.

5. Kono この〜、sono その dan anoあの

Pada formatif ini di temukan keseluruhan referensi. Yaitu「この」 pada ditemukan referensi ektoforis dan anaforis, pada「その」ditemukan referensi anaforis, dan pada 「あの」ditemukan referensi ektoforis dan kataforis.


要旨

15卷及び第16卷のコナンの漫画の指示対象

本研究のテーマは「第15卷及び第16卷のコナンの漫画の指示対象」である。このテーマを選んだ理由は、指示対象に関する研究はまだなされていないからである。指示詞の使い方があり、一つは指すものが話の現場にある場合(現場指示 ektoforis)で、もう一つは指すものが話しの中に出てくる場合(文脈指示endoforis)である。文脈指示endoforisの種類も二つあり、指示対象が指示の前の文脈にあるもの(Anaforis)と、指示対象が指示の後の文脈にあるもの ( kataforis ) である。

本研究の問題は第15卷及び第16卷のコナンの漫画に出てくる指示、第15卷及び第16卷のコナンの漫画の指示詞の区別、及びそれぞれの指示詞の指示対象である。

データは第15卷及び第16卷のコナンの漫画から収集しました。

本研究の結果は、指示対象の意味と種類に関して日本語学習者のために役たち指示対象に関する知識と情報が増加しよう希望する。

本研究にはdeskriptif kualitatifという研究方法を用いた。研究の結果、第15卷及び第16卷のコナンの漫画はこれ、それ、あれ、こちら、そちら、ここ、そこ、あそこ、こんな、そんな、この、その、あのですが、あちらとあんなは出ていない。指示対象の研究の結果は次のようである。

1. これ、それ、あれ

これらの指示詞は全種類の指示対象に用いられている。

2. こちら、そちら、あちら

これらの指示詞は「こちら」と「そちら」はektoforisだけに用いられ、「あちら」は用いられていない。

3. ここ、そこ、あそこ

これらの指示詞は「ここ」と「そこ」はektoforis用いられあそこanaforis用いられている。

4. こんな〜、そんな〜、あんな〜

これらの指示詞は「こんな」はektoforis anaforisに用いられそんなkataforisに用いられ、「あんな」は用いられていない

5. この〜、その〜、あの〜

これらの指示詞は「この」はektoforis anaforisに用いられそのanaforisに用いられ, あのektoforis kataforis用いられた。


39 ABSTRAK

PENGGUNAAN SHUUJOSHI終助詞 (RAGAM BAHASA PRIA) DALAM KOMIK DETEKTIF CONAN 「名探偵コナンVOLUME 6

Nama : Eprata Meiningsih

No. Reg. Mahasiswa : 00240006

Prog. Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Shuujoshi 終助詞(Ragam Bahasa Pria) dalam Komik Detektif Conan 「名探偵コナン」Volume 6’. Hal ini dilatarbelakangi bahwa shuujoshi sangat penting dalam mengungkapkan perasaan. Di dalam komik hampir semua kalimatnya yang menggunakan shuujoshi. Oleh karena itu dari shuujoshi yang digunakan inilah kita bisa dengan mudah mengerti apakah tokohnya sedih atau senang

Dari latar belakang tersebut maka akan dirumuskan 2 buah rumusan masalah yaitu:

1. Shuujoshi apa saja yang merupakan ragam bahasa pria dalam komik Detektif Conan Volume 6.

2. Bagaimana penggunaan shuujoshi yang merupakan ragam bahasa pria dalam komik Detektif Conan Volume 6.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didasarkan pada metode pustaka dan dokumentasi. Karena datanya berupa kuantitatif maka perlu diadakan penghitungan data untuk mengetahui persentase dan shuujoshi yang dominan.

Dari data tersebut diperoleh 110 kalimat percakapan yang menggunakan shuujoshi ragam bahasa pria. Dan dari 110 kalimat percakapan tersebut terdapat 113 shuujoshi ragam bahasa pria.

Berikut ini adalah hasil dari penelitian ini: Shuujoshi (ragam bahasa pria) yang terdapat dalam komik Detektif Conan volume 6 adalah Na (65,49%), Kana (0,88%), Sa (1,77%), Ze (6,19%), Zo (25,66%).

Sedangkan penggunaan dari masing-masing shuujoshi tersebut adalah: Shuujoshi Na digunakan untuk menyatakan larangan, menyatakan perasaan pembicara, bertanya kepada diri sendiri, menekankan / menegaskan perkataan pembicara, menyatakan harapan, meminta persetujuan dari orang lain.

Shuujoshi Kana digunakan untuk bertanya kepada orang lain. Shuujoshi Sa digunakan untuk menekankan / menegaskan perkataan pembicara. Shuujoshi Ze digunakan untuk memamerkan kemauan kepada orang lain. menekankan / menegaskan perkataan pembicara, Shuujsohi Zo digunakan untuk menekankan / menegaskan perkataan pembicara, berkata / bergumam kepada diri sendiri, menyatakan perintah atau ancaman.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa shuujoshi yang dominan dalam komik Detektif Conan adalah shuujoshi Na sebesar 65,49% dan yang paling kecil adalah shuujoshi Kana sebesar 0,88%

Semoga penelitian ini bermanfaat bagi pembelajar bahasa Jepang secara umum dalam penelitian tentang shuujoshi ragam bahasa pria selanjutnya.


要旨

漫画「名探偵コナン」第6版における終助詞(男性語)の使い方

この研究のテーマは漫画「名探偵コナン」第6版における終助詞(男性語)の使い方である。終助詞は気持ちを表現するために必要なものである。漫画の中には終助詞がたくさん使われている。だから、終助詞から悲しいとか楽しいの感情が分かりやすい。

このテーマの目的は文の中の終助詞の数と文の種類を明らかにする。本稿では研究課題として、次の二つの点を取り上げた。

1. 画「名探偵コナン」第6では、特に男性語を表す終助詞は何なのか。

2. この男性語を表す終助詞はどのように使われているか。

本研究の方法はkualitatifである。Kualitatifは本の方法と文書の方法を使った。このデータはkuantitatif ですから、パーセントを知るために計算することができないである。

このデータの中に男性語を表す終助詞の使い方は110の会話文があった。この110の会話文には113終助詞が使われていた。本研究の結果が次のように明らかになった。

ーな 65,49%

ーかな 0,88%

ーさ 1,77%

ーぜ 6,19%

ーぞ 25,66%

それぞれ終助詞の使い方は:

終助詞「な」の使い方

1.禁止の表現をやわらげる

2.気持ちを表す

3.自問する

4.文を強張する

5.希望を表す

6.他の人に同意を求める

終助詞「かな」の使い方

他の人に質問する

終助詞「さ」の使い方

文を強張する

終助詞「ぜ」の使い方

1. 他の人に自分の希望を表す

2. 文を強張する

終助詞「ぞ」の使い方

1. 文を強張する

2. 独り言を言う

3. 命令またはおどかしを表す

だから本研究には一番多く使かわれている終助詞は終助詞「な」(65,49%)。それから一番少しく使われている終助詞は終助詞「かな」(0,88%)と知られている。

この研究は男性語の文体のうちの特に終助詞についての研究である。日本語学科でさらに研究を深めたい人に役に立つと思われる。


40 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN KATA KERJA BANTU (HOJODŌSHI)

~TE IKU DAN ~TE KURU DALAM NIHONGO JURNAL PERIODE TAHUN 1992, 1994, 1996, 1997, dan 2002

Nama : Rike Febriyanti

Nomor Registrasi : 00240204

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Analisis Penggunaan Kata Kerja Bantu (Hojodōshi) ~Te Iku dan ~Te Kuru Dalam Nihongo Jurnal Periode Tahun 1992, 1994, 1996, 1997, dan 2002”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kerancuan penggunaan kata kerja bantu ~te iku dan ~te kuru ketika berkomunikasi dalam bahasa Jepang sehari-hari para pembelajar bahasa Jepang, khususnya yang mempunyai bahasa ibu bukan bahasa Jepang. Untuk mengetahui penggunaan kata kerja bantu tersebut, maka penelitian ini dilakukan.

Penelitian ini akan menganalisis tentang:

  1. Bagaimanakah penggunaan kata kerja bantu ~te iku dalam majalah Nihongo Jurnal?
  2. Bagaimanakah penggunaan kata kerja bantu ~te kuru dalam majalah Nihongo Jurnal?
  3. Makna apa saja yang terkandung dalam kata kerja bantu ~te iku dalam majalah Nihongo Jurnal?
  4. Makna apa saja yang terkandung dalam kata kerja bantu ~te kuru dalam majalah Nihongo Jurnal?

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang penggunaan kata kerja bantu ~te iku dan ~te kuru yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana sebenarnya penggunaan ~te iku dan ~te kuru dalam kalimat termasuk juga jenis kata yang dikombinasikan dengan kedua bentuk tersebut serta makna yang ditimbulkannya maupun jenis perpindahannya dengan manfaat yang mungkin dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu bahasa terutama memberikan sedikit tambahan pengetahuan bagi pembelajar bahasa Jepang untuk memahami tentang penggunaan kata kerja bantu ~te iku dan ~te kuru.

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif karena menguraikan data-data penelitian dengan apa adanya. Subyek penelitian ini adalah kalimat-kalimat tulis bahasa Jepang yang diambil dari majalah Nihongo Jurnal sebagai sumber data utama dan kalimat-kalimat buatan yang telah melalui proses elisitasi kepada penutur asli bahasa Jepang sebagai sumber data penunjang.

Dalam penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Kata kerja bantu ~te iku dan ~te kuru dapat dilekati oleh bentuk maksud, keinginan, pengandaian dan lain-lain.

Bentuk maksud, ~te iku / kuru +ou

Bentuk keinginan, yaitu ~te iku / kuru +tai

Bentuk pengandaian, yaitu ~te iku / kuru +ba, dan lain-lain.

  1. Kata kerja bantu ~te iku dapat sebagai leksikal yang bermakna gerak berurutan, cara, keadaan, gerak menjauh, kata kerja berarah, mirip dengan gerak berpindah, dan sebagai Hojodōshi bermakna proses kelenyapan, perubahan perlahan-lahan dan kelanjutan ke suatu masa. Sedangkan kata kerja bantu ~te kuru dapat sebagai leksikal yang bermakna gerak berurutan, cara, keadaan, gerak mendekat, kata kerja berarah, mirip dengan gerak berpindah, dan sebagai Hojodōshi bermakna proses kemunculan, permulaan suatu gerak, perubahan perlahan-lahan dan kelanjutan dari suatu masa.

Dari penelitian yang telah kami lakukan, peneliti menemukan sejumlah makna iku dan kuru yang tidak terdapat dalam teori Yoshikawa Taketoki maupun teori Tomomatsu Etsuko sebagai landasan teori utama dan penunjang, maka peneliti merumuskan tambahan makna iku dan kuru dalam rumusan hasil penelitian berikut ini:

  1. Kata kerja yang menyatakan perpindahan objek keadaan perpindahan yang mengarah kepada pembicara harus menggunkaan ~te kuru segala sesuatu yang berpindah dan mengarah mendekati kepada pembicara tidak dapat menggunakan Vする」.
  2. Kata kerja penginderaan seperti 「聞こえる、においがする」dan lain-lain, tidak dapat menggunakan kata kerja bantu ~te iku karena segala sesuatu yang tertangkap oleh indera harus menggunakan kata kerja bantu ~te kuru.
  1. Bahwa dalam suatu kalimat yang mempunyai satu kata kerja yang dilekati oleh kata kerja bantu ~te iku atau ~te kuru dapat bermakna dua dengan kata lain dapat dimasukkan ke dalam dua klasifikasi makna sekaligus seperti “tondeiku” atau “aruitekuru” yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi makna ~te iku dan ~te kuru yang bermakna gerak mendekat atau menjauh dan klasifikasi ~te iku dan ~te kuru yang bermakna cara.


要旨

日本語ジャーナルの1992, 1994, 1996, 1997, 2002の中で使用されている日本語の補助動詞「~ていく・~てくる」の文法的な分析

この研究は、日本語ジャーナルの1992, 1994, 1996, 1997, 2002の中で使用されている日本語の補助動詞「~ていく・~てくる」の文法的な分析についてである。

日本語で「~ていく・~てくる」は補助動詞と呼ばれる。インドネシア語では「kata kerja Bantu」と言う。一般的に日本語学科の学生たちは「~ていく・~てくる」の使用を混同しやすい。特にインドネシアで日本語を勉強する学生である。そのため、この研究は補助動詞「~ていく・~てくる」の使用法と意味を説明したい。

分析の問題は、次の通りである。

  1. 日本語ジャーナルの中で「~ていく」はどのように使われているか。
  2. 日本語ジャーナルの中で「~てくる」はどのように使われているか。
  3. 日本語ジャーナルの文章の中で「~ていく」はどのような文法的意味を持っているか。
  4. 日本語ジャーナルの文章の中で「~てくる」はどのような文法的意味を持っているか。

本研究のデータは日本語ジャーナルの文章の中から取った。本研究で用いられた方法は「Deskriptif Kualitatif」であり、データを集めた上で分析した。

研究の結果は次の通りである。

  1. 日本語ジャーナルの中で「~ていく・~てくる」の使い方は、「V~ていく・V~てくる」+「おう」の形で意思を表すもの、「V~ていく・V~てくる」+「たい」の形で願望を表すもの、「V~ていく・V~てくる」+「ば」の形で条件を表すものがある。
  2. 「~ていく・~てくる」の「いく・くる」は(前にする動作、方法、ときの状態、近よる動作/遠ざかる動作、出現の過程/消滅の過程、徐々の変化、作用の始まり、あるときまで/あるときからの継続)の意味を持っていて、方向動詞や移動動詞ときわめて近い性質を持っている。

吉川武時と友松悦子の理論の中にないもの。

  1. 対象の移動を表す動詞は、話し手への移動を表す場合、必ず「~て来る」を使う。何かが移動する表現は話す人に対する接近を表すから、「Vする」の形は使わない。
  2. 知覚動詞「聞こえる、においがする」などに「~てくる」が続くと、知覚情報の到達を表す。「~ていく」の形は使わない。
  3. 「Vて+くる・Vて+いく」の動詞は動作(近よる/遠ざかる)と方法(どのようにして行く/来る)の二つの意味を持っているため二つに類別することができる。


41 ABSTRAK

要旨

ANALISIS 慣用句(KANYOOKU) YANG MENGGUNAKAN KATA

(ATAMA) DALAM BAHASA JEPANG DAN PADANANNYA DENGAN IDIOM BAHASA INDONESIA

日本語の「頭」を使用した慣用句とインドネシア語の慣用句との比較研究

Nama : Hariani

Nomor Registrasi : 00240206

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

慣用句というのは二つの以上の言葉がむすびついて、ある決まった意味を表す句のことである。慣用句使うことで、言葉が上品になったり、話の目的をくわしく説明したりすることができる。

本研究の問題は以下の通りである。

1.日本語の「頭」を使用した慣用句にはどんなものがあるだろうか。

2.日本語の文章の中で「頭」を使用した慣用句は、どのように使用されているか。

3.日本語の「頭」を使用した慣用句とインドネシア語の慣用句の意味の同じは、何であろうか。

本研究はディスクリプティブクアリタティブの研究を使用し、収集にはMetode Kepustakaan Metode Lapanganを使用する。まず、「頭」を使用した慣用句をデータとして集め、意味を分析した。そして、「頭」の慣用句の使用について分析し、インドネシア語の慣用句と同じ意味のものを探した。

本研究の結果は以下の通りである。

1.日本語の「頭」を使用した慣用句は 53 ある。

2.日本語の文章の中に「頭」を使用した慣用句は、時と状態によって使い方が違う。

3.日本語の「頭」を使用した慣用句はインドネシア語の「頭」を使用した慣用句と同じ意味のものがある。また、日本語の「頭」を使用した慣用句はインドネシア語の「頭」を使用していない慣用句と同じ意味のものがある。


42 ABSTRAK

ANALISIS FUNGSI ~TE (~て) DAN ~SHI (~し) SEBAGAI PARTIKEL KATA SAMBUNG (SETSUZOKUJOSHI) DALAM SHŪKAN ASAHI, NIHONGO JOURNAL, NIPPONIA

Nama : Ahliana

Nomor Registrasi : 00240215

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Analisis Fungsi ~te dan ~shi Sebagai Partikel Kata Sambung (Setsuzokujoshi) Dalam Shūkan Asahi, Nihongo Journal, Nipponia” yang dilatar belakangi adanya persamaan dan perbedaan dalam penggunaan partikel kata sambung tersebut sehingga penulis mengalami kesulitan ketika menentukan kapan saatnya dalam suatu penggabungan kalimat menggunakan partikel kata sambung ~te dan ~shi karena keduanya dapat menunjukkan arti yang sama yaitu “sebab-akibat” dan juga sama-sama bisa melekat pada yōgen 用言 (kata kerja dan kata sifat) serta taigen 体言 (kata benda) yang ditambah dengan kata kerja bantu 助動詞. Untuk mengetahui penggunaan kata sambung tersebut itulah, maka penelitian ini dilakukan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana fungsi partikel kata sambung ~te dalam bahasa Jepang ?
  2. Bagaimana fungsi partikel kata sambung ~shi dalam bahasa Jepang ?
  3. Apa persamaan dan perbedaan partikel kata sambung ~te dan ~shi ?
  4. Apakah pada penggunaannya partikel kata sambung ~te dan ~shi dapat dipertukarkan bila mempunyai fungsi yang sama ?

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena sifatnya menguraikan data-data penelitian dengan apa adanya. Subyek penelitian ini adalah kalimat-kalimat tulis bahasa Jepang yang diambil dari majalah Shūkan Asahi sebagai sumber data utama dan Nipponia serta Nihongo Journal sebagai pelengkap sumber data, disamping itu menggunakan elisitasi (data buatan) sebagai penambah kekurangan data pada klasifikasi yang telah ditentukan.

Penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi tentang penggunaan partikel kata sambung ~te dan ~shi yang diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang persamaan dan perbedaan partikel kata sambung tersebut serta bisa tidaknya penggunaan kedua partikel kata sambung itu dipertukarkan, dengan manfaat dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu bahasa terutama memberikan sedikit tambahan pengetahuan bagi mahasiswa Bahasa Jepang untuk memahami tentang penggunaan partikel kata sambung ~te dan ~shi.

Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Penggunaan ~te dapat melekat pada yōgen 用言 (kata kerja dan kata benda) dan taigen 体言 (kata benda). Pada kata kerja menggunakan bentuk keberlanjutan 連用形 ditambah bentuk te (kaki 書き + te ð kaite), kata sifat (pada keiyōshi + te ð ~kute, dan pada keiyōdōshi + de ð ~de), kata benda + de ð ~de, dimana dapat menunjukkan arti sebagai keterangan tambahan, alat, kelanjutan aktivitas, sebab-akibat, menggabungkan kalimat-kalimat sejajar atau setara, serta menjelaskan asal terjadinya suatu peristiwa (waktu).
  2. Penggunaan ~shi dapat melekat pada yōgen 用言dan taigen 体言. Pada kata kerja bentuk lampau 過去動詞 (vta + shi ð vta shi), pada kata kerja yang menggunakan bentuk perubahan pertama 連体形, juga bisa pada kata kerja yang diikuti oleh kata kerja bantu 助動詞bentuk penghentian/akhir 終止形 yang berarti “sopan 丁寧” yaitu “masu ます”, pada kata kerja yang diikuti kata kerja bantu 助動詞 bentuk penghentian/akhir 終止形 yang berarti “penunjuk 指定” yaitu “desu です”, pada kata sifat, dan pada kata benda, dimana memiliki 2 arti yaitu “sebagai penggabung kalimat sejajar atau setara” serta “menyatakan sebab-akibat”.
  3. Persamaan ~te dan ~shi terletak pada salah satu artinya yaitu sama-sama menyatakan “sebab-akibat”, selain itu sama-sama “sebagai penghubung dua atau lebih kalimat/klausa yang setara atau sejajar”.

Perbedaan ~te dan ~shi ada pada bentuk dan perubahan kata yang dilekatinya. Selanjutnya sama-sama menghubungkan dua atau lebih kalimat/klausa setara, tapi pada ~te menjajarkan klausa yang berhubungan, sedangkan ~shi menjajarkan tapi tiap klausa berdiri sendiri atau memiliki arti sendiri (tidak berhubungan).

  1. Partikel kata sambung ~te dan ~shi walaupun memiliki persamaan dalam arti, tapi berbeda pada bentuk dan perubahan kata yang dilekatinya. Selain itu pada ~te klausa yang disejajarkan memiliki hubungan, sedangkan ~shi tiap klausa berdiri sendiri. Dilihat dari perbedaan yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka ~te dan ~shi tidak bisa dipertukarkan meskipun memiliki arti yang sama, karena masing-masing memiliki aturan penggunaan sendiri-sendiri.


要旨

日本語の接続助詞「~て」と「~し」の文法的分析について

日本語で「~て」と「~し」は接続助詞と呼ばれる。インドネシア語では「Partikel Kata Sambung」と言う。接続助詞「~て」と「~し」は同じ意味を表すが,違う意味も表す。共通点が二つあるが、この同じ部分で活用語の活用形を表す。「sebab-akibat」と「penggabungan kalimat-kalimat setara」と言う。「~て」と「~し」に使う品詞はいろいろがある。動詞,形容詞・形容動詞,名詞である。「~て」の動詞、形容詞、及び 形容動詞の変化,名詞の使い方と「~し」の変化は違うと思う。この研究では接続助詞「~て」と「~し」の使用の共通点と相違点を説明したい。

問題は次の4点である。

1.「~て」の使い方はどうか。

2.「~し」の使い方はどうか。

3.「~て」と「~し」の共通点と相違点は何か。

4.「~て」と「~し」は同じ意味を表す時、互いに交換できるか。

この研究には「Deskriptif Kualitatif」方法を用いた。データーは雑誌「週刊朝日」、「日本語ジャーナル」、「にっぽにあ」から取った。

研究結果として次の通りである:

1.「~て」の使い方は「動詞、形容詞・形容動詞、名詞」+て。意味はたくさんある。「keterangan tambahan付帯状況」、「sebagai alat手段」、「aktivitas berurutan継起」、「sebab-akibat原因・理由」、「penggabungan kalimat setara並列」、「waktu時間」である。

2.「~し」の使い方は「動詞、形容詞・形容動詞、名詞」+し。意味は二つである。一番目は「sebab-akibat」で、二番目は「penggabungan kalimat-kalimat setara」である。

3.「~て」と「~し」の共通点は意味にある。それは「sebab-akibat」と「penggabungan kalimat-kalimat setara」である。品詞「動詞、形容詞・形容動詞、名詞」にも共通点がある。

「~て」と「~し」の相違点も意味にある。「sebab-akibat」の意味を表すのに、「~て」と「~し」では前に来る活用語の活用形が違う。「~て」は活用語の連用形、「~し」は活用語の連体形と終止形。二番目は「penggabungan kalimat-kalimat setara」の意味で、「~て」では二つ以上の節は互いに関係がある。逆に、「~し」の節は個別の意味を表す。

4.「~て」と「~し」は互いに交換できない。「~て」と「~し」は共通点があるが、この共通点にも品詞の使い方に違いがある。「~て」と「~し」の相違点は、「~て」は前後の文の間に関係があるが、「~し」は前後の文の間に関係がない。


43 ABSTRAK

KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KATA SIFAT BAHASA JEPANG SISWA KELAS III BAHASA SMU NEGERI 2 LAMONGAN

TAHUN AJARAN 2003-2004

Nama : Rahayu

No. Registrasi : 00240219

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Latar belakang timbulnya judul penelitian ini adalah berdasarkan pengalaman penulis saat melakukan PPL (Program Pengalaman Lapangan) di SMU Negeri 2 Lamongan. Siswa sering mengalami kesulitan menggunakan kata sifat dalam kalimat. Walupun jenis kata sifat hanya ada dua yaitu kata sifat i (keiyoushi) dan kata sifat na (keiyoudoushi), tapi perubahannya cukup banyak. Hal itulah yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari kata sifat.

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana kemampuan siswa kelas III Bahasa SMU Negeri 2 Lamongan tahun ajaran 2003-2004 menggunakan kata sifat dalam kalimat”.

Dari rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas III Bahasa SMU Negeri 2 Lamongan tahun ajaran 2003-2004 menggunakan kata sifat dalam kalimat.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 24 siswa kelas III Bahasa SMU Negeri 2 Lamongan tahun pelajaran 2003-2004 sebagai populasi sekaligus sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang berupa tes objektif-pilihan ganda. Data yang diperoleh diolah dengan teknik statistik deskriptif, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Penilaian

2. Perhitungan tendensi sentral dan variabelitas

3. Pengkualifikasian kemampuan siswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas III Bahasa SMU Negeri 2 Lamongan tahun pelajaran 2003-2004, sebagai berikut:

1. Kemampuan rata-rata siswa menggunakan kata sifat bentuk sekarang dan akan datang adalah 84, termasuk kualifikasi baik.

2. Kemampuan rata-rata siswa menggunakan kata sifat bentuk lampau adalah 73, termasuk kualifikasi cukup.

3. Kemampuan rata-rata siswa menggunakan kata sifat bentuk negatif adalah 87, termasuk kualifikasi baik sekali.

4. Kemampuan rata-rata siswa menggunakan kata sifat bentuk negatif-lampau adalah 71, termasuk kualifikasi cukup.

5. Kemampuan rata-rata siswa menggunakan penggabungan kata sifat adalah 74, termasuk kualifikasi cukup.

6. Kemampuan rata-rata siswa menggunakan keseluruhan kata sifat adalah 78, termasuk kualifikasi baik.

Semoga penelitian ini dapat memberi informasi bagi semua pihak terutama bagi pengajar dan pembelajar bahasa Jepang di SMU Negeri 2 Lamongan.


要旨

SMU Negeri 2 ラモンガンの2003-2004学年の言語プログラムにおける

三年生の形容詞の使用能力

本題の「SMU Negeri 2 ラモンガンの2003-2004学年の言語プログラムにおける三年生の形容詞の使用能力」を選んだ理由は形容詞の種類は二つしかないが、形容詞の変化は多くて、その使用法が難しいからである。

研究問題はSMU Negeri 2ラモンガンの2003-2004学年の言語プログラムにおける三年生の形容詞の使用能力はどうだろうか。

そこで,本研究ではSMU Negeri 2ラモンガンの2003-2004学年の言語プログラムにおける三年生に対して形容詞の用法についての理解度を調べた。

研究のために学生24人にテストを受けさせた。テスト問題は非過去形の形容詞の変化、過去形の形容詞の変化、否定形の形容詞の変化、否定形過去形の形容詞の変化、および形容詞同志の結合からなっていた。この研究はDeskriptif kuantitatifの研究方法を用いた。調べたデータを検証し、検討し、分類し、まとめた結果次のようなことが明きらかになった。

1.非過去形の形容詞に対する学生の使用の平均能力は84で「良い」である。

2.過去形の形容詞に対する学生の使用の平均能力は73で「十分」である。

3.否定形の形容詞に対する学生の使用の平均能力は87で「とても良い」である。

4.否定形過去形の形容詞に対する学生の使用の平均能力は71で「十分」である。

5.形容詞の結合に対する学生の使用の平均能力は74で「十分」である。

6.全ての形容詞に対する学生の使用の平均能力は78で「良い」である。

最後にこの研究が形容詞の使用法において学生の能力向上のための情報として役に立てば、幸いである。


44 ABSTRAK

ANALISIS PENYIMPANGAN STRUKTUR KALIMAT BAHASA JEPANG

PADA ALBUM “DEEP RIVER UTADA HIKARU

Nama : MITRA PAHLEVI

No. Reg.Mahasiswa : 00240221

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Menurut Wellek dan Werren bahasa adalah sebuah bahan baku kesusastraan dan bahasa mempunyai hubungan yang erat dengan sastra. Karya sastra itu sendiri merupakan hasil dari proses berfikir seseorang yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tulisan yang indah dan kaya akan makna.

Dalam penelitian ini penulis menganalisis lagu Jepang yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru yang diteliti berdasarkan penyimpangan sintaksis, dengan mengacu pada teori penyimpangan bahasa yang dikemukakan oleh Leech yang menyebutkan ada 9 jenis penyimpangan bahasa. Adapun teks/lirik lagu yang penulis analisis adalah Sakuraドロップ, Traveling, dan Letter yang terdapat dalam album “Deep River Utada Hikaru”.

Setelah penulis membaca beberapa referensi atau sumber data, ternyata teks/lirik lagu sarat akan penyimpangan bahasa, terutama penyimpangan sintaksis. Bertolak pada teori yang dikemukakan oleh Wellek dan Werren bahwa kesusastraan sebagai karya yang fungsi estetikanya dominan, yaitu fungsi seninya yang berkuasa. Puisi sebagai karya sastra, maka fungsi estetiknya dominan dan di dalamnya ada unsur-unsur estetiknya.

Dalam penelitian ini karena data yang diteliti oleh penulis adalah data yang berupa karya sastra yaitu lirik lagu (sama seperti lirik pada puisi). Penelitian karya sastra termasuk kedalam penelitian kualitatif, maka penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif.

Melalui penelitian ini penulis memperoleh prosentase penyimpangan sintaksis pada tingkatan frase adalah sebanyak 17.65 %, prosentase penyimpangan sintaksis pada tingkatan klausa adalah 47.06 %, dan prosentase penyimpangan sintaksis pada tingkatan kalimat adalah 35.30 %. Dari jumlah prosentase di atas penulis mengambil kesimpulan bahwa penyimpangan sintaksis yang paling banyak muncul pada teks/lirik lagu Sakuraドロップ, Travelling, dan Letter adalah penyimpangan sintaksis pada tingkatan klausa, yaitu sebanyak 47.06 %.

Satu hal yang paling utama dari keinginan penulis akan penelitian ini, penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembelajar bahasa Jepang secara umum dalam penelitian tentang Penyimpangan struktur kalimat bahasa Jepang.


要旨

Analisis Penyimpangan Sruktur Kalimat Bahasa Jepang

Pada Album “Deep River Utada Hikaru

Wellek Werrenによって(、)言語(げんご)文学(ぶんがく)原料(げんりょう)(、)文学(ぶんがく)(ちか)関係(かんけい)がある。文学(ぶんがく)(い)うのは(ひと)(かんが)えの結果(けっか)(、)そしてその結果(けっか)(うつく)しくてすごい意味(いみ)(も)っている作文(さくぶん)(あらわ)れる。

この研究(けんきゅう)では(、)作家(さっか)はうただひかるが(うた)われた(うた)統語法(とうごほう)違反(いはん)にもっていてぶんせきする。研究(けんきゅう) Leech によって 種類(しゅるい)言語(げんご)違反(いはん)理論(りろん)にもとづいてぶんせきする。ぶんせきした(うた)(きょく)はうただひかるの Deep Riverアルバム(あるばむ)(ふく)めている「さくら」と「traveling」と「Letter」である。

データを(よ)んだあと(、)実曲(みきょく)言語(げんご)違反(いはん)がたくさんもっている。大体(だいたい)統語法(とうごほう)違反(いはん)である。Wellek Werren理論(りろん)にもとづいて。文学(ぶんがく)(うつく)しさをたくさんもっている。(し)と言うのは文学(ぶんがく)だから(うつく)しさもたくさんもっている。

この研究からフレズに統語法の違反のパーセントは17.65 %, クラウサ50 %, それから文に 47.06 %にがある。私はパーセントの数からまとまりをつけることができて一番たくさんあった統語法の違反は クラウサで 35.30 % がある。

この研究(けんきゅう)日本語学科(にほんごがっか)でさらに研究(けんきゅう)(ふか)めたい(ひと)(やく)(た)つと(おも)うわれる。


45 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN KATA SAMBUNG (SETSUZOKUSHI) “~TEMO” DAN “~KEREDOMO” DALAM WACANA TULIS BAHASA JEPANG

Nama : Shihhatul Fithriyati

No. Reg. Mahasiswa : 00240224

Program Studi : S-1 Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul Analisis Penggunaan Kata Sambung (Setsuzokushi) “~Temo” dan “~Keredomo” dalam Wacana Tulis Bahasa Jepang. Kata sambung temo dan keredomo mempunyai beraneka ragam makna dan fungsi, sehingga pembelajar bahasa Jepang sering melakukan kesalahan dalam pemakaiannya.

Penelitian ini akan menganalisis tentang: (1) Persamaan kata sambung temo dan keredomo, (2) Perbedaan kata sambung temo dn keredomo, (3) Percobaan pertukaran kata sambung temo dan keredomo.

Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi tentang penggunaan temo dan keredomo secara tepat. Mengetahui persamaan dan perbedaan kedua kata sambung tersebut dalam wacana tulis.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif dengan teknik kepustakaan dalam mencari sumber data, yang kesemuanya mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Moleong tentang penelitian bahasa jenis kualitatif.

Data dalam penelitian ini diambil dari Nipponia, Shukan Asahi, Nihongo Journal, buku “Naze Nihonjin wa Kinben, Kiyoo, Yuufukunano”, dan “Mengerti Budaya dan Bahasa Jepang” dengan cara menganalisis 57 wacana yang di dalamnya terdapat temo dan keredomo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan kata sambung temo dan keredomo adalah keduanya mempunyai fungsi yang menyatakan pertentangan. Kata sambung tersebut juga mempunyai arti yang hampir sama dalam bahasa Indonesia yaitu tetapi, walaupun, dan meskipun.

Perbedaan kata sambung temo dan keredomo adalah bahwa penggunaan keduanya bukan hanya pertentangan saja, tetapi ada juga penggunaan yang lainnya. Untuk Temo berfungsi sebagai penekanan dan batas jumlah, untuk Keredomo berfungsi sebagai persiapan, penghalus, dan pengharapan.

Kedua kata sambung tersebut dapat dipertukargantikankan penggunaannya jika hubungan makna yang terdapat pada kedua klausanya adalah hubungan makna kontrastif atau hubungan makna implikatif, tetapi tidak semua kontrastif dan implikatif bisa diganti, kecuali memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Temo yang tidak mengikuti pola A と言っても (A to ittemo).

2. Temo yang terdapat pada kalimat yang bukan menyatakan kejadian sia-sia, sesuatu yang terlarang (larangan), dan hal yang tidak mungkin.

3. Temo yang tidak mengikuti kata tanya (interogatif).

4. Keredomo yang tidak mengikuti pola ~かもしれない (~kamoshirenai).


要旨

日本語における接続詞「~ても」と「~けれども」の

使い方についての分析

本研究のテーマは、日本語における接続詞「~ても」と「~けれども」の使い方についての分析である。接続詞「~ても」と「~けれども」はいろいろな意味と機能を持っているので、日本語を勉強している学生はよく使い方を間違える。

本論文での問題点は、次の三点である。

1.接続詞「~ても」と「~けれども」の類似点は何か。

2.接続詞「~ても」と「~けれども」の相違点は何か。

3.接続詞「~ても」と「~けれども」の使い方には互換性があるか。

本研究が、適切な日本語の書き言葉の使い方における「~ても」と「~けれども」という接続詞の類似点と相違点に関する、有用な情報になること期待する。

本研究は Metode Deskriptif を使用する。データを集めるためには Metode Kepustakaanを使用する。本研究にはモレオン(Moleong)によって述べられた語の研究理論を使用する。

本研究に用いた資料は、にっぽにあ、週刊朝日、日本語ジャーナルという雑誌となぜ日本人は、勤勉·器用·裕福Mengenal Budaya dan Bahasa Jepang”という単行本に取り上げられていた「~ても」と「~けれども」を含む57の文章について分析した。

本研究の結果、接続詞「~ても」と「~けれども」の類似点は両方の使い方が逆接を表すことである。それから、インドネシア語にも意味は tetapi, walaupun, あるいはmeskipunであり、ほとんど同じであると思われる。

接続詞「~ても」と「~けれども」は逆接と使い方は似ているが、相違点と して、「~ても」には「強制」及び「欲求と現実の乖離」を表す使い方がある。一方、「~けれども」には「用意」、「文をやわらげる」及び「希望」を表す使い方がある。

この二つの接続詞に互換性があるのは、二つの節が Kontrastifまたは Implikatifの意味を表す関係のときである。しかし、そのことだけで十分ではなく、次の条件がなければならない。

1.「Aと言っても」の形でない「~ても」であること。

2.「むだな、不可能、だめだ」という意味を持つ文で使う「~ても」でないこと。

3.疑問詞+「~ても」の形でないこと。

4.「~かもしれない」+「~けれども」の形でないこと。


46 ABSTRAK

Penggunaan Uchi ni dan Aida ni yang Menyatakan Jangka Waktu

dalam Wacana Tulis

Nama : Ninis Restiana

Nomor Registrasi : 00240225

Program Studi : S-1

Jurusan / Program : Bahasa Asing / Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Universitas : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Penggunaan Uchi ni dan Aida ni yang Menyatakan Jangka Waktu dalam Wacana Tulis”. Alasan peneliti memilih judul ini adalah karena sebagai pembelajar bahasa Jepang sebagai bahasa asing, tidak jarang kita melakukan kesalahan pemakaian ungkapan. Salah satunya adalah ungkapan yang menyatakan waktu tertentu yaitu uchi ni dan aida ni. Keduanya sekilas mempunyai makna yang sama, tetapi berbeda.

Rumusan masalah yang dikemukakan pada penelitian ini adalah:

  1. Apakah persamaan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu?

2. Apakah perbedaan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu?

3. Apakah penggunaan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu bisa saling menggantikan?

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui persamaan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu.
  2. Untuk mengetahui perbedaan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu.
  3. Untuk mengetahui apakah penggunaan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu dapat saling menggantikan.

Objek penelitian ini adalah wacana tulis yang di dalamnya terdapat ungkapan uchi ni dan aida ni yang menyatakan jangka waktu.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk mengumpulkan data menggunakan teknik kepustakaan. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 kalimat. Kalimat yang menggunakan ungkapan uchi ni sebanyak 34 kalimat, yang menggunakan ungkapan aida ni sebanyak 24 kalimat. Kalimat yang bisa ditukarkan sebanyak 17 kalimat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan uchi ni dan aida ni digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang ada, di mana kejadian yang kedua terjadi sebelum kejadian pertama selesai.

Perbedaan uchi ni dan aida ni, uchi ni berdasarkan emosi pembicara, ada rasa penyesalan jika terlambat dilakukan, sedangkan dalam aida ni tidak ada rasa penyesalan. Selain itu batasan jangka waktu yang dinyatakan oleh uchi ni adalah titik terjadinya perubahan waktu, sedangkan batasan jangka waktu yang dinyatakan oleh aida ni adalah titik selesai dilakukannya kegiatan.

Uchi ni dan aida ni bisa saling menggantikan jika “kejadian pertama dan kejadian kedua terjadi bersamaan”, “kejadian kedua berupa titik waktu yang terjadi lebih dari satu kali”, dan “kejadian kedua ada terus selama kejadian pertama terjadi”. Sedangkan uchi ni tidak dapat digantikan oleh aida ni jika menyatakan “sebelum terlambat”, “perkembangan alamiah suatu tindakan”, dan “kejadian yang tidak disengaja”. Dan aida ni tidak dapat digantikan oleh uchi ni jika merupakan “tindakan yang disengaja”, dan “batas waktunya jelas”.


要旨

日本語における時間を表わす表現「うちに」と「間に」の使用について

この論文のテーマは日本語における時間を表わす表現「うちに」と

「間に」の使用についてである。研究者の理由は日本語を勉強している学生が時々使う表現の選択を間違うからである。たとえば時間を表わす表現「うちに」と「間に」は意味はほぼ同じであるが、使い方は違う。

本論文の問題は次の通りである:

1.「うちに」と「間に」という表現の類似点は何か。

2.「うちに」と「間に」という表現の相違点は何か。

3.「うちに」と「間に」という表現はお互いに交換することができるか。

以上のことから、論文の目的は次のようにする:

1.「うちに」と「間に」という表現の類似点を理解する。

2.「うちに」と「間に」という表現の相違点を理解する。

3.「うちに」と「間に」という表現がお互いに交換できるかどうかを理解する。

研究の対象は日本語における時間を表わす表現「うちに」と「間に」である。

本研究はMetode Deskriptif Kualitatif を使用する。データを集めるためにはMetode Kepustakaan を使用する。この研究に使う分析対象のデータは58 である。「うちに」を使う文は 38 であって、「間に」を使う文は24である。交換できる文は 17である。

本研究の結果、「うちに」と「間に」は、ある二つの状態の時間的関係を表わすときに使う。一つの状態がまだ終わっていない時にほかの状態が起こる時である。

「うちに」は話し手の感情と関係がある。「うちに」の中にはそのことをしないと残念だという気持ちがあるが、「間に」の中には残念だという気持ちがない。これが相違点である。それに、「うちに」で表わす時間の制限は状態の変化の点であるが、「間に」で表わす時間の制限は出来事の終わる点である。

「二つの状態が同時に起こること」、「二つ目の出来事は一回以上起こる時点である」、「二つ目の出来事は一つ目の出来事のすべての時間にある」を表わす場合、「うちに」と「間に」を交換することができる。しかと「手遅れになる前に」「行為の自然な展開」、「無意識的な状態」を表わす場合は、「うちに」は「間に」と交換することはできない。また、「意識的な状態」と「時間の制限がはっきりしている」場合は、「間に」は「うちに」と交換することができない。


47 ABSTRAK

ANALISIS SUFIKS PADA KATA BENDA BAHASA JEPANG

DALAM MAJALAH NIPPONIA

Nama : Cicik Purnamawati Kusumawardani

No. Reg. Mahasiswa : 00240229

Program Studi : S – 1

Jurusan : ProgramPendididkan Bahasa Jepang

Fakultas : FPBS

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Bahasa Jepang memiliki empat jenis kata benda, yaitu: Futsu Meishi, Dai Meishi, Koyuu Meishi dan Sushi. Kata benda dapat bergabung dengan afiks untuk membentuk kata baru. Proses penggabungan afiks dengan kata dasar disebut afiksasi. Afiks ada tiga macam yaitu prefiks, infiks dan sufiks. Fokus penelitian ini adalah “Makna yang terbentuk setelah kata benda mengalami proses morfologis dengan penambahan sufiks”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang makna kata jadian setelah mengalami proses morfologis dengan penambahan sufiks.

Data dalam penelitian ini adalah berupa kata benda bersufiks sebanyak 55 kata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan hasil analisis atau uraian secara rinci yang sebelumnya didasarkan pada metode telaah pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan data yang berasal dari sumber tertulis. Setelah melalui tahap-tahap penelitian diperoleh hasil bahwa:

1. Sebagian besar sufiks yang ditemukan pada sumber data merupakan jenis Common Noun Suffixes (Sufiks Kata Benda yang Umum) dan termasuk morfem terikat.

2. Berdasarkan maknanya ada 12 jenis sufiks, yaitu: menyatakan pelaku, menjamakkan, menyatakan tempat atau arah, menyatakan urutan, menyatakan sifat, menyatakan waktu atau jangka waktu, menyatakan gaya atau aliran, menyatakan dunia, menyatakan suatu proses perubahan, dapat merubah kata benda menjadi kata sifat (kata sifat na) dan kata keterangan, dapat mengikuti nama suatu tempat atau daerah dan mengikuti nama diri untuk sapaan sopan atau akrab.


要旨

「にっぽにあ」における日本語の名詞の接尾辞分析

日本語の名詞には 普通名詞、代名詞、個有名詞、数名詞の四つがあるです。接尾辞は名詞の後に付いて新しい言葉を作る。語幹に接語することは接辞という。接辞には接頭辞、接中辞、接尾辞がある。本研究に接尾辞が名詞の後に付いて新しい言葉を作る。本研究の焦点は接尾辞を付けた後に、意味はどのように変化するか。本研究の目的は現実に接尾辞の意味と新しい言葉の意味を知ることである。

データは雑誌に取り上げられていた「名詞の接尾辞」を含む50の言葉である。本研究では、分類に Deskriptif Kualitatif の方法を用いた。その方法は現実にあるものを説明していく方法である。

調査した結果は次の通りである:

1.データから得られた接尾辞は主として結語形でcommon noun suffixesである。

2.接尾辞を付けた後の意味の変化は十二に分けられる:

人の職業・性質を表わすもの, 人間について複数を表わすもの, 方角と場所を  表わすもの, 順番表わすもの, もっている性質を表わすもの, 期間を表わすもの, スタイルと流派を表わすもの, 変わっていく過程を表わすもの, 範囲を表わすもの, 名詞を形容動詞又は副詞に変えるもの, 口語的表現で敬意や親しみを表わすもの, 場所の名前の後に付けるものである。


48 ABSTRAK

PENERJEMAHAN KANDŌSHI DALAM NOVEL

MADOGIWA NO TOTTO CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI

KE DALAM BAHASA INDONESIA

Nama : Lutfi Shoviana

Nomor Registrasi : 00240005

Program Studi : S-1

Jurusan / Program : Bahasa Asing / Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Universitas : Universitas Negeri Surabaya

要旨

インドネシア語に翻訳された黒柳徹子の小説

『窓ぎわのトットちゃん』における感動詞について

この論文のテーマは黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』をインドネシア語に翻訳した感動詞についてである。このテーマを選んだ理由は同じことを表現する感動詞の種類がたくさんあり、その意味によって使い方が違うため翻訳することが難しいからである。

本論文の問題は次の通りである。

  1. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の中に出ている感動詞はどんなものがあるか。
  2. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の中で感動詞はどのように使われているか。
  3. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の中で感動詞はどのように翻訳されているか。

論文の目的は次の通りである。

  1. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の中に出ている感動詞を理解する。
  2. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の中の感動詞の使いかたを理解する。
  3. 黒柳徹子の小説『窓ぎわのトットちゃん』の中で感動詞がどのように翻訳されているかを理解する。

この論文で使った方法は Deskriptif Kualitatif である。この方法は現実にあるものを説明していく方法である。

分析対象のデータは108である。それらを次の四つにわけた。つまり、「感動」と「呼びかけ」と「応答」と「挨拶語」である。「感動」は驚きの感情と驚嘆の感情を表わすものである。「呼びかけ」は呼びかけと依頼を表わすものである。「応答」は承認の表現または拒絶の表現を表わすものである。 挨拶語は朝と日中と別れる時の挨拶またはおよび感謝の気持ちを表わすものである。

「感動」と「呼びかけ」はインドネシア語の Interjeksi に翻訳され、「応答」は承認の表現または拒絶の表現に翻訳されている。また「挨拶語」は同じインドネシア語の挨拶に翻訳されている。

この調査の結果によって感動詞の種類と機能と翻訳について理論的に問題に答えることができた。


49 ABSTRAK

KAJIAN PRAGMATIK CHOTTO( ちょっと) DALAM
WACANA LISAN NIHONGO JURNAL(日本語ジャーナル)

Nama : Yuni Darma Santi

No.registrasi : 012104205

Program studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini meneliti tentang penggunaan chotto(ちょっと) dalam wacana lisan, dengan latar belakang penelitian yaitu bahwa chotto(ちょっとmempunyai fungsi beragam dalam pemakaiannya. Hal ini sering menimbulkan kesulitan bagi pembelajar Bahasa Jepang dalam menginterpretasikan makna kalimat pada wacana lisan. Peneliti ingin mengetahui lebih dalam penggunaan chotto( ちょっと) dalam wacana lisan berdasarkan makna Pragmatiknya. Penelitan ini mempunyai satu permasalahan yaitu:

1. Fungsi chotto( ちょっと) dalam wacana lisan dari Nihongo Jurnal.

2. Makna chotto (ちょっと) dalam wacana lisan dari Nihongo Jurnal.

Dalam penelitian terdapat 28 data yang menggunakan chotto( ちょっと) dan dianalisis menggunakan metode DESKRIPTIF KUALITATIF. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini berdasarkan teori Sagawa sedangkan tindak tuturnya berdasarkan teori dari Shibatani dan Austin.

Hasil penelitian ini adalah:

  1. chotto( ちょっと) dalam wacana lisan menduduki fungsi REPRESENTATIF, KOLABORATIF, KOMPETITIF, DIREKTIF, KONVIVIAL, dan EKSPRESIF.
  2. chotto( ちょっと) pada wacana lisan mengandung makna MENOLAK, MENYANGKAL, SEDIKIT, LUMAYAN, MENYAPA, PERMINTAAN, dan SEBENTAR.


要旨

本研究は会話の中における「ちょっと」の使用について研究します。会話の中における「ちょっと」の使用は機能がたくさんあります。本研究は語用論の意味に基いたものです。

研究の問題は次の通りである:

  1. 会話の中の「ちょっと」と言う言葉の機能はどのようなものか。
  2. 会話の中の「ちょっと」と言う言葉の意味はどのようなものか。

本研究では資料として28 の日常会話を使用する。研究では分類に DESKRIPTIF KUALITATIF の方法を用いた。

本研究ではデータを分類するために言葉の機能についての SAGAWA の理論を使用した。会話行為については SHIBATANI AUSTIN の理論も使用した。

本研究の結果は:

  1. 会話の中にある「ちょっと」の使い方の機能は表示(REPRESENTATIF), 指示(DIREKTIF), 表出(EKSPRESIF),

競争的(KOMPETITIF), 協力(KOLABORATIF), KONVIVIAL である。

会話の中のある「ちょっと」の意味は MENOLAK, MENYANGKAL, SEDIKIT, LUMAYAN, MENYAPA, PERMINTAAN, SEBENTAR である。


50 ABSTRAK

TINDAK TUTUR IMPERATIF LANGSUNG PADA NOVEL MADOGIWA NO TOTTO-CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI

Nama : Dewi Rosliana

No. Registrasi : 012104018

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pada umumnya pembelajar bahasa Jepang telah mengenal bentuk tindak tutur imperatif langsung meskipun hanya terbatas pada bentuk Vて+ください, Vないで+ください, dan bentuk Vなさい. Masih banyak bentuk ungkapan yang dapat digunakan untuk memerintah dalam bahasa Jepang. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis melalui penelitian yang berjudul “Tindak Tutur Imperatif Langsung pada Novel Madogiwa no Totto-Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi”, ingin meneliti bentuk-bentuk tindak tutur imperatif langsung dan fungsinya dilihat dari aspek semantik.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bentuk tindak tutur imperatif langsung apa saja yang terdapat pada novel Madogiwa no Totto-Chan dan bagaimana fungsi masing-masing tindak tutur imperatif langsung pada novel Madogiwa no Totto-Chan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai bentuk tindak tutur imperatif langsung dan fungsi masing-masing bentuk tindak tutur imperatif langsung pada novel Madogiwa no Totto-Chan.

Pada masalah pertama yaitu mengenai bentuk tindak tutur imperatif langsung yang terdapat pada novel Madogiwa no Totto-Chan. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan bentuk-bentuk imperatif langsung yang dikemukakan oleh Seiichi Makino dan Michio Tsutsui yang terdiri dari 38 bentuk. Sedangkan permasalahan yang kedua mengenai fungsi tindak tutur imperatif langsung, digunakan teori dari Kashiwasaki dan Dedi Sutedi. Dari teori yang dikemukakan kedua pakar tersebut dapat diketahui fungsi tindak tutur imperatif langsung yaitu fungsi permintaan, rekomendasi, perintah, ajakan, dan larangan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah novel asli berbahasa Jepang berjudul Madogiwa no Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi yang diterbitkan pada tahun 1981. Data yang dianalisis sebanyak 95 bentuk. Analisis data disesuaikan dengan teori yang digunakan kemudian disimpulkan.

Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, dalam novel Madogiwa no Totto-Chan ditemukan 18 bentuk tindak tutur imperatif langsung dalam bahasa Jepang, yaitu: Vて+ください, V, V, Adj (/ ) Adverb, V(ます)+なさい, V(ない)で, Vる+な, V(ます)+よ, Vて+ちょうだい, Vて)は+


いけない, V(ない)+ように, Vて+よ, V(ます)+ください, Vて+くれる, V(ます)+なさい, {V / N}こと, Vる+ことになっている, dan ~ちゃだめ ().

Adapun fungsi yang dikandung oleh masing-masing tindak tutur adalah fungsi perintah, rekomendasi, permintaan, ajakan, dan larangan. Fungsi tersebut dapat berubah menurut identitas penutur dan pada siapa tuturan itu ditujukan, sehingga sebuah tindak tutur tidak hanya mengandung sebuah fungsi saja.


要旨

「窓ぎわのトットちゃん」における直接指図発話行為

日本語で、直接指図を表す表現は「~てください」と「お~ください」だけでなく、ほかの表現もある。したがって、本研究では、実際に様々な直接指図発話行為を見つけ、それから、様々な直接指図発話行為の役目も見つける。問題は、次の二点である。

1.「窓ぎわのトットちゃん」の中で、直接指図発話行為の形態がいくつであるか。

2.意味論にしたがて、様々な直接指図発話行為の役目がどうであるか。

1の問題は「窓ぎわのトットちゃん」の中で直接指図発話行為の形態で、その検証には、牧野成一と筒井の理論が使用されている。2の問題は、様々な直接指図発話行為の役目で、その検証には、KASHIWASAKI DEDI SUTEDIの理論が使用されている。

本研究は、DESKRIPTIF KUALITATIF を用いた。この研究のデータとして、1981年の黒柳徹子「窓ぎわのトットちゃん」を使用した。この研究では、いくつかの項目について分析した。その結果、以下のことが判明した。

1.直接指図発話行為の形態は、(て形)+ください;て形;る形;Adj (/ )Adverb;(ます形)+なさい;(ない形)で;辞書形+な;(ます形)+よ;(て形)+ちょうだい;(て形)は+いけない;(ない形)+ように;(て形)+よ;お(ます形)+ください;(て形)+くれ;お(ます形)+なさい;{(る形)/ N の}こと;辞書形+ことになっている;~ちゃだめ(だ)。

2.様々な直接指図発話行為は、命令、勧め、依頼、招待、また禁止の役目を含みました。


51 ABSTRAK

ANALISA WACANA PADA KALIMAT-KALIMAT YANG MENGANDUNG AJEKTIVA DALAM 朝日新聞 TERBITAN BULAN NOVEMBER – DESEMBER TAHUN 2004

Nama : Vinny Rahmawati.

No. Registrasi : 012104011

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya.

Bahasa merepresentasikan maksud dari penutur bahasa. Tuturan ini dapat berupa kalimat, frasa, maupun klausa. Dalam perkembangannya, muncul berbagai masalah yang timbul akibat tindak bahasa. Sejalan dengan Wijana (1996) yang menyatakan tentang adanya masalah kalimat anomali. Kalimat ini adalah kalimat yang benar secara gramatis tapi melanggar kaidah semantis. Kalimat seperti ini akhirnya dianalisa dalam tataran makna pragmatis. Sebuah kajian wacanapun tidak lepas dari kaidah pragmatik (Brown dan Yule. 1996: 27). Penelitian ini membahas tentang analisa wacana kalimat yang mengandung ajektiva -i dan ajektiva -na. Sumber datanya berasal dari harian 朝日新聞 Asahi Shimbun.

Metode untuk menganalisis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kualitatif. Yaitu dengan mengolah data yang berupa kalimat menjadi data kuantitatif, dalam bentuk sajian statistik deskriptif. Sajian statistik prosentase jenis ajektiva yang sering muncul dalam kalimat di 朝日新聞 Asahi Shimbun ini kemudian dideskripsikan. Data yang berupa 50 kalimat, yang di dalamnya terdapat 78 ajektiva, juga dianalisa dengan pendekatan kualitatif. Dan hasilnya berupa sajian deskripsi kualitatif. Berupa deskripsi wacana kalimat yang mengandung ajektiva sikap batin yang juga berhubungan dengan deskripsi pendekatan tataran tindak tutur pragmatis. Dengan metode tersebut, hasil yang diperoleh disimpulkan sebagai berikut:

1) Dari proses tabulasi ditemukan bahwa ajektiva warna lebih sering muncul dalam kalimat di朝日新聞 Asahi Shimbun dengan prosentase 29.49%. Hal ini dikarenakan ajektiva sikap batin menjelaskan berbagai macam bentuk makna situasi di dalam perasaan seseorang. Kemudian ajektiva pemeri sifat dengan prosentase 28.20%. Hal ini karena ajektiva fungsinya memerikan kualitas dan intensitas bersifat fisik atau mental, Alwi (2000: 171) yang sering dituturkan sebagai kata benda. Ajektiva yang memberikan rasa positif lebih sering digunakan, karena朝日新聞 Asahi Shimbun sebagai media massa juga mengemban misi membuat masyarakat Jepang bersikap positif dan ‘bersemangat’. Kemudian ajektiva warna dengan prosentase 26.92%. Hal ini disebabkan oleh persepsi visual manusia terhadap benda fisik terutama bergantung kepada intepretasi otak terhadap suatu rangsangan yang diterima oleh mata, utamanya pada warna benda fisis tersebut, sebagai ciri yang paling mencolok dari sebuah benda fisis, (Darmaprawira. 2002: 30).

2) Dari tataran pragmatis, kalimat yang mengandung ajektiva dapat dikaji dari tindak tutur yaitu: a) Tindak tutur langsung; b) Tindak tutur tidak langsung; c) ; d) Tindak tutur literal; d) Tindak tutur tidak literal; e) Tindak tutur langsung tidak literal; f) Tindak tutur langsung literal; g) Tindak tutur tidak langsung literal; h) Tindak tutur tidak langsung tidak literal.

3) Lingkup kajian wacana dalam kalimat yang mengandung ajektiva –i dan ajektiva-na dari harian朝日新聞 Asahi Shimbun, yaitu konteks, ko-teks, setting/ latar, penutur dan pendengar, mampu mempengaruhi maksud atau makna secara pragmatis dari sebuah tuturan penutur. Makna pragmatis dalam kalimat yang mengandung ajektiva dapat mempengaruhi penutur dalam hal memilih jenis ajektiva –i dan ajektiva-na mana yang akan dituturkan, untuk memperjelas kata benda/ kata keterangan/ kata kerja yang ada sebelum atau sesudah kata ajektiva.

要旨

200411月-12月朝日新聞の文章における形容詞と形容動詞の

ディスコース分析

言語は人間の挨拶の目的を説明している。これのあいさつは文や句 や節などの形でできる。最近、言語の行為について色々な問題がある。ウィヤナ(1996)はAnomali文章について言語の問題もあると表した。この文は文法の意味的が正しいである。しかし、意味論が正しくない。このように文は語評論調査(ちょうさ)されている。ディスコース分析も語評論を説明した(Yule.199627)。この研究は形容詞と形容動詞をディスコースと語評論について説明した。また、200411月-12月朝日新聞における文章の形容詞と形容動詞の割合を算出した。.本研究の資料は50文章で、200411月-12月朝日新聞から取った。

この分析の方法は質量的記述法である。いわゆる、量的記述方法文章のデータを加工した。このように割合グラフは語評論の形容詞と形容動詞の分類割合グラフである。データも質的記述法で分析された。この結果は文章における形容詞と形容動詞の語評論とディスコースについて説明したものである。それから、この研究の結論は:

1) 感情形容詞と形容動詞の意味的分類詞が29.49割合で最高である。このような形容詞と形容動詞は心の状態を表すから、たびたびに文章で使われた。そして性質形容詞と形容動詞が二番目である。この分類は28,20割合である。このような形容詞と形容動詞は物と事の形と質を表すからたびたび文章が使われた。Alwi2000171)もこのような意見である。三番目に多いのは色を表す形容詞と形容動である。ダルマプラウィら(2002)の意見では人間は物を見た時、最大の特徴は色である。この分類は26.92割合である。

2) 語評論に、文における形容詞と形容動詞は発話行為を分析してできる。発話行為の分類はa) ダイレクト発話行為、b) インダイレクト発話行為、c) リテラルの発話行為、d) ノンリテラル発話行為、e) ダイレクトノンリテラル発話行為、f) ダイレクトリテラル発話行為、g) インダイレクトリテラル発話行為、h) インダイレクトノンリテラル発話行為 などである。

3) 文における形容詞と形容動詞のディスコースの分析の対象はcontext, co-text, 話し手、聞き手、セッティングである。ディスコースは文における形容詞と形容動詞の語評論の発話行為を影響した。語評論は話し手が形容詞と形容動詞の意味的分類を選ぶことに影響を与えた。


52 ABSTRAK

PENGARUH KONSEP UCHI-SOTO TERHADAP PENGGUNAAN

KEIGO OLEH TOKOH UTAMA DAN LINGKUNGANNYA DALAM NOVEL KITCHIN KARYA BANANA YOSHIMOTO

(KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

Nama : Miranti Anggriani

Nomor Registrasi : 00240402

Program Studi : S1

Jurusan/Program : Bahasa Asing/BahasaJepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Masyarakat Jepang adalah masyarakat yang terbiasa hidup berkelompok. Begitu eratnya hubungan mereka dengan kelompoknya masing-masing memunculkan konsep uchi-soto (in group-out group) untuk memberi batas yang tegas antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Konsep ini tidak hanya mempengaruhi sikap interpersonal dalam keseharian mereka, namun juga berpengaruh terhadap penggunaan ragam bahasa.

Melalui teknik kepustakaan, penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh konsep uchi-soto terhadap penggunaan keigo (bahasa hormat) dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jepang. Data yang digunakan adalah percakapan antartokoh yang melibatkan tokoh utama novel Kitchin, semuanya berjumlah 31 percakapan antartokoh (dapat dilihat pada Lampiran 1). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif.

Adapun rumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut:

1. Bentuk-bentuk hubungan interpersonal apa saja yang menunjukkan konsep uchi-soto yang dialami tokoh utama novel Kitchin.

2. Bagaimana penggunaan keigo oleh tokoh utama novel Kitchin terhadap lingkungannya

3. Bagaimana penggunaan keigo oleh lingkungan terhadap tokoh utama novel Kitchin.

Untuk analisis data, teori yang digunakan antara lain teori tentang konsep uchi-soto yang diulas oleh Takie Sugiyama Lebra (1976) dan teori tentang penggunaan keigo yang diulas oleh Osamu Mizutani dan Nobuko Mizutani (1987).

Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut:

1. Bentuk-bentuk hubungan interpersonal yang menunjukkan konsep uchi-soto dapat ditentukan dengan frame pekerjaan, frame keluarga, dan frame teman. Berikut adalah simpulan mengenai bentuk hubungan interpersonal tokoh utama dengan tokoh lainnya:

a. Pihak uchi bagi tokoh utama adalah:

1. Dilihat dari frame pekerjaan, pihak uchi bagi Mikage (tokoh utama) adalah Sensei (atasan Mikage) dan rekan kerja Mikage, yaitu Kuri, Nori, dan staf senior wanita.


要旨

日本人の「内 . 外」と吉本ばななのキッチンにおける敬語

-社会言語学研究-

日本人は昔からずっとグル-プを大切にして暮している。みんなグル-プとの関係が深くなったから、自分のグル-プをはっきり見分けるために「内 .外」という概念がつかわれている。対人態度のみならず言語的にも「内 .外」は影響を与えることもある。

本研究で日本人の「内 .外」と日本人の日常会話との関係について研究をした。デ-タとして主人公が登場した吉本ばななのキッチンにある31の会話を使用した。この研究は記述的-質的な方法を用いた。

研究の問題は次の通りである:

1.主人公と他の人物は「内 .外」からみて、どんな人間関係にあるのか。

2.主人公は他の人物に対してどのように敬語を使用するのか。

3.他の人物は主人公に対してどのように敬語を使用するのか。

デ-タを分析するために日本人の「内 .外」についての Takie Sugiyama Lebra の理論、また、敬語についての Osamu & Nobuko Mizutani の理論を使用した。

本研究の結果は次の通りである:

1. 主人公と他の人物との「内 .外」という人間関係は3つの「場」で決まっている。その3つの「場」は「仕事の場」、「家族の場」、「友人の場」 である。「国の場」ではみんな日本人の内ということである。

a. 主人公の内の人は:

1. 「仕事の場」 から見ると、栗、典、年配のスタッフと先生は主人公の内の人である。栗、典、と年配のスタッフは主人公の同僚、また、先生は主人公の上司である。

2. 「家族の場」 から見ると、主人公の内の人はお父さん、お母さん、おじいさん、とおばあさんである。

3. 「友人の場」 から見ると、雄一、えり子、ちか、と宗太郎は主人公の内の人である。雄一、えり子、とちかは家族ような主人公の友人である。また、宗太郎は主人公の昔の恋人になった大学の友達である。

b. 他の人物はその3つの場から見ると、主人公の「外」ということである。

2. 主人公は知らない人やまだ親しくない人に、また先生に対して上品な言葉と「~ます」「です」という文体を使用する。友人また職場での同僚(栗と典)に対してはくだけた形で話すことが多い。

3

a.

主人公の友人(雄一、えり子、ちか、宗太郎)また職場での同僚(栗と典)は主人公に対してくだけた形を使用することが多い。

b.

先生は主人公に対してくだけた形を使用しても、上品な言葉で話す。

c.

年配のスタッフは主人公に対してくだけた形を使用して、親しい態度をとる。

d.

奥野(雄一の昔の彼女)は主人公に対してよく「~ます」「~です」という文体で話して、固い態度をとる。

e.

店のおじさんとタクシ-の運転手さんは主人公に対してくだけた形で話す。

f.

ホテルのフロントの人は主人公に対して上品な言葉と「~ます」「~です」という文体を使用する。


53 ABSTRAK

MAKNA GRAMATIKAL KATA KERJA(あ)ける」(AKERU) DAN (ひら)く」(HIRAKU) DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

PADA NIHONGO JOURNAL

Nama : Yuli Rachmawati

No. Reg : 012104221

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul” Makna Gramatikal Kata Kerja Akeru dan Hiraku dalam Kalimat Bahasa Jepang Pada Nihongo Journal” dengan latar belakang bahwa makna akeru dan hiraku tidak hanya mempunyai arti makna membuka. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian dengan situasi dalam kalimat yang diikutinya sehingga pada waktu menerjemahkan, peneliti sering mengalami kebingungan untuk menempatkan makna yang tepat agar kalimat dapat dimengerti dengan mudah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna gramatikal kata kerja akeru dan hiraku serta bagaimanakah persamaan dan perbedaannya dalam kalimat bahasa Jepang yang terdapat pada Nihongo Journal..

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kata kerja akeru dan hiraku dalam kalimat bahasa Jepang. Sedangkan dalam penyelesaiannya peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif karena dalam penelitian ini tidak dipergunakan variabel-variabel yang harus dibuktikan jawaban dari uraian data-data yang berupa kalimat-kalimat berbahasa Jepang yang hanya terdapat pada Nihongo Journal.

Secara ringkas proses analisis dengan cara menentukan makna masing-masing kata kerja berdasarkan maknanya dengan acuan pendapat Tamotsu.. Kemudian menarik kesimpulan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

1. a. Makna kata kerja akeru dan hiraku adalah:

-Membuka sesuatu yang dalam keadaan tertutup

b. Makna kata kerja hiraku adalah:

– Sesuatu yang dalam keadaan tertutup menjadi terbuka.

– Sesuatu yang dalam keadaan tertutup membuatnya terbuka

– Memulai bisnis.

– Pengelolaan dengan membangun titik aktivitas seperti toko. Memulai bisnis. Membuat rekening di bank.

– Mengadakan rapat

– Mengembangkan sesuatu kearah yang lebih baik.

– Merintis atau mengeksploitasi.

2. a. Persamaan makna kata kerja akeru dan hiraku adalah:

– Pada dasarnya mempunyai arti kata ‘membuka’

– Menyatakan sebuah aktivitas dan kondisi

– Bisa dipergunakan dalam pola kalimat ‘~ o akeru/hiraku’

– Masuk dalam kategori transitif.

b. Perbedaan makna kata kerja akeru dan hiraku adalah:

(1) Akeru

– Hanya memiliki arti membuka sesuatu yang dalam keadaan tertutup.

– Tidak termasuk dalam kategori intransitif.

(2) Hiraku

– Memiliki bermacam-macam arti

– Masuk dalam kategori intransitif.

要旨

日本語の動詞「開ける」と「開く」文法的意味について

日本語の「開ける」と「開く」はインドネシア語では (membuka) という意味だ。「開ける」と「開く」とは、ほとんど同じ文脈で使われることがあるが、本当に同じではなく。

本論文では、次の二点について分析を試みだ。

1.文章の中で「開ける」と「開く」はどんな文法的意味を持っているか。

2.「開ける」と「開く」という類似点と相違点は何か。

本研究のデータは日本語ジャーナルからの文章を取った。データを集めためには METODE TELAAH PUSTAKA使用する。このデータを集めた上で分析するという本研究で用いられた方法は (Deskriptif Kualitatif)である。

本研究の結果として次のようになった:

1. a.「開ける」の文法的意味は:

閉じていたものを開く。

b.「開く」の文法的意味は:

閉じた状態にあるものが開け放たれた状態になる。

閉じた状態にあるものが開け放たれた状態にする。

業務を始める。

店や活動拠点を構えて経営。業務を始める、または、銀行に

口座を設ける。

集会をもようす。

物事を展開させてよい方向に進むようにする。

開拓する、または、開発。

2. a.動詞「開ける」と「開く」の意味の類似点は:

二つ動詞には基本的にあくという意味をもつ。

「開ける」と「開く」は状態性と動作性を表す。

「~を開ける/開く」文型にはつかえられます。

他動詞範疇に入る。

b.動詞「開ける」と「開く」の意味の相違点は:

(1)「開ける」意味は:

閉じていたものを開くという意味だけ。

自動詞範疇に入りません。

(2)「開く」意味は:

文法には色々な意味がある。

自動詞範疇に入る。


4 Tanggapan

  1. shitt

  2. Asssalmmualaikum..

    saya ingin bertanya, apa sudah ada ya yang meneliti tentang kanyuu ‘ajakan’ di universitas ini secara khususnya, tidak tergabung dalam kalimat imperatif?
    saya sudah mencari di beberapa universitas dan situs, tapi tidak ditemukan. Saya sedang meneliti tentang bentuk ini.
    Makotoni doumo arigatougozaimasu…

  3. ass..
    saya ingin menanyakan tetntang skripsi yang berjudul KAJIAN PRAGMATIK CHOTTO
    di situ tertulis landasan teori yang di pakai yaitu teori austin dan shibatani
    yang saya tanyakan buku shibatani yang judulnya apa yang di pakai pada skripsi tsb? krn karena saya tertarik membahas tetntang chotto
    mohon di balas pertanyaan saya
    terima kasih..

  4. Maaf, dimana saya bisa mendapatkan kontak mbak Sri Rahayu ya. Ada yang ingin saya tanyakan. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: