Abstrak Linguistik 2

19 ABSTRAK

ANALISIS ~TAMENI DAN ~NI YANG MENYATAKAN SUATU TUJUAN

DALAM KONTRUKSI KALIMAT BAHASA JEPANG

Nama : Ika Wulandari

No. Reg : 98240015

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : FBS

Nama Lembaga : Unesa

~tameni dan ~ni adalah jenis kata yang berbeda, ~tameni merupakan keishikimeishi sedangkan ~ni merupakan partikel. Akan tetapi kedua-duanya dapat untuk menyatakan suatu tujuan. Karena ~tameni dan ~ni dari jenis kata yang berbeda maka penulis ingin mengetahui tentang kontruksi lingual yang dapat dilekati ~tameni dan ~ni dilihat dari kategori dan fungsi sintaksisnya. Selain itu karena sama-sama untuk menyatakan suatu tujuan maka penulis ingin mengetahui apakah ~tameni dan ~ni dapat saling dipertukarkan.

Dari uraian diatas, permasalahan yang timbul ada tiga, yaitu : bagaimanakah perbedaan kontruksi lingual yang dapat dilekati ~tameni dan ~ni dilihat dari segi kategori dan fungsi sintaksisnya, bagaimanakah persamaan kontruksi lingual yang dapat dilekati ~tameni dan ~ni dilihat dari segi kategori dan fungsi sintaksisnya dan apakah keduanya dapat saling dipertukarkan.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode telaah pustaka dan metode analisis diskriptif.

Dari analisis data-data tersebut, hasil yang dicapai berupa kontruksi lingual yang dapat dilekati ~tameni dan ~ni yang menyatakan suatu tujuan yaitu ;

1. kata kerja bentuk kamus + tameni

2. Kata kerja suru yang dihilangkan surunya + no + tameni

3. Kata benda + no + tameni

4. Kata kerja bentuk masu yang dihilangkan masunya + ni

5. Kata kerja suru yang dihilangkan surunya + ni

6. Kata kerja bentuk kamus + no + ni

Perbedaan ~tameni dan ~ni, yaitu :

1. ~no + tameni dapat disusun setelah kata benda sedangkan ~no + ni 」「~nitidak

2. ~ni dapat disusun setelah kata kerja bentuk masu yang dihilangkan masunya sedangkan ~no + tameni」「~tameni tidak

Persamaan ~tameni dan ~ni, yaitu :

1. Sama-sama bisa disusun setelah kata kerja suru yang dihilangkan suru nya (~no + tameni」「~ni)

2. Sama-sama bisa disusun setelah kata kerja bentuk kamus (~tameni」「~no + ni)

~tameni dan ~ni dapat saling dipertukarkan apabila predikat pada klausa utamanya hitsuyou, shiyou dan yuuyou.


要旨

目的を表す文、「ために」と「に」の付けられた構成の研究

「ために」と「に」は分類が違う。「ために」は形式名詞で、「に」は助詞である。しかし、ふたつとも目的を表すために使われる。「ために」と「に」は分類が違うので筆者はカテゴリと機能から見た「ために」と「に」の付けられた構成を知りたい。「ために」と「に」は目的を表すことが同じであるので筆者は「ために」と「に」が互いに交換できるかどうかをしりたい。

本研究では次の課題について取り組んだ。

1.文の中の「ために」と「に」の用法の違いについて。

2.文の中の「ために」と「に」の用法の共通点について。

3.「ために」と「に」が互いに交換できるかという点について。

そして、本研究ではkualitatifと言う研究理論で分析する。本研究の方法はmetode telaah pustaka dan metode analisis diskriptifを用いる。

調査の結果接続の形は次の通りである。

1.辞書形の動詞+ために

2.「する」を抜いた動詞+の+ために

3.名詞+の+ために

4.「ます」を抜いた動詞+に

5.「する」を抜いた動詞+に

6.辞書形の動詞+の+に

また、分析の結果、次のことが明らかになった。

1.名詞には「~の+ために」は接続できるが、「~に」「~の+に」、は接続できない。

2.「ます」を抜いた動詞には「~に」は接続できるが、「~ために」「~の+ために」は接続できない。

3.「する」を抜いた動詞には「~の+ために」と「~に」は接続できる。

4.辞書形の動詞には「~ために」と「~の+に」は接続できる。

もし、主節が必要、使用、有用であれば「~ために」と「~に」を交換することができる。


20 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN KATA TANOSHII DAN URESHII

DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

Nama : Uning Criestie Maharani

No. Reg : 98240018

Program Studi : S – 1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : FBS

Nama Lembaga : Unesa

Tanoshii dan ureshii termasuk dalam adjektiva bentuk ~i. Keduanya mempunyai makna yang sama, tetapi penggunaannya dalam kalimat berbeda. Perbedaannya yaitu pada keadaan atau suasana yang ada di sekelilingnya. Permasalahan yang timbul dalam penelitian ini ada tiga, yaitu :

  1. Bagaimanakah perbedaan kedua kata tersebut.
  2. Bagaimanakah persamaan kedua kata tersebut.
  3. Apakah keduanya dapat saling dipertukarkan atau tidak.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode telaah pustaka dan metode analisis deskriptif. Dari analisis data-data, hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ;

  1. Tanoshii digunakan untuk mengekspresikan hal-hal yang sifatnya umum atau objektif, sedangkan ureshii dipakai untuk hal-hal yang sifatnya khusus atau subjektif.
  2. Tanoshii digunakan untuk mengekspresikan peristiwa yang pernah dialaminya, sedangkan ureshii digunakan dalam peristiwa yang tidak disangka-sangka.
  3. Tanoshii untuk mengekspresikan sesuatu imajinasi atau kenangan yang masih ada dalam alam pikirannya, sedangkan ureshii untuk mengekspresikan suatu peristiwa yang terjadi seperti apa yaag diharapkannya.
  4. Keduanya merupakan adjektiva bentuk ~i.
  5. Kedua kata tersebut bisa saling dipertukarkan.


要旨

日本語文の中、「楽しい」と「嬉しい」の用いられたの研究

「楽しい」と「嬉しい」は同じ、「い」形容詞に分類されている。ふたつとも意味が類似しているが、文の中に、用いられると意味がかなり違う。それは、雰囲気と状態において違うが出てくる。また、本研究は祭の機能のも記述したいと思う。

本研究は次のもんだいを考察する。

1.その文の中の「楽しい」と「嬉しい」の用法の違いについて。

2.その文の中の「楽しい」と「嬉しい」の用法の共点について。

3.その文の中の「楽しい」と「嬉しい」が互いに交換できるかという点につい て。

そして、本研究ではデータを分析する祭、kualitatif という研究理論を利用する。として、研究方法は metode telaah pustaka dan metode analisis deskriptifを用いる。

データを分析した結果、次のようなことが明らかになった。

1.[楽しい]は客観的な満足すべきを意味し、「嬉しい」は個人的な心理を表し、主観的で ある。

2.[楽しい]は考えることも行動のうちである、「嬉しい」は自分期待していた。

3.「楽しい」は全体の雰囲気を表すが、「嬉しい」は具体的の出来事を

使う。

4.「楽しい」と「嬉しい」形容詞である。

5.「楽しい」と「嬉しい」は互いに交換できる。


21 ABSTRAK

MAKNA GRAMATIKAL VERBA

HATARAKU (働く)DAN TSUTOMERU (勤める) DALAM KALIMAT

Nama : Vera Diliana

No. Reg : 98240020

Program Studi : S – 1

Jurusan : Program Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Bahasa Jepang memiliki keanekaragaman verba diantaranya adalah verba hataraku dan verba tsutomeru. Apabila diamati secara sekilas dari makna leksikalnya kedua verba tersebut memiliki makna yang serupa, dimana dalam berbagai kesempatan dikenal memiliki makna “ bekerja “ hal tersebut dapat dikatakan bersinonim karena mengandung informasi yang sama namun demikian keduanya tidak benar-benar sama. Dengan dilatarbelakangi oleh pemikiran tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 :

1. Bagaimana makna gramatikal verba hataraku dalam kalimat ?

2. Bagaimana makna gramatikal verba tsutomeru dalam kalimat ?

3. Bagaimana persamaan dan perbedaan verba hataraku dengan tsutomeru dalam kalimat ?

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran yang jelas tentang makna verba hataraku dan tsutomeru dalam kalimat berbahasa Jepang serta persamaan dan perbedaan maknanya sedangkan dalam penyelesaiannya penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dan data yang dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

1. Makna gramatikal verba hataraku dalam kalimat menyatakan :

Kemauan untuk bekerja.

Bekerja di perusahaan dan sebagainya.

Menggerakkan jiwa / semangat.

Efek yang timbul bukan berasal dari kemauan diri sendiri.

2. Makna gramatikal verba tsutomeru dalam kalimat menyatakan :

Pengabdian.

Bekerja di perusahaan dan sebagainya.

3. Persamaan verba hataraku dan tsutomeru.

Sama – sama bermakna bekerja di perusahaan dan sebagainya.

Dalam pemakaiannya diikuti oleh subjek perorangan.

4. Perbedaan verba hataraku dan tsutomeru :

Verba hataraku

Pemakaiannya selalu diikuti oleh partikel ~ de untuk menunjukkan tempat.

verba hataraku lebih mengacu pada aktifitas fisik.

Verba tsutomeru

Pemakaiannya selalu diikuti oleh partikel ~ ni untuk menunjukkan tempat.

verba tsutomeru lebih mengacu pada pekerjaan yang tidak begitu memerlukan aktifitas fisik.


要旨

日本語の動詞「働く」と「勤める」の文法的意味について。

日本語 の「働く」と「勤める」はインドネシア語では、「bekerja」という意味だ。「働く」と「勤める」とは、ほとんど同じ文脈で使われることがあるが、本当に同じではなく。

本論文では、次の三点について分析を試みた。

1. 文章の中で「働く」はどんな文法的意味を持っているか。

2. 文章の中で「勤める」はどんな文法的意味を持っているか。

3. 「働く」と「勤める」という動詞の類似点と相違点は何か。

本研究はMETODE DESKRIPTIF EKSPLORATIFを使用する。データを集めるためにはMETODE DOKUMENTASIを使用する。

本研究の結果として次のようにだった。

1. 「働く」は文法的意味が三つある。

労働。作用を表す意志。

報酬を得るために会社などに勤める。

頭脳や精神が活動する。

2. 「勤める」は文法的意味が二つある。

勤続

会社などにかよって仕事する。

3. 「働く」と「勤める」という動詞の類似点は二つある。

「働く」と「勤める」は会社などに通って仕事。

「働く」と「勤める」という文法的主語は個人についていう。

4. 「働く」と「勤める」という動詞の相違点は四つある。

「働く」はいつも「~で」という目的語について、その仕事をする場所をあらわす。

「働く」は体を活動するとして動作の面に重点をおいた。

「勤める」はいつも「~に」という目的語について、その仕事をする場所をあらわす。

「勤める」は体を活動するとして動作の面に重点をおかない、そして労力もほとんどかからないようなことについていう。


22 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN KAKUJOSHI 『から』“KARA”

DALAM THE ASAHI SHIMBUN

Nama : Yulia Pratitis Yusuf

No.Reg.Mahasiswa : 98240029

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : FBS

Nama Lembaga : UNESA

J.W.M Verhaar menyatakan bahwa “istilah seperti ‘Subyek’, ‘Predikat’, ‘Obyek’ dan ‘Keterangan’ disebut sebagai fungsi. Istilah ‘kata benda’, ‘kata kerja’, ‘kata sifat’ dan ‘kata depan’ dan sebagainya disebut sebagai kategori (atau kelas kata). Sedangkan istilah seperti ‘pelaku’,’penderita’, ‘penerima’, ‘aktif’, ‘pasif’ dan sebagainya disebut sebagai peran”(1983:70-71). Dikarenakan kalimat dari suatu bahasa secara universal mengenal istilah-istilah tersebut, maka pendapat Verhaar tersebutlah yang dijadikan penulis sebagai acuan dalam penelitian ini.

Bertolak dari pendapat Verhaar tersebut, penulis ingin mengetahui tentang penggunaan kakujoshi “kara” dalam suatu kalimat dipandang dari segi Sintaksis. Penulis berusaha untuk menganalisis secara tuntas tentang penggunaan kakujoshi “kara”, untuk itulah dalam penganalisisan peran kakujoshi “kara” penulis mengkombinasikan teori analisis kalimat Verhaar dengan pendapat Koizumi yang menjelaskan bahwa kakujoshi “kara” pada dasarnya menjelaskan titik awal keberangkatan yang disebut dengan Kiten. (1994:183).

Dilihat dari cara menganalisisnya, ada tiga cara untuk menganalisis klausa secara Sintaksis. Pertama, ada fungsi-fungsi” di dalam klausa, ada “peran-peran” dan ada “kategori-kategorinya” (1996:162). Sesuai dengan cara penganalisisan klausa tersebutlah dalam penelitian ini penulis mengkaji empat permasalahan yaitu:

1. Bagaimanakah fungsi kakujoshi “kara” menurut teori analisis kalimat Verhaar dalam kalimat bahasa Jepang yang terdapat dalam The Asahi Shimbun?

2. Bagaimanakah kategori kakujoshi “kara” menurut teori analisis kalimat Verhaar dalam kalimat bahasa Jepang yang terdapat dalam The Asahi Shimbun?

3. Bagaimakah peran kakujoshi “kara” menurut teori analisis kalimat Verhaar dalam kalimat bahasa Jepang yang terdapat dalam The Asahi Shimbun?

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode telaah pustaka dan metode analisis diskriptif. Penelitian ini mendiskripsikan gejala yang ada sesuai dengan keadaan sebenarnya tanpa melakukan pengujian hipotesis.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang penggunaan kakujoshi “kara” dalam suatu kalimat bahasa Jepang.

Hasil penelitian ini adalah:

1. Dari segi fungsi Sintaksis, fungsi kakujoshi “kara” menurut teori analisis kalimat Verhaar dalam kalimat bahasa Jepang yang terdapat dalam The Asahi Simbun (baik dalam kalimat Tunggal maupun kalimat Majemuk) adalah kakujoshi “kara” dapat mengikuti Argumen yaitu mengikuti fungsi Subyek dan Obyek dan juga dapat mengikuti Periferal yaitu Keterangan. Dalam pemakaiannya yang paling sering ditemukan adalah kakujoshi “kara” yang mengikuti Periferal (73.52%).

2. Dari segi kategori Sintaksis, kakujoshi “kara” selalu mengikuti kategori nomina (baik nomina yang menunjukkan tempat, waktu, pelaku, nomina turunan, atau kata kerja yang telah mengalami nominalisasi dan lain-lain seperti yang diungkapkan dalam lampiran 4). Karena kakujoshi “kara” selalu mengikuti kategori nomina maka kakujoshi “kara” merupakan suatu Adposisi dan dikarenakan bahasa Jepang merupakan bahasa yang berpola OV (Obyek-Verba) maka adposisi tersebut berupa Post posisi.

3. Dari segi peran Sintaksis, kakujoshi “kara” dalam suatu kalimat ada yang memiliki peran yang gramatikal yaitu kakujoshi “kara” yang mengikuti Argumen dan ada juga yang tidak memiliki peran yang gramatikal (perannya hanya secara leksikal) yaitu kakujoshi “kara” yang mengikuti Periferal. Dikarenakan kakujoshi “kara” dalam suatu kalimat paling sering mengikuti periferal, maka dalam pemakaiannya yang paling sering ditemukan adalah kakujoshi “kara” yang tidak memiliki peran yang gramatikal (82.85%).

Penelitian ini merupakan penelitian awal mengenai kakujoshi “kara” yang ditinjau dari segi sintaksis. Oleh karena itu diharpkan adanya penelitian lanjutan mengenai hal-hal yang belum dijangkau dalam penelitian ini.


要旨

朝日新聞における格助詞『から』の使用法の究明

.W.M Verhaar (1983:70-71) は『“Fungsi” (機能) は文章の主格とか 対象とか述語とか修飾と言う。“Kategori” (カテゴリ) は名詞、動詞、形容詞前置詞などと言う。“Peran” (役割) は事行者 (pelaku), 目的語 (penderita), 受取人 (penerima) , 能動(aktif), 受動(pasif)などだ』という。一般的な言語はその術語があるのでVerhaar理論を使う。

erhaarの理論で作者は語用論から見れば格助詞『から』の使用方の知りたい。

全部の格助詞『から』の使用を究明するので作者はVerhaarの理論と小泉の理論を使うことにする。小泉について格助詞『から』は基本的に起点を表す。(1994:183). ′p論で文の調査の方法が三つある。それは機能 (fungsi) とカテゴリ (kategori) と役割 (peran) と言うことができる(1996:162)。以上のことから究明の方法をこの本論文では三点の分析で試みた。

  1. Verhaarの理論における、朝日新聞の文の中に格助詞『から』の機能はどのようなものか。
  2. Verhaarの理論における、朝日新聞の文の中に格助詞『から』のカテゴリはどのようなものか。
  3. Verhaarの理論における、朝日新聞の文の中に格助詞『から』の役割はどのようなものか。そして、本研究では KUALITATIF という研究理論で分析する。つまり仮説を立てずに格助詞『から』の使用に基ついて叙述する。

調査した結果は:

  1. Verhaar 理論の文を調査によると、朝日新聞の文の中に(単文または複数)格助詞『から』の語用論の機能は文の中に『から』はアルグメンのあとに置く(文章の主格と対象のあとに置く)、格助詞『から』はペリフェラルのあとに置く(修飾語にあとに置く) 朝日新聞の文の中にペリフェラルのあとに置く確率が高い (73.52%)
  2. Verhaar 理論の文を調査の結果, 朝日新聞の文の中に格助詞『から』はいつも名詞または体言に付く。OV (対象述語)の中に格助詞『から』はいつも名詞に付いてからpost posisi と言う。
  3. Verhaar 理論の文を調査によると, 朝日新聞の文の中に格助詞『から』は文法的な役割(peran)があるし、文法的ではない役割(peran)もある。アルグメンに対しての格助詞『から』は文法的な役割(peran)があるし、ペリフェラル に対しての格助詞『から』は文法的ではない (82.85%)

この研究は最初のものであり、テーマをあまり深く研究できなかった。このことについて、さらに研究を深めれば、色々な面で学習者に有益なものになるであろう。


23 ABSTRAK

TINDAK TUTUR MAAF DALAM BAHASA JEPANG

PADA DRAMA LOVE GENERATION

KARYA ASANO TAEKO DAN OZAKI MASAYA

Nama : Natalia Cristiani

No. Registrasi : 98240030

Program Studi : S-1

Jurusan : Program Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Di dalam bahasa Jepang, tindak tutur maaf memiliki ragam yang cukup banyak, sehingga untuk mengucapkan maaf, tidak cukup hanya memakai gomen nasai, sumimasen, ataupun shitsurei shimasu saja. Tapi masih banyak lagi ungkapan yang dipakai. Melalui penelitian yang berjudul “Tindak Tutur Maaf dalam Bahasa Jepang pada Drama Love Generation Karya Asano Taeko dan Ozaki Masaya” ini, penulis akan mencari ragam tindak tutur maaf yang lain dalam bahasa Jepang. Tentu saja masing-masing tindak tutur maaf tersebut memiliki penggunaan yang berbeda-beda tergantung kepada faktor-faktor sosial yang melatar belakangi terjadinya tindak tutur maaf tersebut.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tindak tutur maaf dalam bahasa Jepang apa yang terdapat dalam drama Love Generation dan bagaimanakah hubungan faktor-faktor sosial dengan penggunaan masing-masing tindak tutur maaf dalam bahasa Jepang pada drama Love Generation. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai ragam tindak tutur maaf dalam bahasa Jepang dan penggunaan masing-masing tindak tutur maaf tersebut pada drama Love Generation.

Data dalam penelitian ini adalah 89 dialog yang didalamnya terdapat tindak tutur maaf dalam bahasa Jepang. Data-data tersebut diambil dari 11 episode drama Love Generation yang diproduksi Fuji TV pada tahun 1997. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu dengan menjelaskan hasil analisis secara rinci, yang sebelumnya didasarkan pada metode telaah pustaka untuk menguatkan hasil penelitian ini.

Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam drama Love Generation ditemukan 16 ragam tindak tutur maaf dalam bahasa Jepang, yaitu :

  1. ごめん (gomen)ごめんね (gomen ne) ごめんな (gomen na) わるい(warui)わるいけど (warui kedo) digunakan dalam situasi santai kepada orang yang hubungannya akrab dengan usia dan kedudukan yang sejajar atau di bawah pembicara ;
  2. ごめんなさい(gomen nasai)、すまない (sumanai)、あやまろう (ayamarou) digunakan dalam situasi informal maupun formal kepada orang yang usia dan kedudukannya di bawah pembicara.
  3. すみません (sumimasen)、あやまり (ayamari)、あやまる (ayamaru)、ゆるして(yurushite) digunakan dalam situasi informal maupun formal kepada orang yang memiliki hubungan in-group dengan usia dan kedudukan sejajar atau di atas pembicara ;
  4. 失礼します (shitsurei shimasu) 、どうもすみません (doumo sumimasen) digunakan dalam situasi formal kepada orang yang usia dan kedudukannya di atas pembicara ;
  5. 申し訳ありません (moushiwake arimasen)、申し訳ございません (moushiwake gozaimasen) digunakan dalam situasi yang resmi kepada orang yang usia dan kedudukannya di atas pembicara dan memiliki hubungan out-group dengan pembicara.


要旨

ドラマ「ラブジェネレーション」における謝罪発話行為

日本語で謝罪を表す表現は「ごめん」と「すみません」だけではなく、ほかの表現もある。したがって本研究では実際に様々な謝罪発話行為を見つけ、それから社会的な使い分けについて分析した。問題は次の二点である。

1.ドラマ「ラブジェネレーション」の中で謝罪発話行為がいくつあるか。

2.社会的に様々な謝罪発話行為の使い分けはどうであるか。

本研究は謝罪発話行為について、よく理解することができるということを目的とする。

本研究の資料はドラマ「ラブジェネレーション」に取りあげられている89の会話文から分析した。データを集めた上で分析するという本研究で用いられた方法は「Deskriptif analisis」である。

本研究から得た結果はドラマ「ラブジェネレーション」の中で16の謝罪発話行為があった。

「ごめん、ごめんね、ごめんな、わるい、わるいけど」は親しい友達や家族や年下の人に言い、インフォーマルな状態に使われる。「ごめんなさい、すまない、あやまろう」は友達や家族や年下の人に言い、インフォーマルやフォーマルな状態に使われる。「すみません、あやまり、あやまる、ゆるして」は友達や会社の人や年上の人や年下の人に言い、インフォーマルやフォーマルな状態に使われる。「失礼します、どうもすみません」は会社の人や初めて会った人と年上の人に使い、フォーマルな状態に使われる。たいていは先に帰るときとか、電話するときに使われる。「申し訳ありません、申し訳ございません」は会社の人や始めて会った人や年上の人などに使い、フォーマルな状態に使われる。


24 ABSTRAK

ANALISIS PERUBAHAN DIALEK KANSAI KE BAHASA JEPANG STANDAR DALAM NASKAH DRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS HOKKAIDÕ

TAHUN 2002

Nama : Indah Yuli Astuti

No. Reg : 98240032

Program Studi : Bahasa Jepang/S-1/98

Jurusan : Pendidikan Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Analisis Perubahan Dialek Kansai ke Bahasa Jepang Standat dalam Naskah Drama Mahasiswa Universitas Hokkaidõ tahun 2002”. Pemilihan judul tersebut dilandasi alasan bahwa dalam pembelajaran bahasa Jepang, tidak diajarkan pemakaian dialek khususnya dialek Kansai, padahal dialek Kansai sangat erat hubungannya dengan kegiatan berkomunikasi informal dengan penutur asli Jepang terutama yang berasal dari daerah Kansai. Dialek Kansai akan lebih mudah dipahami apabila mengubahnya ke bahasa Jepang standar, karena gramatika dialek Kansai tidak terlepas dari gramatika bahasa Jepang standar. Untuk mendapatkan data tentang dialek Kansai penulis mengambil kalimat dari dialog dalam naskah drama mahasiswa Universitas Hokkaidõ tahun 2002. Antara lain “Aruhi No Muratakun”, “Usagi To Kame”,”Shirayuki Hime”, “Urashima Tarou”, “Sannin No Ko Kansaijin” dan “Gohiki No Kobuta”.

Masing-masing naskah drama ditulis tiap kelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu atau dua mahasiswa yang berasal dari daerah Kansai. “Aruhi No Muratakun” menceritakan kisah pembunuhan seorang laki-laki yang diduga pembunuhnya adalah kekasihnya sendiri. “Usagi To Kame” menceritakan pertandingan lari antara Usagi dan Kame tetapi dengan menggunakan alat-alat modern seperti sepeda dan mobil. “Shirayuki Hime” menceritakan seorang putri dan 3 kurcaci sebagai pembantu. “Urashima Tarou” menceritakan penganiayaan terhadap kura-kura yang kemudian digantikan oleh Tarou sampai cerita berakhir. “Sannin no Ko Kansaijin” menceritakan tiga anak dikejar-kejar oleh Yakuza karena ibu mereka berhutang. Dan “Gohiki No Kobuta” menceritakan seekor serigala yang mencari babi untuk dimakan tetapi kemudian tidak mau memakan babi lagi. Dalam keenam drama tersebut dialog-dialog yang digunakan bervariasi dan penggunaan dialek Kansai sangat dominan.

Permasalahan yang akan dibahas dalan penelitian ini adalah perubahan dialek Kansai ke bahasa Jepang standar dalam masing-masing naskah drama berdasarkan:

1. Kata kerja

2. Ungkapan akhir kalimat

3. Partikel akhir

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data yang dikumpulkan bukanlah angka-angka, dapat berupa kata-kata atau gambaran sesuatu. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa:

1. Dalam ke-enam naskah drama terdapat 162 dialog yang mengandung kata-kata dalam dialek Kansai dan dari 162 dialog tersebut terdapat 280 kata yang tergolong kata kerja, ungkapan akhir kalimat dan partikel akhir.

2. Tidak menutup kemungkinan bahwa tidak semua kata dalam dialek Kansai dapat diubah ke bahasa Jepang standar. Hal ini disebabkan dalam dialek Kansai terdapat berbagai macam variasi bentuk karena adanya pengaruh pemakaian dialek Kansai pada masing-masing daerah.

3. Dialek Kansai banyak dipengaruhi oleh ungkapan akhir kalimat –nen atau –yanen untuk menekankan suatu kalimat.

4. Penggunaan –ya selain berfungsi sebagai partikel akhir, -ya memiliki fungsi sebagai –da, seperti –yatta, -yaro, -yakedo.


要旨

2002年北海道大学の学生製作ドラマシナリオにおける

関西弁から標準語への変化の分析

この論文のテーマは2002年北海道大学の学生製作ドラマシナリオにおける関西弁から標準語への変化の分析である。日本語教育の中で、方言、特に関西弁に関する授業がまだ行われていない。日本語の中で方言、特に関西弁は重要な言葉だと思う。日本人、特に関西からの人々と会話をするとき、関西弁が分からなく、コミュニケーションが困難になる場合もある。関西弁を分かりやすく、理解できるように関西弁から標準語に変化する方法から分析した。

各シナリオは各グループが製作した。1グループの中に一人か二人の関西人がいる。ドラマの内容は次の通りである。

1. 「ある日の村田君」は殺人事件の中で犯人っぽい人が殺された人の恋人というドラマである。

2. 「うさぎとかめ」はモダンな乗り物を使用し、競争したうさぎとかめのドラマである。

3. 「白雪姫」は3人の小人のメイドと暮らしている姫のドラマである。

4. 「うらしまたろう」はいじめられるカメがタロウに役を交代してもらって行われるというドラマである。

5. 「三人の子関西人」はヤクザに借金を払わされる三人の子というドラマである。

6. 「五匹の子豚」は普段豚を食べる空腹の狼が豚を食べたくなくなったというドラマである。

この六つのドラマシナリオの中で関西弁を含む文が多いので関心をもった。

本論文の問題は2002年北海道大学の学生製作ドラマシナリオにおける関西弁から標準語にどのように変化するのかであり、次の分類に分けた。

1. 動詞

2. 文末表現

3. 終助詞

本研究に用いる分析の方法は、質的の記述 (Deskriptif kualitatif) である。質的の記述という研究方法は集めたデータが数字ではなく、言葉や何かについてのデータである。

本研究の結果、次のことが明らかになった。

1. 六つのドラマシナリオにある関西弁を含む対話は162文で、その中で280語が関西弁の動詞、文末表現、終助詞を含む語である。

2. 関西弁の文法は全部標準語に変化できるというわけではない。関西弁の文法の中に変形がたくさんあるのは各地域によって関西弁の使い方が違うからである。

3. 関西弁で、「~ねん/~やねん」の文末表現は文を強調するためによく使われている。

4. 「や」は終助詞の機能を持っているだけではなく、標準語の断定の助動詞「だ」という意味も持っている。


25 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN KATA SAMBUNG (SETSUZOKUSHI)

~ TE KARA DAN ~ ATO (DE) DALAM KALIMAT TULIS BAHASA JEPANG

Nama : Silvia Sensivera

Nomor Registrasi : 98240038

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Analisis Penggunaan Kata Sambung (Setsuzokushi) ~ Te Kara dan ~ Ato (De) Dalam Kalimat Tulis Bahasa Jepang” yang dilatar belakangi adanya persamaan dan perbedaan dalam penggunaan kata sambung tersebut sehingga penulis mengalami kesulitan ketika menentukan kapan saatnya dalam suatu kalimat memggunakan kata sambung ~ te kara dan ~ ato (de) karena keduanya memiliki arti yang sama yaitu “setelah” dan juga sama-sama diikuti oleh kata kerja. Untuk mengetahui penggunaan kata sambung tersebut itulah, maka penelitian ini dilakukan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimanakah penggunaan kata sambung ~ te kara ?

2. Bagaimanakah penggunaan kata sambung ~ ato (de) ?

3. Apakah perbedaan dan persamaan kata sambung ~ te kara dan ~ ato (de) ?

4. Apakah penggunaan kata sambung ~ te kara dan ~ ato (de) tersebut dapat dipertukarkan ?

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena sifatnya menguraikan data-data penelitian dengan apa adanya. Subyek penelitian ini adalah kalimat-kalimat tulis bahasa Jepang yang diambil dari Nihongo Journal sebagai sumber data utama dan buku pelajaran Dokkai sebagai pelengkap sumber data.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang penggunaan kata sambung ~ te kara dan ~ ato (de) yang diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang persamaan dan perbedaan kata sambung tersebut serta bisa tidaknya penggunaan kata sambung tersebut dipertukarkan dengan manfaat dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu bahasa terutama memberikan sedikit tambahan pengetahuan bagi mahasiswa Bahasa Jepang untuk memahami tentang penggunaan kata sambung ~ te kara dan ~ ato (de).

Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Penggunaan ~ te kara diikuti oleh kata kerja bentuk ~ te + kara dimana dapat berarti “setelah” dan “sejak” serta mengandung unsur yang berhubungan dengan perasaan, keinginan dan sebagainya pada kalimat kedua.

2. Penggunaan ~ ato (de) dapat diikuti oleh kata kerja bentuk ~ ta + ato (de) dan kata benda (Noun) + no ato (de) yang hanya memiliki arti “setelah” serta hanya merupakan pernyataan yang bersifat obyektif saja.

3. Persamaan ~ te kara dan ~ ato (de) terletak dari artinya yaitu “setelah” dan juga terletak pada jenis kata yang mengikutinya yaitu kata kerja.

Perbedaan ~ te kara dan ~ ato (de) yaitu ~ te kara juga dapat berarti “sejak” dan berdasarkan penggunaannya tidak ada durasi waktu antara peristiwa awal pada kalimat pertama dengan peristiwa akhir pada kalimat kedua, sedangkan ~ ato (de) dapat diikuti oleh kata benda dan berdasarkan penggunaannya ada durasi waktu antara peristiwa awal pada kalimat pertama dengan peristiwa akhir pada kalimat kedua.

4. Kata sambung ~ te kara dan ~ ato (de) berdasarkan persamaannya, dalam hal tata bahasa dapat dipertukarkan namun durasi waktu yang ditimbulkannya menjadi berbeda mengikuti durasi waktu yang terkandung dalam kata sambung tersebut. Secara keseluruhan apabila dilihat dari tujuannya yang mengandung perasaan (untuk ~ te kara) dan pernyataan obyektif (untuk ~ ato (de) ) maka ~ te kara dan ~ ato (de) tidak lazim dipertukarkan.


要旨

日本語の接続詞「~てから」と「~あと()」の文法的の分析について

日本語で「~てから」と「~あと(で)」は接続詞と呼ばれる。インドネシア語では「kata sambung」と言う。接続詞「~てから」と「~あと(で)」はどちらも意味が「setelah」で、一緒に使う品詞も動詞である。この研究は接続詞「~てから」と「~あと(で)」の使用の共通点と相違点を説明したい。

問題は次の3点である。

1. 「~てから」の使い方はどうか。

2. 「~あと(で)」の使い方はどうか。

3. 「~てから」と「~あと(で)」の共通点と相違点は何か。

4. 「~てから」と「~あと(で)」は互いに交換できるか。

この研究は「Deskriptif kualitatif」方法を用いた。デタは雑誌「日本語ジャナル」(最上デタ)と読解の本から取った。

研究結果として次のようになった :

1. 「~てから」の使い方は 動詞~て+から、意味は setelah」と「sejak」がある。二番目の文で情意(忠告、命令など)表現を表す。一つの文と二つの文は時間がかからないのである。

2. 「~あと(で)」の使い方は 動詞~た+あと(で)と名詞+のあと(で)、意味は「setelah」と言う意味だけである。客観的な表現を表すためである。一つの文と二つの文は時間がかかる。

3. 「~てから」と「~あと(で)」の共通点は 意味にある、それは「setelah」である。品詞の動詞にもある。

「~てから」と「~あと(で)」の相違点は時間的と意味とニュアンス動詞の形(~て形と~た刑)にある。

4. 「~てから」と「~あと(で)」は 文法的に用いて、互いに交換できるが時間的な違いがある。一般的に、情意の表現を表す文「~てからのため」と客観的の表現を表す文「~あと(で)のため」を交換すると不自然になる。


26 ABSTRAK

ANALISIS MAKNA IROIRONA DAN SAMAZAMANA DALAM

KALIMAT BAHASA JEPANG

Nama : Ernawati

NIM : 98240039

Program Studi : Bahasa Jepang/S-1/1998

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Analisis Makna Iroirona dan Samazamana dalam Kalimat Bahasa Jepang”. Secara umum ‘Iroirona ‘ dan ‘samazamana’ memiliki makna “Bermacam-macam” tetapi sebenarnya ada perbedaan diantaranya yang kurang diperhatikan dan dipahami oleh pembelajar Bahasa Jepang.

Skripsi ini akan menganalis tentang : (1) makna iroirona dalam kalimat bahasa Jepang; (2) makna samazamana dalam kalimat Bahasa Jepang; dan (3) kemungkinan untuk mempertukarkan keduanya.

Dari ketiga rumusan permasalahan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengetahui makna iroirona dalam kalimat Bahasa Jepang; (2) mengetahui makna samazamana dalam kalimat bahasa Jepang; (3) mengetahui apakah keduanya dapat dipertukarkan.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan kepada pembelajar bahasa Jepang tentang makna ‘Iroirona’ dan ‘Samazamana’.

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melukiskan keadaan sebenarnya dalam suatu obyek, sehingga diperoleh gambaran yang tepat dan obyektif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: iroirona dan samazamana memiliki makna “bermacam-macam”, akan tetapi samazamana lebih formal dibandingkan dengan iroirona. Selain itu samazamana bukan semata bermakna banyak ragam, tetapi lebih mengarah pada perbedaan khusus dari macamnya benda yang dibicarakan. Secara umum keduanya dapat saling dipertukarkan, akan tetapi pada pernyataan tertentu iroiro tidak dapat digantikan dengan samazama.


要旨

日本語の文における「いろいろな」と「さまざまな」の意味の考察

一般的に「いろいろな」と「さまざまな」はたくさんある様子をあらわすが、本当はこの意味が状況によって、少し違いがある。しかし、普通学生たちは、一般的な意味しか知らない。それで、このテーマを選んだ。

本稿では,次のようなことを分析する。

1.文の中の「いろいろな」の意味はどのようなものであるか。

2.文の中の「さまざまな」の意味はどのようなものであるか。

3.「いろいろな」と「さまざまな」が互いに交換出来るかどうか。

本稿の目的は下記のとおりである。

1.文の中の「いろいろな」の意味を理解する。

2.文の中の「さまざまな」の意味を理解する。

3.「いろいろな」と「さまざまな」が互いに交換出来るかどうかを確認する。

本稿では,次の分析の方法’deskriptifkualitatif’法を使用する。「さまざまな」は「いろいろな」とくらべるともっと正式的な状況で使われている。一般的に「いろいろな」と「さまざまな」が互いに交換出来るが、特別な状態では、「さまざまな」は使えない。


27 ABSTRAK

PENGGUNAAN NINSHOUDAIMESHI BERDASARKAN GENDER

DALAM FILM “SPACE TRAVELLERS”

Nama : Luluk Taslimah

No. Reg : 98240040

Prodi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Perbedaan gender dalam suatu masyarakat penutur bahasa merupakan salah satu kunci untuk membuka ciri-ciri suatu kelompok masyarakat penutur bahasa tertentu dalam hal ini adalah bahasa Jepang. Maka melalui sebuah film karya Katsuyuki Motohiro yang berjudul “Space Travellers”, penulis dalam skripsi ini akan membahas penggunaan pronomina persona yang dipengaruhi oleh perbedaan gender dalam bahasa Jepang.

Dalam Skripsi ini akan dibahas mengenai penggunaan variasi pronomina persona terutama yang berkaitan dengan perbedaan gender lalu bagaimana perwujudannya dalam bahasa Jepang itu sendiri melalui film “Space Travellers”. Dalam hal ini dijelaskan perbedaan penulisan/sapaan pronomina persona secara gramatikal dilihat dari aspek jenis kelamin.

Bertitik tolak dari ruang lingkup dan faktor-faktor di atas maka dalam skripsi ini diambil rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana variasi pronomina persona dalam film “Space Travellers” yang didasari gender.

2. Aspek apa saja yang melatarbelakangi penggunaan variasi pronomina persona dalam film “Space Travellers”.

3. Apakah dalam film “Space Travellers” penggunaan pronomina persona yang dipengaruhi gender dapat dipertukarkan.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari masalah-masalah yang dirumuskan tadi, setelah diadakan analisis terhadap 114 buah kalimat yang mengandung pronomina persona yang diambil dalam film “Space Travellers” diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :

1. Terdapat beberapa pronomina persona yang dipengaruhi oleh gender dalam penggunaannya, yakni : variasi persona atashi yang hanya digunakan oleh pesapa wanita dan variasi persona ore, boku, omae dan kimi yang hanya digunakan oleh pesapa pria.

2. Penggunaan pronomina persona yang didasari oleh gender dilatarbelakangi oleh dimensi horizontal, yakni kesamaan antara pihak pesapa dan penyapa dari segi kedudukan sosial, kekerabatan dan non-kekerabatan.

3. Terdapat pronomina persona yang penggunaannya dapat dipertukarkan, maksudnya ragam pronomina persona tersebut bebas digunakan baik oleh pesapa pria maupun wanita karena bersifat netral. Ragam pronomina persona tersebut adalah watashi, anata dan anta.


要旨

スペーストラベラースにおける

性別による人称代名詞の使用法

言語を使う社会における性の相違はその社会の特徴、特に日本語を理解するため一つのカギである。筆者は、 Katsuyuki Motohiro 氏の 傑作である映画「スペーストラベラース」を用いて、日本語の性別による人称代名詞の使用法を研究した。

本稿では人称代名詞の使用法に関して性別と言語の関係を分析し、特に「スペーストラべラース」という映画の中で性の相違をどのように現れているのかを研究する。

本稿では以下のように、三つの点を研究問題として確定した。

1. 「スペーストラベラース」では性別によって人称代名詞がどのように変化するのか。

2. 「スペーストラべラース」では人称代名詞の使用法の背景となる局面が何なのか。

3. 「スペーストラべラース」では性別に影響された人称代名詞の使用法は変えられるのか。

本研究は性質の描写研究である。「スペーストラべラース」からとった人称代名詞は114文である。これを分析した後明らかになったことは以下の通りである:

1. 性の相違によって使われる人称代名詞がいくつかある。それは「あたし」の人称が女性にしか使われていないことと「俺」と「僕」と「君」と「お前」が男性にしか使われていないことである。

2. 性別による人称代名詞の使用法は水平な局面である。水平な局面において特に人間関係からみた話し手と相手の社会の位置は平等である。

女性でも男性でも使える人称代名詞がある。それが「私」と 「あなた」と

「あんた」である。


28 ABSTRAK

NOMINALISASI KALIMAT BAHASA JEPANG

DENGAN Koto dan No DALAM ASAHI SHINBUN

Nama : Abdul Rouf

No. Regristrasi : 98240043

Program Studi : S1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini mengambil tema nominalisasi kalimat bahasa Jepang dengan koto dan no dalam Asahi Shinbun. Latar belakang pemilihan tema ini di dasari oleh pendapat Iori Isao yang menyatakan bahwa koto dan no memiliki fungsi untuk menominakan kata kerja maupun kata sifat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nominalisasi kalimat bahasa Jepang dengan koto dan no serta perbedaan nominalisasi dengan koto dan no.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana nominalisasi kalimat bahasa Jepang dengan koto dan no dalam Asahi Shinbun
  2. Apakah perbedaan nominalisasi kalimat bahasa Jepang dengan koto dan no dalam Asahi Shinbun
  3. Diantara nominalisasi dengan koto dan no mana yang sering di pakai

Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah koran Asahi Shinbun edisi 6 September 2002 dan 12 September 2002.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nominalisasi dengan koto dipakai untuk menominakan kata kerja dan kata sifat yang menyatakan suatu pernyataan atau keadaan yang bersifat abstrak, kata kerja dan kata sifat yang mendahului nominalisasi koto dapat dalam bentuk kamus maupun bentuk lampau. Susunan kalimat nominalisasi dengan koto adalah sebagai berikut:

Kata kerja + koto

Kata sifat (I ) +koto

Kata kerja + koto + ga + dekiru

Kata kerja + koto + ga / mo + aru

Kata kerja + koto + ni + naru

Kata kerja + koto + ni + suru

Sedangkan nominalisasi dengan no dipaki untuk menominakan kata kerja dan kata sifat yang menyatakan suatu persepsi panca indera. Kata kerja dan kata sifat yang mendahului nominalisasi dengan no bisa dalam bentuk biasa maupun bentuk pasif, dengan susunan kalimat sebagai berikut:

Kata kerja + no

Kata sifat (i) + no

Kata sifat (na) + na / data + no

Perbedaan nominalisasi dengan koto dan no adalah nominalisasi dengan koto dipakai untuk menominakan kata kerja dan kata sifat yang menyatakan suatu keadaan atau peristiwa yang bersifat abstrak, dapat dipakai dalam berbagai bentuk ungkapan majemuk seperti koto ga dekiru, koto ga aru dan lain-lain. Nominalisasi dengan no di pakai untuk menominakan persepsi panca indera seperti miru (melihat), kiku (mendengar), dan lain-lain dan tidak bisa dipakai dalam berbagai bentuk ungkapan majemuk.

Diantara nominalisasi dengan koto dan no, Nominalisasi yang sering digunakan dalam Asahi Shinbun adalah nominalisasi dengan koto, Hal ini membuktikan bahwa nominalisasi dengan koto bersifat lebih formal daripada nominalisasi dengan no


要旨

朝日新聞における日本語の文の形式名詞「こと」と「の」について

このテーマは朝日新聞の中に形式名詞「こと」と「の」について研究する。本研究は「こと」と「の」名詞化する機能があると言うIori Isao(2001:176) の意見をもとに行った。。この二つの 形式名詞の使用される点と相違点を知るためにこの研究を行った。

論文では朝日新聞に用いられている「こと」と「の」について、次の三点について文析を試みた。

1.朝日新聞の中に見る日本語の文の形式名詞「こと」と「の」使用実態。

2.2. 朝日新聞の中に見る日本語の文の形式名詞「こと」と「の」の違いは 何か。

3.朝日新聞の中にどの形式名詞「こと」と「の」がよく使用されているか。

本研究はmetode deskripsi kualitatifを使用した。データを集めるためにはmetode dokumentasiを使用した。調査研究データは朝日新聞の中にあるで、200296日刊行と2002912日刊行のものを使った.

調査した結果、形式名詞「こと」の使用実態は抽象的な事柄を表す。形式名詞「こと」の前の動詞と形容詞は普通体である. 形式名詞「こと」の接続の形は次の通りである。

1.動詞 +こと

2. い」形容詞+こと

3.~ことができる

4. ~ことになる

5.~ことにする

6.~ことも / がある

形式名詞「の」の使用実態は知覚「視覚,感覚」を表す。形式名詞「の」の前の動詞と形容詞は普通体である. 形式名詞「の」の接続の形は次の通りである。

1. 動詞 +

2. 「い」形容詞 +

3. 「な」形容詞 + / だった +

形式名詞「こと」と「の」の違いは次の通りである。形式名詞「こと」使用実態は抽象的な事柄を表して複合表現を使うことができる。形式名詞「の」使用実態は知覚「視覚。感覚」を表す。しかし複合表現を使うことができない。

朝日新聞の文章では形式名詞「こと」よく使われると言うことが明らかになった。このことは「こと」が「の」よりもっと改まった形を表すということである。


29 ABSTRAK

ANALISIS KANYŌKU (IDIOM) BAHASA JEPANG YANG MENGGUNAKAN KATA TE (TANGAN)

Nama : Yuni Annisa Wati

Nomer Registrasi : 98240044

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa Dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Analisis Kanyōku (Idiom) Bahasa Jepang yang Menggunakan Kata Te (Tangan)”, dengan latar belakang penelitian yaitu bahwa orang Jepang ketika berbicara supaya tidak menyinggung perasaan lawan bicara menggunakan kanyōku (idiom) untuk menghaluskan kata-katanya. Idiom (kanyōku) dalam bahasa Jepang banyak sekali yang menggunakan nama-nama bagian tubuh manusia. Dan nama bagian tubuh manusia yang paling banyak digunakan adalah tangan, yang dalam bahasa Jepang disebut dengan Te.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai informasi tentang kanyōku (idiom) yang terdapat dalam bahasa Jepang, khususnya yang menggunakan kata Te.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang didasarkan pada penelitian kepustakaan. Langkah pertama yang dilakukan dalam menganalisis kanyōku (idiom) yang menggunakan kata te ini adalah menganalisa makna yang terkandung dalam kanyōku (idiom) tersebut, selanjutnya mengklasifikasikannya berdasarkan penggunaannya dalam kalimat menurut maknanya. Langkah terakhir dari analisis ini adalah mencari persamaan makna kanyōku (idiom) yang menggunakan kata te dalam bahasa Jepang dengan Idiom yang juga menggunakan kata tangan dalam bahasa Indonesia.

Dari hasil penelitian ini ditemukan kanyōku yang menggunakan kata te secara garis besar dapat dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu :

a. Kanyōku te yang menyatakan arti perasaan.

b. Kanyōku te yang menyatakan arti yang berhubungan dengan badan (diri), tabiat (watak), dan sikap (tingkah laku).

c. Kanyōku te yang menyatakan arti perbuatan (tindakan), gerakan (aksi), dan aktifitas (kegiatan)

d. Kanyōku te yang menyatakan arti keadaan (suasana), derajat (mutu), dan nilai (harga).

e. Kanyōku te yang menyatakan arti yang berhubungan dengan pergaulan sosial, dan kehidupan atau penghidupan.


要旨

手を使用する日本語の慣用句の分析

本研究は手を使用する日本語の慣用句について分析した。本研究は日本語学習者のために手の慣用句の使用について調べた。問題は次の三点である。

a. 手を使用する日本語の慣用句の意味はどうか。

b. 文章の中では手の慣用句の使用はどうか。

c. 手を使用するインドネシア語の慣用句と同意語があるか。

研究対象として手を使用する日本語の慣用句を七十取り上げた。本研究ではMetode Deskriptif Kualitatif を使用する。データを収集にはMetode Kepustakaan を使用する。データは手を使用する日本語の慣用句で、意味を分析した。そして、手の慣用句の使用を分析し、手を使用するインドネシア語の慣用句と同意語を探した。

本研究の結果、手を使用する日本語の慣用句は五つに分類される。

a. 感覚、感情を表す手の慣用句

b. 体、性格、態度を表す手の慣用句

c. 行為、動作、行動を表す手の慣用句

d. 状態、程度、価値を表す手の慣用句

e. 社会、文化、生活を表す手の慣用句

この研究は最初のものであり、テーマはあまり深くは研究できなかった。このことについて研究を深めれば、色々な面で学習者に有益なものになるであろう。


30 ABSTRAK

REDUPLIKASI BAHASA JEPANG

Nama : Kundayani

No. Reg : 98240048

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : FBS

Nama Lembaga : Unesa

Umumnya kata reduplikasi yang diketahui bermakna jamak, proses morfologisnya berasal dari bentuk dasar berjenis kata benda yang diulang penuh seperti iro à iro-iro ataupun diulang penuh tapi disertai perubahan bunyi seperti pada /h/ pada hito menjadi /b/ pada hito-bito. Kenyataannya kata reduplikasi tidak bermakna jamak saja dan proses morfologisnya bisa berasal dari bentuk dasar jenis kata lain tidak selalu kata benda. Keanekaragaman proses morfologis dan makna yang terjadi pada kata reduplikasi melandasi peneliti mengangkat judul ini.

Skripsi ini akan menganalisis tentang : (1) jenis kata bentuk dasar yang mengalami reduplikasi (2) proses morfologis kata reduplikasi (3) perubahan jenis kata setelah proses morfologis (4) Makna kata reduplikasi dalam kalimat.

Dari keempat permasalahan di atas, tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses morfologis reduplikasi morfemis Bahasa Jepang.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan metode telaah pustaka dan analisis deskriptif.

Dari 95 data yang ada, diketahui bahwa jenis kata bentuk dasar yang dapat mengalami reduplikasi adalah jenis Kata Benda, Kata Sifat i, Kata Sifat na, Kata Keterangan dan Kata Kerja bentuk sekarang. Reduplikasi dalam Bahasa Jepang digolongkan menjadi pengulangan lengkap (完全重複)) tanpa rendaku / perubahan bunyi dan dengan rendaku serta pengulangan sebagian (不完全重複) tapi jarang digunakan. Proses morfologis pengulangan lengkap (完全重複)tanpa rendaku pada kata reduplikasi dibaca kunyomi : mengulang langsung dari bentuk dasarnya berjenis selain Ksna, mengulang langsung bentuk dasarnya berupa jukugo, mengulang langsung bentuk dasar KB + shii, mengulang goki bentuk dasar KSi dan KK, mengulang goki bentuk dasar KSi + shii, mengulang KK yang dibendakan Proses morfologis pengulangan lengkap(完全重複)tanpa rendaku pada kata reduplikasi dibaca onyomi asli adalah mengulang langsung dari bentuk dasarnya, mengulang langsung bentuk dasarnya berupa jukugo; pada onyomi jadian adalah mengulang langsung onyomi jadian , mengulang onyomi jadian KSi + suru.

Proses morfologis pengulangan lengkap (完全重複)dengan rendaku pada kata reduplikasi dibaca kunyomi :mengulang langsung bentuk dasarnya berjenis KB, mengulang langsung bentuk dasarnya berupa jukugo, mengulang goki bentuk dasar KSi, mengulang goki bentuk dasar jenis Ksna + shii, mengulang KK yang dibendakan, mengulang KK yang dibendakan + suru. Sedangkan proses morfologis kata reduplikasi dibaca onyomi hanya onyomi jadian : mengulang langsung onyomi jadian, mengulang onyomi jadian jenis KK + shii.

Proses morfofonemis pengulangan lengkap dengan rendaku umumnya perubahan bunyi dakuon terutama perubahan bunyi / h / à / b / dan / k / à / g /. Perubahan jenis kata setelah proses morfologis yaitu :

Tanpa rendaku pada kata reduplikasi dibaca kunyomi :

1. Jenis KB à KSi, Ksna, Kket

2. Jenis KSi à Ksna

3. Jenis KK à Kket

Tanpa rendaku pada kata reduplikasi dibaca onyomi asli

1. Jenis KB à Ksna, KKet

Onyomi Jadian

1. Jenis KSi à Kket, KK

2. Jenis Ksna à Kket

3. Jenis KK à KKet

– Dengan rendaku pada kata reduplikasi dibaca kunyomi

1. Jenis KB à Ksna, KKet

2. Jenis KSi à Kket

3. Jenis Ksna à KSi

4. Jenis KK à Ksna

Dengan rendaku pada kata reduplikasi dibaca onyomi jadian

1. Jenis KK à KSi, Ksna, KKet

Makna yang sering ditemui adalah jamaknya dan keadaan sungguh-sungguh


要旨

日本語の重複語の特徴

一般的な重複語は 意味がたくさんあり、構成の基本形式は名詞から 完全重複してできている。例えば 色>色々 または連濁を伴う名詞、例えば / h / hitoー> / b /hito-bito などがある。実は、重複語はたくさんの意味を持つだけではない。基本形式は名詞だけではなく他の品詞からもできている。このように重複語は色々な構成と意味を持っているので、このテーマを選んだ。

以上のことから、本論文では四点の分析を試みた。(1)基語はどんな品詞を繰り返しているか(2)重複語の構成はどうなっているか(3)重複語の品詞が変化する(4)重複語の意味はなにか。

本研究ではdeskriptif kualitatif という研究理論で分析する。つまり、仮説を立てずに資料に基づいて叙述する。。データは雑誌(アエラ、にっぽにあ、日本語ジャーナル)から集めた。

分析した結果は(1)基語は名詞、形容詞、形容動詞、副詞、~ます形の動詞を重複してできている。名詞がよく使用されていた。(2)重複語は二つに分けられる。非連濁ものと連濁で完全重複のもの。そして、不完全重複(データは見つからない)。重複語の構成は次のように分けられる。

1。非連濁完全重複

1 訓読みで重複の言葉 :

形容動詞以外の基本形式を直接繰り返す, 熟語を直接くりかえす, 基本形式の名詞の繰り返し+しい, 形容詞と動詞の語基を繰り返す, 語基の形容詞の繰り返し+しい, 名詞化した動詞を繰り返す。

.2 音読みで重複の言葉

元の音読み :

基本形式を直接繰り返す, 熟語を直接くりかえす

派生音読み :

派生音読みを直接繰り返す, 派生音読みの形容詞の繰り返し+する

2.連濁で完全重複

2.1 訓読みで重複の言葉 :

基本形式の名詞を直接繰り返す, 熟語を直接繰り返す, 形容詞の語基を繰り返す, 形容詞の語基を繰り返し+しい, 名詞化した動詞を繰り返す, 名詞化した動詞の繰り返し+する。

2.2 音読みで重複の言葉

派生音読み :

派生音読みを直接繰り返す, 派生音読みの動詞を繰り返す。

連濁で完全重複の形態音素は濁音変化、特に/ h / à / b / / k / à / g /である。品詞は次のように変化する。

1。非連濁完全重複

I.1 訓読みで重複の言葉

1.名詞 à 形容詞, 形容動詞, 副詞

2.形容詞 à 形容動詞

3.動詞 à 副詞

I.2 音読みで重複の言葉

元の音読み

1.名詞 à 形容動詞, 副詞

派生音読み

1.形容詞 à 副詞, 動詞

2.形容動詞 à 副詞

3.動詞 à 副詞

2.連濁で完全重複

2.1 訓読みで重複の言葉

1.名詞 à 形容動詞, 副詞

2.形容詞 à 副詞

3.形容動詞 à 形容詞

4.動詞 à 形容動詞

2.2 音読みで重複の言葉

派生音読み

1.動詞 à 形容詞, 形容動詞, 副詞

たいていは「数量が多いこと」と「大変非常に」という意味を示す。


31 ABSTRAK

ANALISIS KANYOUKU (IDIOM) YANG MENGGUNAKAN KATA KOKORO (HATI) DALAM BAHASA JEPANG

DAN PADANANNYA DENGAN BAHASA INDONESIA

Nama : Achmad Zaini

No. Reg. : 99240003

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

日本語の「心」を使用した慣用句と

インドネシア語の慣用句との比較研究

慣用句というのは、二つの以上の言葉がむすびついて、ある決まった意味を表わすこと。どこの国の人でも慣用句がある。日本人は、話している時に相手の心を触れないように慣用句で言葉を丁寧することがよく使う。体の部分について慣用句があり、特にを使う慣用句である。

この研究は、日本語の文章の中における目と関係がある慣用句の意味が分かるようにするためである。

本論文の問題は、

1. この文章の中に見られる心を使用する慣用句の意味は、どうであろう

2. 本語とインドネシア語の文章の中に見られる心を使用する慣用句の意味の比較は、どうであろうか。

この研究の目的は、日本語の文章の中にと関係がある慣用句の意味を記述する。

この研究は、ディスクリプティブクアリタティブの研究を用いた。それは、日本語の文章の中にと関係がある慣用句の意味について記述する。

この研究の結果は、次のようなことが明らかになった。

1. 本語の文章の中に見られる心と関係がある慣用句の意味は、感覚や感情を表す心の慣用句または、事件に見られるために説明する慣用句の意味である。

2. 日本語の文章の中に見られるで使用する慣用句は、感覚、悩み、興味、期待を説明することが使える。


32 ABSTRAK

PRINSIP KERJA SAMA DAN STRATEGI KESOPANAN

PADA IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM DRAMA

NICHIJOU SEIKATSU NI MIRU NIHON NO BUNKA

Nama : Ratna Wijayanti

No Reg : 99240004

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Orang Jepang sering berimplikatur dalam menyampaikan pendapat atau maksud tertentu. Implikatur adalah mengungkapkan sesuatu dengan secara tidak langsung. Hal ini dimaksudkan agar tidak saling melukai perasaan masing-masing. Namun, terkadang sulit bagi lawan bicara untuk menangkap maksud dari sebuah implikatur. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami makna sebuah implikatur diperlukan adanya kerja sama antara pembicara dan lawan bicara.

Dengan latar belakang itulah, maka penulisan skripsi ini akan mendeskripsikan mengenai prinsip kerja sama pada implikatur percakapan dan hubungannya dengan prinsip kesopanan yang dikhususkan pada drama seri “Nichijou Seikatsu ni Miru Nihon no Bunka”.

Alasan pemilihan drama “Nichijou Seikatsu ni Miru Nihon no Bunka sebagai sumber data adalah karena :

  1. Merupakan drama berbahasa Jepang.
  2. Menceritakan tentang kehidupan modern masyarakat Jepang.

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

  1. Maksim apa sajakah yang mendasari implikatur-implikatur percakapan dalam drama “Nichijou Seikatsu ni Miru Nihon no Bunka ?
  2. Bagaimanakah hubungan implikatur percakapan dengan prinsip kesopanan dalam drama tersebut?

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan hasil analisis atau uraian secara rinci yang sebelumnya didasarkan pada metode telaah pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan data yang berasal dari sumber tertulis. Adapun teknik analisis dilakukan berdasarkan teori Grice mengenai prinsip kerja sama (cooperative principle) yang dihubungkan dengan prinsip kesopanan (politeness principle) yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson.

Berdasarkan hasil analisa data diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Keempat maksim dalam prinsip kerja sama (cooperative principle) berperan mendasari implikatur-implikatur percakapan dalam drama “Nichijou Seikatsu ni Miru Nihon no Bunka”. Namun, berdasarkan hasil analisis ditunjukkan bahwa di antara keempat maksim tersebut, maksim yang paling banyak mendasari implikatur percakapan dalam drama ini adalah maksim kualitas.

2. Jika ditinjau dari nilai kesopanan, sebagian besar implikatur percakapan dalam drama ini didasari oleh maksim kebijaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi, orang Jepang biasanya lebih memilih untuk menjaga kesopanan yang sifatnya benar-benar menghormati dan tidak langsung, karena hal tersebut dianggap dapat menjaga keharmonisan hubungan antara pembicara dengan lawan bicara, meskipun terkadang hal tersebut menimbulkan kesan kaku atau kurang akrab.


要旨

「日常生活に見る日本の文化」というビデオドラマに現れる

婉曲表現の協力の原則と丁寧性について

日本人は自分の意志や意見などを伝えるとき、婉曲表現をよく使う。婉曲というのは意志や意見などをはっきり言わないということである。それはお互いの心を傷付けないようにする。しかし、婉曲表現は、聞き手にとってときどき意味が分かりにくい。だから、婉曲の意味が分かるように、話し手と聞き手は協力が必要である。

そこで、本研究は婉曲表現に現れる協力の原則と丁寧性 について分析する。データは「日常生活に見る日本の文化」というビデオドラマから取った。理由は次の通りである。

1. 日本語を使うドラマだからである。

2. 今の日本人の生活を語るドラマだからである。

本研究の問題は次の通りである。

1.「日常生活に見る日本の文化」に現れる婉曲表現 の原則は何か。

2. ドラマにある婉曲表現と礼儀との関係はどうか。

本研究は Deskriptif kualitatif の方法を使う。Deskriptif kualitatif という方法は研究の結果を詳しく説明する方法である。分析方法は 協力の原則(Grice) 丁寧性 (Brown & Levinson) という人類学者の意見を参考にした。

データ分析の結果からの結論は次の通りである。

1. 「日常生活に見る日本の文化」に現れる婉曲表現の原則は四つある。それは量の原則と質の原則と関係の原則と話し方の原則である。これらの中で、一番多く現れるのは 質の原則である。

2. ドラマの中で婉曲表現は 負の丁寧方略 をよく使う。負の丁寧方略というのは話し手と聞き手の間の社会的距離を示す方略である。会話の中でこの方略を使うと、話し手と聞き手はあまり親しくないように見えるが、日本人にとって、グループ内のいい関係を守ることができるので、この 方略をよく使っている。


33 ABSTRAK

TOPIKALISASI KALIMAT BAHASA JEPANG

DALAM ASAHI SHINBUN

Nama : Evi Ratnasari

No. Reg . : 99240005

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang/S-1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi berjudul Topikalisasi Kalimat Bahasa Jepang dalam Asahi Shinbun ini dilatarbelakangi oleh pemahaman yang salah terhadap pengertian topik dan subjek dalam kalimat. Topik adalah sesuatu yang menjadi bahan pembicaraan. Topik tidak langsung berhubungan dengan predikat, tidak seperti subjek yang langsung berhubungan dengan predikat dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa Jepang, topik ditandai dengan partikel wa, sedangkan subjek ditandai dengan partikel ga. Jadi, topik dan subjek berbeda. Selain itu, perlu dibedakan antara topik kalimat dengan topik dalam wacana. Pembahasan mengenai topik juga tidak terlepas dari struktur informasi.

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana topikalisasi kalimat bahasa Jepang dalam Asahi Shinbun dapat diketahui, bagaimana klasifikasi topikalisasi kalimat bahasa Jepang dalam Asahi Shinbun dan jenis topikalisasi kalimat bahasa Jepang manakah yang paling banyak terdapat dalam Asahi Shinbun.

Penelitian ini hanya difokuskan pada kalimat sederhana dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang berupa kalimat panjang diolah sehingga menjadi kalimat sederhana. Data olahan berupa kalimat bertopik diubah ke dalam kalimat tidak bertopik, selanjutnya dideskripsikan. Selain itu, dalam penelitian ini juga diambil sampel artikel yang sama dari edisi berbeda yang diambil secara acak. Pengambilan sampel ini dimaksudkan untuk memperkuat hasil analisis, dalam hal ini terutama untuk menjawab rumusan masalah ketiga.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Topik selalu berada di awal kalimat dan pada umumnya berupa kata benda (KB). Selain itu, topik juga dapat disebut sebagai informasi lama.

2. Pola pengklasifikasian kalimat-kalimat tidak bertopik:

1. ~が~です

2. ~が~が~/~の~が~/~が~を~

3. a) ~で~/~で~が~/~で~を~

b) ~に~/~に~が~

c) ~から~

4. …../…..~が~

Pola pengklasifikasian kalimat-kalimat bertopik:

1. ~は~です

2. ~は~が~/~は~を~

3. a) ~では~/~では~が~/~では~を~

b) ~には~/~には~が~

c) ~からは~

4. ~は~/~は~が~

3. Jenis topikalisasi kalimat yang sering muncul dalam sumber data, dalam hal ini Asahi Shinbun, adalah topikalisasi kalimat kelompok I, yang mempunyai pola ~は~です ~wa~desu.


要旨

朝日新聞における日本語の文の主題化

この論文は、一般に「主題」と「主語」が間違って理解されているという現象に基づいて書かれた。主題は一つの文の中で最初に話したい部分のことであり、主題の部分は、文の題目を表し、文中にある他の部分はその内容を表す。それに対し、主語のほうは、述語と対応し、主語と述語の関係は、主題とその他の部分との関係よりも密接である。日本語では「主題」には「は」という係り助詞を用い、「主語」には「が」という格助詞を用いる。したがって、「主題」と「主語」とは違うことである。そして、文の主題と文章の主題は区別する必要がある。「主題」の部分は「旧情報」である。

本研究における問題は下記の通りである。

1. 朝日新聞における日本語の主題化を知ること。

2. 朝日新聞における日本語の主題化を分類すること。

3. どの主題化の分類がよく朝日新聞に出るかである。

本研究は単文を中心にし、deskriptif kualitatif という分析の方法を用いた。データとしての長文や複文を単文に変えた。資料の単文の有題文は無題文に変えて、有題文と無題文との間関係を確認した。そのうえ、本研究にサンプルとして、データの範囲外から同じ題目の記事を付加した。これは分析の結果を確認するためで、特に上記の第3番目の問題に答えるためである。

分析の結果は次の通りである。

1. 「主題」は名詞で表し、文頭にくる。「主題」も「旧情報」である。

2. 無題文の分類のパターン:

1. ~が~です

2. ~が~が~・~の~が~・~が~を~

3. a) ~で~・~で~が~・~で~を~

b) ~に~・~に~が~

c) ~から~

4. ….~・….~が~

有題文の分類のパターン:

1. ~は~です

2. ~は~が~・~は~を~

3. a) ~では~・~では~が~・~では~を~

b) ~には~・~には~が~

c) ~からは~

4. ~は~・~は~が~

3. 朝日新聞に最もよく出る主題化の分類は、「~は~です」という第1の分類のパターンである。

2 Tanggapan

  1. klu contoh kata yang berakhiran sa, ma n teki dalam bahasa jepang apa aja? mkci………

  2. mo tnya nea….
    jenis jenis rendaku tu apa aj c & kapan rendaku itu mucul….
    ta tnggu blz-n ny….39,,arigato

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: