Alumni: Pembuktian Teori dan Setting Kita

Dear All……
Re : Pembuktian Teori dan Setting Mindset Kita

Sebelumnya terima kasih buat Ronnie San….
Rasanya seperti menemukan dunia yang hilang ketika ketemu komunitas ini. Beruntung sekali saya ambil jurusan Bahasa Jepang IKIP Sby. Dengan kemampuan bahasa jepang saya yang pas-pasan (ngaku nih…), saya bisa masuk ke persh jepang sebagai INTERPRETER MARKETING. Dengan semangat kerja keras, kesungguhan, dan kejelian melihat peluang, pada akhirnya saya bisa mendapatkan ‘dream’ saya dari perjuangan selama 11 tahun diperusahaan ini. Saya tidak pernah bermimipi bisa ke Jepang ( saya yakin ini adalah dream setiap anak jurusan Bahasa Jepang IKIP / Unesa), tapi saya membuktikan 2 teori dalam hidup saya (1) “Ketika berpikir kita BISA, maka kita pasti BISA” dan (2) “Pikiran kita akan menggerakkan semua tindakan kita”, trust it !!!
Sy pernah berkeliling nusantara sambil bekerja, saya pernah dapat tugas dimalaysia, di Ghuangzhou, di Hainan, singapore, tentu saja di Jepang sebagai negara impian saya. Saya juga pernah presentasi didepan Bu Joharni waktu beliau datang di acara perusahaan kami (dalam hati harusnya saya presentasi skripsi saya, tapi kok malah presentasi dg materi yang lain, soale ga kesampaian hehehe…).
Saya bukan mau pamer, tapi membuktikan 2 teori diatas. Ada satu pepatah yang saya dapatkan dari network saya waktu tugas di Nagoya “SHI ARU TOKORO, MICHI GA ARU ” betul pak lurah hehehe…. (ketahuan kalo jepange grathul2….) dan saya sangat meyakini itu.
Life begin from dream, Let’s do our best…..!!!! go..go..go !!
Semoga bermanfaat

Best Regard

Nanang Hadi S / ‘91
08123017903

23 Tanggapan

  1. Nanang senpai….
    SETUJUUUU……
    jangan lupa doanya juga…..

  2. saya bisa tidak ya sperti nanang senpai,
    smg sj……..
    life begin from a dream…….

  3. Nanangsan, saya tidak menyangka dapat berkomunikasi lagi dengan Nanangsan. Memang mimpi itu harus dimiliki oleh setiap orang. Tanpa mimpi (baca: cita-cita) yang jelas kita ndak tahu akan mengarahkan pikiran kita ke mana. Tapi ada lagi yang juga penting untuk dipikirkan ketika ingin meraih mimpi itu. Yaitu kesadaran akan kemampuan kita. Jangan memaksakan mimpi yang telah kita buat jika memang kita ndak bisa mengerjakannya. Jadi kesejajaran antara kemampuan dan mimpi sebaiknya seimbang. Tapi kalau kita memang merasa mampu, walaupun lorong pintu jalan itu sempit, kita harus mencoba memasukinya. Kalau bisa masuk lorong sempit itu kita akan bisa membaca apakah memang pintu itu tetap sempit atau ternyata terbuka lebar.
    Yang penting juga adalah kesetiaan pada mimpi. Sering kita mengubah mimpi itu tanpa alasan yang jelas, hanya ikut-ikutan teman.
    Saya dulu sempat tanya sana-sini tentang menghilangnya Nanangsan……. eh ternyata menghilangnya memang untuk setia pada mimpinya. Sudah begitu, tetap rendah hati pula he he he he.
    Sukses Nanangsan ya.

  4. Dear All….

    “SHO WA MONO ZUKURU”
    Pikiran menghasilkan benda, atau lebih pasnya pikiran menghasilkan sesuatu. Karena HASIL yang kita dapatkan merupakan buah dari TINDAKAN. Terjadi tindakan bila kita mempunyai KESADARAN untuk melakukannnya. Kesadaran terbentuk karena adanya PEMAHAMAN. Kita punya pemahaman karena punya PENGETAHUAN. Pengetahuan terus ada bila kita selalu mengakses INFORMASI.
    Jadi kesimpulannya INFORMASI lah yang akan mengubah semua tindakan dan semua yang kita hasilkan. Maka dari itu janganlah kita berhenti untuk mendapatkan INFORMASI. Siapa yang menguasai informasi akan menguasai dunia.
    Let’s use our milis to get more information……
    Let’s share your succes in this milis……………..!
    doumo

    Nanang yori

  5. Seandainya saya tidak mengambil Jurusan Bahasa Jepang di IKIP Surabaya, atau seandainya saya menuruti orang tua untuk lebih kosentrasi kuliah di fakultas ekonomi UNAIR dan meninggalkan bangku kuliah di IKIP, mungkin saya tidak akan seperti ini. Saya akui jaman kuliahku dulu di Bahasa Jepang IKIP Surabaya begitu berat, membutuhkan tingkat belajar yang tinggi dibandingkan mata kuliah di UNAIR. Saya sempat patah semangat di semester 2 dan hampir memutuskan mundur dari IKIP untuk lebih kosentrasi kuliah di UNAIR. Untunglah niat tersebut tidak terlaksana, saya mencoba untuk mengikuti kedua arus tersebut baik IKIP dan UNAIR. Moto saya waktu itu dan sampai sekarang adalah “Where there is a WILL, there is a WAY”, Saya percaya SAYA PASTI BISA, Selepas lulus dari IKIP saya di terima di salah satu perusahaan furniture di Sidoarjo sebagai Marketing Export itupun berkat salah satu senpai Bpk. Kohar (Terima kasih Bpk. Kohar, mungkin Bpk sudah lupa saya tapi saya masih mengingat Bapak lho) yang menawarkan pekerjaan di salah satu kenalannya yang membutuhkan orang yang bisa berbahasa Jepang. Ternyata dari perusahaan itulah awal keberhasilan saya. Dari situlah awal saya bisa ke Jepang yang pernah menjadi salah satu impian saya semenjak kuliah di IKIP. Saya ke Jepang dalam rangka program Tokushima government to private selama kurang lebih setahun. Saya benar-benar memanfaatkan program itu. Saya belajar di Hamada Shiryo tentang pembuatan makanan ternak dan pupuk, saya belajar di Tokushima bank tentang EXIM, bahkan saya pun berkunjung ke beberapa sekolah SMA di Tokushima untuk program tukar budaya. Sepulang dari Jepang saya kembali ke perusahaan lama tapi tidak lama karena kondisi kehamilan yang menguatirkan akhirnya saya mengundurkan diri. Bayangkan seandainya saya berhenti kuliah di IKIP jurusan Bahasa Jepang mungkinkah kami (saya dan suami) memiliki perusahan sendiri yang mengeksport limbah tulang ikan ke Jepang untuk dijadikan pupuk ataupun makanan ternak. Kami memang bisa bahasa Inggris tapi dengan bahasa Jepang membuat bisnis jadi mudah. Dulu waktu kuliah jujur saya tidak punya yang namanya teman orang Jepang tapi sekarang bukannya pamer tapi saya punya banyak teman Jepang bahkan patner kerja. Jujur, dulu orang memandang IKIP dengan sebelah mata karena saya pernah merasakan sendiri tapi sekarang lihatlah banyak lulusan IKIP Bahasa Jepang yang bisa sukses kan…..

  6. Dear all,
    Seperti yang mas Nanang Hadi katakan, disini rasanya saya menemukan oase yang gak muncul-muncul. Beruntung sekali rekan-rekan yang selepas kuliah di Bahasa Jepang bisa mengaplikasiakn kemampuannya, lain halnya dengan saya. Untuk memperoleh pekerjaan sekarang,saya tidak perlu menunggu lama. Memang sih diawal bekerja saya sempat membantu teknisi Power Generating untuk menterjemahkan buku panduan tentang turbin yang membuat saya pening tujuh keliling (waktu kuliah kita tidak belajar kawat kumparan kan? ha..ha..). Tapi itu tidak berlangsung lama karena atasan memindahtugaskan ke bagian lain yang sampai sekarang saya tekuni. Dan bagian ini sama sekali jauh dengan kuliah saya dulu. Occupational Safety and Health, ini nama bidang yang saya tekuni sekarang… Jauh sekali memang tapi saya tidak pernah berhenti untuk belajar. Saya harus mengelola administrasi klinik perusahaan termasuk pengawasan tugas paramedis dan dokter, dan yang agak keren nih … mempunyai kewenangan menghentikan operasional apabila kondisi tidak aman. Kalau rekan-rekan yang lain bisa jalan-jalan ke manca negara, saya cukup jalan-jalan di hutan,melintasi sungai dan muara karena saya bekerja di perusahaan kehutanan. Oke semua … memang benar apa yang telah dikatakan para pendahulu kita, kalau kita jangan pernah berhenti belajar apalagi sekarang… kita harus menguasai TEHNOLOGI dan INFORMASI… biar bisa menguasai dunia…
    Dan untuk mas Nanang, kapan kita bisa ketemuan (beliau sempat contact saya) dan kita makan tempoyak gulai ikan?

  7. Dear all.

    Melalui web ini saya jadi sedikit ” keranjingan ” untuk tidak mengomentari pendapat Nang chang.

    Apa yang nang chang selalu tulis, kalau kita rajin ke toko buku banyak sekali akan kita dapatkan kata kata maupun jargon-jargon seperti itu.Terutama dalam rak-rak buku pengembangan diri. Dan notabene, buku-bukunya banyak mengisahkan keberhasilan-keberhasilan yang sudah diraih oleh penulisnya, maupun keberhasilan orang lain yang dikutip dan diexploitas untuk memicu penjualan bukunya.

    Bagaimana dengan orang yang mengalami kegagalan dan terus gagal???, apakah Nang chang akan menghakimi bahwa mereka tidak berusaha untuk terus mengupdate kemampuan dan informasi mereka??.
    Atau mungkin Nang Chang bahkan berfikir, Ah mereka yang gagal kan karena mereka malas saja…, mereka orang yang bodoh yang tidak mau mempergunakan otak mereka….
    Atau…, atau…, atau….
    Kalau saya berfikir, keberhasilan bukan dilihat dari kaya / miskinnya mereka….pangkat/tidak pangkat….mereka….
    Tapi keberhasilan adalah bila kita sudah merasakan ” cukup” dengan apa yang kita punya, dan tidak “kemrungsung” dengan apa yang dipunyai orang lain…
    Bagaimana dengan anda???

  8. Bravo Bro Didik…..

    Thank’s utk tanggapannya….. Koyoke jenggote kobongan pak ?
    Betul Pak , itu tak baca dari lapak-lapak penjual buku motivasi dipasar flohmah (barang bekas). BTW… Hidup ga ada yang serba kebetulan, semua berawal dari satu hal, yaitu kita mengINGINkan atau tidak ? Thomas Alfa Edison (ngerti wong iki pora son…), 1000X gagal hanya untuk menemukan sebuah lampu pijar !!!
    So what do you think ?
    Dalam kamus saya, tidak ada kata gagal, Life is journey not a destination….., Gagal ada sebabnya sukses ada caranya ? Orang yang gagal selalu menyalahkan keadaan, bukan mencari penyebab kenapa saya gagal ? Orang yang sukses selalu berusaha lebih sukses lagi, bukan kemrungsung pak, tapi untuk selalu menjadi lebih baik.
    Orang yang gagal selalu menyalahkan keadaan, selalu mencari alasan, selalu menyalahkan orang lain, selalu berpikiran negatif, selalu tidak suka melihat orang lain sukses, selalu pasrah dengan keadaan, dst….
    Tapi orang sukses selalu berpikiran positif, selalu mencari peluang, selalu ingin lebih baik, selalu kaizen, selalu mensyukuri keadaan, dst….
    So… Termasuk orang yang mana kita ? Kita lah yang paling tau, tak iye…. ?
    Kalo mau berpikir gagal, aku yo gak lulus pak…?! Tapi apa ya mau menyesali ga lulus terus, nah disinilah kuncinya…
    Sik ngomong statistik sik…, Orang Jepang menurut data WHO termasuk yang rata-rata usianya terpanjang di dunia, tahun 2006 ada 25.000 orang jepang yang berusia diatas 100 tahun, bagaimana dengan indonesia (khususnya porong hehehe) ? Ditahun yang sama di Indonesia hanya ada 300 orang yang berusia diatas 100 tahun. So… pertanyaannya ?
    1. Apakah orang Indonesia goblok ?
    2. Apakah Tuhan hanya sayang terhadap orang Jepang, sedangkan orang kita tidak ?
    Jawabannya Tuhan mencintai semua makhluk ciptaannya termasuk orang indonesia, orang jepang juga tidak lebih pandai kok dibandingkan dengan orang kita, hanya yang membedakan adalah :
    1. Orang Jepang tahu caranya, kita tidak.
    2. Orang Jepang lebih hati-hati dan disiplin, kita sembarang
    3. Kebiasaan hidup jepang lebih berkualitas dan seimbang, kita amburadul.
    Sehingga kesimpulannya adalah, cukup tidak cukup ya kita yang merasakan, kemrungsung ga kemrungsung ya kita yang merasakan, berhasil ga berhasil ya kita yang merasakan, terus apa yang harus kita lakukan agar berguna buat semua ? Ya share kan pengalaman kita yang secara kaca mata awam tidak mendzalimi, tidak menyakiti, bahkan syukur syukur bisa bermanfaat orang lain.
    Harapan jaya (lek jenenge bus rek..), harapan saya : Mari biasakan kita untuk tidak berpikiran selalu negatif (iyo to bro..), mari selalu berbesar hati, mari selalu mensyukuri dengan menjaga nikmat yang kita terima (bersyukur tidak hanya dengan berdoa saja kok pak, dengan bekerja keras, tetap pada rel dalam mejalankan amanah hidup, itu juga salah satu bentuk syukur).
    Matur nuwun bro….. iki tanggapanku, ojok lali delta no 16, sip plok plok e….

  9. Dear Nang Chang

    Aku mengomentari pendapatmu bukan karena kebakaran jenggot lho…( wong aku gak punya jenggot/klimis ndan…hehehe…). Aku cuma merasa yang nulis di website cuma orang-orang yang “merasa” sudah berhasil dengan tolok ukur sudah pernah keluar negeri lah, sudah menduduki jabatan tinggi dalam perusahaan lah, sudah punya kemampuan ini lah, sudah pernah mengikuti kursus/seminar ini lah…itu lah…
    Aku jadi merasa, lha yang gak punya kesempatan dan kemampuan seperti itu apa cuma disuruh baca thok??, dan di iming imingi dengan kisah-kisah succes story yang agak sedikit dihinggapi perasaan “takabur” bahwa apa yang diperoleh adalah hasil dari usaha dia sendiri dengan menafikan campur tangan tuhan dalam hal ini.

    Aku tidak mengatakan bahwa kalau kita gagal kita harus menyalahkan keadaan dan tenggelam dalam rasa frustasi dan ketidakpastian, aku cuma bermaksud, bahwa apabila kita gagal, janganlah kita terus menghujat diri kita terus menerus yang tidak punya kemampuan dan kesempatan yang selalu didengung-dengungkan dari kisah success story ini, sehingga membuat kita jauh dari rasa syukur….
    Kalau ngomong statistik ndan….,
    tahun 2005 angka bunuh diri di Jepang 35.356 kasus, tahun 2006 menurun menjadi 34.789 kasus, tahun 2007 meningkat menjadi 36.752 kasus. Dan kasus bunuh diri di jepang merupakan kasus teritinggi diseluruh dunia. Apakah orang Jepang ditengah kemajuannya termasuk bangsa yang kufur atas nikmat tuhan???( itu kalau mereka percaya tuhan loh…)
    Ngomong statistik lagi ndan…
    Menurut berita di Jawapos yang disiitir dari penelitian yang dilakukan badan research Internasional, Indonesia merupakan negara dengan peringkat 11 dari 100 sekian negara dalam hal rakyatnya yang merasa bahagia dalam hidupnya, dan Jepang berada ditingkat ke 76 dalam hal yang sama.
    Kesimpulannya ndan..( saya selalu panggil Nang Chang kumendan, karena dia ex ketua HMPP periode 93~94), aku bukannya mempertahankan pendapat madzhab Jabbariyah dan tidak menyetujui madzhab Muta`zillah, tapi aku berfikir bahwa didalam hidup ini dalam hal keduniawian tuhan sudah mengatur begitu rupa, menurut kehendaknya.
    Dia berkehendak membuat kita lahir dari rahim seorang ibu yang kaya, atau dai seorang ibu yang hidup dikolong jembatan. Dia berkehendak menciptakan kita dengan menganugerahi kita otak yang cerdas atau malah memberi kita otak jongkok ( idiot, nauzubillah). Bahkan Dia berkehendak memberi kemampuan dan memberikan hati penuh semangat kepada Tomas alfa edison untuk terus membikin lampu walaupun dia sudah gagal 1000x. Tujuannya apa sich?, agar terbentuk keseimbangan dalam dunia dan kehidupan ini.
    Dan, cobaan maupun kehendak tuhan yang tidak sesuai dengan keinginan kita sebagai manusia, merupakan tes bagi kita, apakah kita termasuk orang-orang yang bersyukur ataukah kita termasuk orang yang kufur…..

    Matur nuwun juga sarannya untuk delta No.16, tapi…kayaknya lebih sip yang No.26 ndan……..

  10. Saya sulit sekali membedakan antara kebahagiaan dan keberhasilan. Orang yang berhasil itu apakah sejajar dengan orang yang bahagia? Atau ungkapannya saya ganti, orang yang berhasil itu pasti bahagia, atau sebaliknya orang yang bahagia itu pasti berhasil. Ada ungkapan:
    Saya berhasil, oleh karenanya saya bahagia, atau
    Saya bahagia, meskipun tidak berhasil.
    Ungkapan yang pertama sering kita temui di keseharian, sedang kalimat yang kedua agak jarang, dibanding dengan yang pertama, tapi ada kan!
    Saya kira tiap orang akan mempunyai jawaban yang berbeda berdasarkan standar ukurannya masing-masing, entah ukurannya duniawi atau surgawi. Bahkan saya berani mengatakan bahwa hidup kita itu berada pada deret garis lurus antara duniawi dan surgawi. Ya, ketika ndak ada uang, ndak ada beras untuk dimakan jangan pakai ukuran surgawi. Doa itu tidak enak dimakan. Kita bisa berdoa dengan khusu` kalau urusan buat makan satu minggu ke depan beres. Kalau mau makan ya kerja keras. Sebaliknya, rumah ada, mobil ada, tanah ada di beberapa tempat, ehhhhh masih kemrungsung untuk cari uang, ndak mau sedekah lagi. Apakah kemrungsung itu tanda tidak bahagia? Entahlah.
    Artinya, suatu saat kita mengukurnya memakai ukuran duniawi, suatu saat memakai ukuran surgawi. Ada pasang surutnya, tarik ulurnya antara dua kutub itu. Tapi jangan saling mengklaim berlebihan jika kita pada sudut yang berlawanan, tidak ada ketemunya. Kecuali saling mengalah, nanti akan ketemu di tengah.

    Salam,
    Roni 90

  11. Dear bang roni….

    Terima kasih atas tanggapannya. Tanggapan panjenengan diatas ada kalimat yang saya kok sedikit kurang setuju. kalimatnya ” Kita bisa berdoa dengan khusu` kalau urusan buat makan satu minggu ke depan beres”. Kalau mencerna kalimat tersebut, saya kok merasa panjenengan merendahkan kualitas doa kaum fakir miskin. Bukankah justru doa kaum fakir miskin itu sangat diijabahi oleh gusti allah…
    Lha apa dikira orang yang belum tahu bisa makan apa tidak keesokan harinyanya itu, tidak bisa berdoa dengan khusu`??? Dan apa dikira yang sudah punya persediaan beras tujuh turunan itu pasti bisa berdoa dengan khusyu`???
    Tapi,…saya yakin kok Bang Roni tidak bermaksud melecehkan kualitas keimanan orang miskin, dan saya yakin maksud bang roni adalah, walaupun orang miskin itu tidak tahu apa yang akan dimakan besok tapi dia tetap akan khusu` dalam berdoa….
    Wallahualam bissawab…..

  12. Setuju tidak setuju itu kan bergantung konteksnya. Kalau Didik-san beri konteks seperti itu, saya pun juga tidak setuju dengan kalimat itu. Kita tidak sedang berbicara tentang orang miskin kan, kita juga tidak sedang bicara tentang kualitas keimanan orang miskin kan. Coba konteksnya dikenakan ke diri kita. Jujur, kira-kira bisa ndak ya?

  13. Dear Bro Didik…

    Makin seru saja….!! Tapi disini kita akan keliatan siapa sebenarnya kita ? (sing ireng tetep ireng pak hehehe…..).
    Hidup ini menarik karena kita tidak tahu What will happen today, tomorrow or future? Ini menjadi rahasia Tuhan. Ada yang harus kita lakukan, ada yang harus kita hindarkan. Tapi pada dasarnya manusia selalu mencari NIKMAT dan menghindari SENGSARA, betull…??
    Kita tidak mau sengsara makanya kita bekerja, dan tidak ada orang yang sengaja mencari sengsara ? Kualitas keimanan seseorang hanya menjadi otoritas penilaian diatas, tidak perlu kita berbicara masalah tersebut. Tidaklah kita dinilai beriman, bila kita pandai berbicara ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadist nabi. Tidak jugalah kita dinilai tidak beriman dengan tidak selalu menyampaikan yang berbau agamis. Soal dunia mari kita share disini, soal keimanan, soal Tuhan, soal agama itu menjadi privasi masing-masing. Orang mempunyai cara sendiri untuk berbicara dengan Tuhannya. Tidak perlu kita menilai khusu’ atau tidaknya doa seseorang.
    Dua-duanya harus imbang (betul pak lurah…), Kita berdoa, Tuhan berilah saya rejeki yang banyak, ga kerjo…? makan itu doa. Tapi kita kerja tok, ga pernah berdoa (tentu dg cara masing2), juga tidak tepat.
    Milis ini kita gunakan untuk sharing apa saja, buat siapa saja, jadi salah bila milis ini hanya untuk yang sukses saja, kita cerita hidup dimilis ini bukan berarti utk sombong-sombongan sampai mengucilkan yang belum sukses, tapi mari saling mensupport, saling memotivasi, bukan saling mengkoreksi salah dan benar, setuju atau tidak setuju…., karena semua punya sudut pandang masing2, obyektiflah maksudnya.

    Nuwun

  14. Dear Nang Chang & Bang Roni

    Wadduh….jadi tambah seru nih…., tapi sayang yang ngomentari cuma berdua aja, padahal aku berharap banyak yang bisa urun rembuk dan mau menyampaikan apa yang dipikirkan dan dirasakan…

    Nang chang, kok malah dikau sekarang yang kebakaran jenggot??, padahal suerr…aku yakin bulu ketekpun dikau belum tumbuh…hehehe…joodan bro…
    Kayaknya saya harus mengakhiri polemik ini …sebelum timbul jatuh korban…
    Saya tidak bermaksud apa apa Nang chang, Bang roni, tidak punya maksud menghakimi, menyalahkan, ataupun mencela apa apa yang panejengan-panjenengan sampaikan. Saya juga tidak punya maksud untuk mengubah website ini jadi ladang dakwah.Saya cuma ingin menyampaikan bahwa ada pendapat lain dan pikiran lain dari apa yang selama ini ditulis disini.Dan saya ingin agar kohai-kohai kita tidak selalu berkata setujuu…atas pendapat yang ada dan berkembang diluaran tanpa mereka menyaring dan memikirkannya terlebih dulu. Saya juga berharap agar kohai-kohai kita tidak terlalu memandang senpai-senpai mereka yang mereka anggap sudah berhasil sebagi panutan terlalu tinggi sehingga membuat mereka jadi seperti katak dalam tempurung.
    Saya berharap kohai-kohai kita tidak silau dengan gelar gelar yang sudah diraih senpainya…( S2, S3, di Jepang itu gampang para kohai, asal kita……Manut sama Profesor kita)
    Saya juga berharap kohai-kohai tidak terlalu puas dengan jabatan yang sudah diraih senpainya di Perusahaan swasta( kalaupun jadi honbucho, kacho, dll, tetap saja tidak bisa shacho dlm perusahaan Jepang).
    Apalagi kalau kohai-kohai sudah mendewakan senpainya yang sudah jadi pengusaha ( para kohai, jangan bangga dulu dengan mereka kalau mereka belum bisa menguasai hajat hidup orang banyak)

    Jujur saja dear brothers….Manasih lulusan UNESA PRODIJEPANG yang punya kiprah di pentas Internasional, maupun Nasional, bahkan ditingkat regional sekalipun???
    Saya pernah tanya ke lulusan tehnik Doktor Hokkaido University dari BPPT, kenapa lulusan Jepang saat ini masih sedikit yang berpengaruh dalam pentas Nasional dibandingkan dengan lulusan Barkeley Univ or Univ.lainnya di Eropa dan amerika?? . Dia mengatakan, kita kalah dari mereka karena kita tidak diajar pelajaran ” Debat”. Kita cuma hanya dicekoki dengan aizuchi, hai wakarimashita!, so desu ne!. Kalaupun kita tidak setuju kita hanya bisa bilang, Chotto…sore wa….
    Kita cuma bisa menyebut dengan hitungan jari berapa banyak lulusan jepang yang saat ini berkiprah dalam pemerintahan maupun dalam bisnis dai kigyo??( Bpk.Ginanjar Kartasamita, Bpk. Dr.Yusron Ihza Mahendara, Bpk. Gobel….terus siapa lagi ya….)
    Padahal, APBN kita saat ini juga banyak hutang dari Jepang, Investor yang nagkring ditingkat pertamapun saat ini masih ditangan negara Jepang, dan manufactur dengan padat karya( yang mengisi banyak kebutuhan tenaga kerja )pun juga masih manufactur Jepang. Kalau kita tidak open mind dan berusaha menambah pengetahuan kita tanpa selalu “membebek” dengan pendapat orang lain, lalu kapan kita akan meramaikan pentas nasional/regional???
    Apalagi dengan sudah ditandatanganinya JIEPA ( Japan-Indonesia Economic Partnership Agreement ) yang memuat banyak peluang-peluang di banyak bidang, kalau kita yang di Universitas baik sebagai pengajar maupun pelajarnya cuma ” ribet ” dalam meneliti perbedaan “wa” dan “ga” saja, tanpa memikirkan bagaimana mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas dan tahan banting, jangan harap kita tidak akan dijadikan romusha-romusha modern…Yakinlah, kita akan dilibas oleh kekuatan mereka, terus apa?, ya kita mending jadi orang yang bermadzhab Jabbariyah saja…nerimo ing pandum.., mulai lagi nih..hehehe…
    Saya selalu berharap dan berdoa, agar ada dari almamater kita yang akan menjadi bupati, gubernur, Dubes Indonesia untuk jepang, Pengusaha papan atas, atau bahkan Jadi peresiden..mungkin ( Kelincipin cak…)
    Tapi, seperti yang Nang Chang selalu bilang, Life is begin from dream.
    Yume o miru dewa naku, yume o tsukamu!!
    Sekali lagi, saya tidak bermaksud menyakiti siapapun dengan tulisan saya, dan bila ada yang tersinggung mohon maaf sebesar-besarnya.
    Bravo buat semuanya…..

    I decided long ago, Never to walk in anyone shadow
    If I Failed or I succed, at least I Live as I believe
    No matter what they take from me, they can’t take away
    my dignity…..from: Whitney houston, The greatest love of all.

    Nb: Nang, koen sik dhuwe utang janji karo aku, wawan wis bengok begok!!!

  15. Mas Nanang,
    Setuju banget dengan dirimu. Memang kalau kita selalu positif thinking semua yg sulit pasti bisa teratasi. Aq mengalami juga.
    Selama kuliah aq merasa Bahasa Jepangku pas pasan. Iri banget kalo lihat temen2 lain pada ngewess ngomong pake Bahasa Jepang. Apalagi kalo ada yg dikirim ke Jepang. Dalam hati kecilku: I can do something…and it would be my future…aq g mo kalah dengan teman2 yg lain. Akhirnya pas semester akhir aq ketrima di Konsultan Proyek bandara Juanda (LAPI ITB In Associated with Japan Airport Consultants) di saat teman2 lain blm kerja & msh mikir kuliah, sedikit bangga sih. I have a nice husband, cute son. Then, proyek Juanda selesai, pas suamiku kontrak kerja selesai juga. Wah mulai bingung, jobless, cicilan rumah & biaya hidup. Tapi aq selalu bilang ke suami: Yakin aja pasti bentar lagi kamu & aq dapet kerja yg lebih baik dari sekarang. Dua bulan kemudian pada tanggal & hari yg sama (8 February 2008) suami ketrima kerja di Jotun (salah satu perusahaan besar di bidang cat dari Swedia). Aq sendiri ketrima di US Consulate General Surabaya. Thanks god, it’s miracle. Masih banyak impian2 yg belum terwujud. I believe it will be come true.

  16. Phi…kamu berhak bangga…wong itu hasil kerja kerasmu kok…malah kita-kita yang masih kuliah waktu itu yang ngiler..he..he…

  17. Untuk mas Nanang, mas Roni, mas Didik yang ganteng-ganteng …
    Alhamdulillah sampeyan kabeh tambah bijak aja, semoga yang lainpun juga gitu. Milis ini ada untuk kangen-kangenan kan? juga tukar informasi, sharing atau apalah namanya itu. Dan gak melulu tentang ke-Jepang-an aja, soalnya waktu saya dinas di Jakarta dan ketemu dengan salah seorang teman dia agak males nongol di milis ini. Katanya itu-itu aja yang diomongin, padahal dia sudah putus hubungan dengan nyamuk.. eh salah… dengan yang berbau Jepang. Soalnya alumni prodi Jepang kan gak semua punya kerjaan yang berhubungan dengan kuliah. Atau yang sudah berkiprah di dunia industri bisa memberikan informasi mengenai dunia tersebut kepada para penikmat milis ini. Seperti saya… gak pernah kebayang kerja di industri kehutanan. yang sering ketemu monyet, buaya muara, gajah atau harimau yang lagi nongkrong di depan alat berat. Eh sapa tau lewat milis ini kita bisa buat Aneka Usaha… atau kalo untuk menggalang suara boleh gak mas Roni…he..he… becanda kok.

  18. Buat naning yang baik….

    Sebenarnya aku juga mau udahan nulis di milis ini, tapi karena kamu muncul dan menyebut tentang diriku, aku jadi agak “gimana” gitu…..yah, paling tidak pingin kangen kangenan sama kamu juga……( jadi ingat yang dulu deh…{ aku nulis ini sambil senyum senyum sendiri lho…hehehe}).
    Kalau kamu gak keberatan, kirim e-mail donk ketempatku…di : didiks@sby.dnet.net.id
    Aku pingin tanya-tanya banyak tentang kamu dan aktifitas saat ini, jadi gak enak kalau dibaca umum….
    Terutama pernyataan mu tentang : ” kalo untuk menggalang suara boleh ga”, aku jadi penasaran bacanya…., karena aku juga lagi giat giatnya nggalang suara juga sih…..ok, aku tunggu mailnya ya….tks.

  19. Iya ndak apa-apa. Untuk milis, prinsipnya bebas saja kok yang penting bisa kangen-kangenan, sharing, dll. Bahkan tidak munculpun tidak masalah, banyak kok yang hanya pasif, membaca thok tidak pernah muncul. Sulit kan menyatukan 110 lebih isi kepala anggota milis he he he. Prinsipnya kalau diskusi jangan saling menyalahkan, paling benar sendiri, mencari kambing hitam, pokoknya yang positif-positiflah. OK silakan dishare yang mau dishare.

  20. Dear All…

    Pekerjaan apa yang cocok untuk lulusan unesaprodijepang ? Guru-kah, tsuyaku-kah, ?
    Kadang hal ini sering menggelitik saya ? Namun dalam kondisi saat ini yang sarat dengan persaingan global, terlalu piciklah kalo kita hanya berharap terhadap sesuatu yang selalu berkaitan dengan kejepangan. Kadang justru kita masuk dalam lingkaran lingkungan yang tidak sehati, seirama dengan keinginan kita. Dan memang itulah kenyataan hidup ini, tidak ada yang selalu ideal…. Semua hanya kelihatannya…..
    Ada satu sebenarnya pekerjaan yang menawarkan UNLIMITED INCOME, tapi hampir setiap lulusan kita tidak tertarik dengan pekerjaan ini. Pekerjaan apa yang kelihatannya tidak elit, jadi bahan cemoohan dan kelihatannya orang malu mengakuinya kalo ditanya ? MARKETING !! Begitu orang mendengar kata marketing langsung yang terbayang adalah sales, jualan door to door, jualan keliling, dll seabreg cibiran keluar dari mulut kita.
    Ini adalah pengalaman saya pribadi, setiap kali ditanya teman lating, saudara, atau siapapun,saya selalu bilang pekerjaan saya adalah SALES. Raut ketidakpercayaan dan cibiran dari bibirnya tidak bisa disembunyikan selalu saya bisa tangkap dari wajah teman dan saudara saya.
    Dalam hati saya selalu berpikir, apa jeleknya pekerjaan SALES hingga orang tidak begitu respek dengan sebutan SALES.
    Pernah saya ketemu teman saya, waktu gathering sebuah acara di puncak, waktu dia tanya kerja apa, dimana ? Dia menjawab di Auto 2000, di bagian apa ? Tidak jelas dia menjelaskan, tapi dari cerita teman, dia bagian marketing yang jualan mobil, lho apa salahnya pekerjaan SALES ?
    Dan masih banyak contoh lainnya.
    Tapi ada satu cerita yang menarik dari teman saya, waktu saya diundang ulang tahun di ballroom hotel HYATT jakarta, dia cerita didepan dengan lantang dan percaya diri dia bercerita tentang pekerjaannya yang hanya seorang SALES. Saya tidak percaya dan penasaran dengan yang dia katakan, apa mungkin seorang SALES seperti dia bisa menyewa ballroomnya hotel hyatt hanya utk sebuah acara ulangtahun. Tidak ada yang bayar dari semua ulang tahunnya, semua gratis. Dia bilang, ada satu ilmu yang dia terapkan bila berhadapan dengan kliennya yaitu “KAKAWARI”.
    Apa itu kakawari ? arti kamus goro taniguchi saya tidak tahu, tapi kurang lebih dalam bahasa keseharian dan mudah diterapkan oleh seorang sales seperti saya adalah : Membina hubungan baik, Mengenal customer kita dengan baik.
    Ilmu itulah yang saat ini saya terapkan dan kembangkan dalam pekerjaan saya sehari-hari. SALES pekerjaannya tapi berkelas kehidupannya. Yang penting bukan jenis pekerjaan apa yang sedang kita jalani, tapi bagaimana kita menjalani kehidupan kita ini. “KAKAWARI” yang baik dan tepat akan menjadi jembatan kita melakukan apapun dalam kehidupan ini.
    Bravo All….

  21. Nanangsan,
    Kalau berbicara tentang pekerjaan setelah lulus itu agak repot. Kita berbicara secara ideal dulu. Kita mengambil bidang tertentu di universitas tentu nantinya kita ingin bekerja di bidang yang kita masuki itu. Kalau tidak bisa ya setidaknya senmon o ikashite shigoto o shitai daroo. Kalau itu tidak bisa ya setidaknya nyrempet-nyrempet sedikit lah. La terus kalau tidak bisa bagaimana? Walau beda dengan bidang kita, ya kita mencari kerja yang kita sukai. Terus kalau ndak bisa lagi, terakhir ikuti saja nasib berbicara ke mana, yang penting mau belajar dan kerja keras insya` Alloh akan membuahkan hasil.
    Justru yang sering berhasil yang saya sebutkan belakang.

  22. memang kita adalah apa yg kita pikirkan. banzai! salam dr angk ’94

  23. menarik sekali, sukses dan puas ga da habisnya utk dikupas.
    setiap org boleh bangga thd apa yg dia dapat, walopun di mata orang lain, hal itu msh kurang membanggakan dan memuaskan.
    ayo P.Didik, P.Nanang, dan P.Rony
    barangkali ada yg bisa kita gali lagi tentang hal ini.
    kita kohai2 juga perlu bnyk baca dari pengalaman.

    Arif-99

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: