Jepang berikan “hak” nya pada orang yang berhak menerima

Judul di atas sebetulnya hanya sebagai pembuka penulis tuk sedikit ceritakan pengalaman seputar sekolah anak.

Anakku, Ican, di sekolahnya yang baru, dikenal dengan nama chan dora kun, kadang diguyoni dengan nama yang dibalik, dora-chan, identik dengan doraemon (udah berpuluh tahun sampai sekarang masih jadi idola anak Jepang). Karakter doraemon yang baik hati, suka menolong, yasashii, kadang juga kereng (secara gak sadar watak suroboyo-nya keluar), suka pemberi semangat (walau, kalau udah pulang ke rumah sering “geger” ama emaknya, karena adaptasi culture shock yang susah banget bagi anak seusianya), dan akarui (orang Indonesia dikenal suka menyapa dulu, yang bagi orang Jepang, susah mereka lakukan karena ada ketakutan gak dibalas sapaanya) karakter itu semua melekat di Ican. Yokatta,…..

Di halaman sekolah, sesaat setelah sotsugyo-shiki bubar

Di Kariya-shi Kokuritsu Fujimatsu Chuugakkou, Ican masuk pas cawu 2 dimulai (agt 2007, persis setelah natsu yasumi). Ditempatkan di 3 nensei 4 kumi, rupanya kelas ini salah satu kelas khusus. Anggota kelasnya, selain anak2 yang “normal”, juga ada anak orang asing 3 orang dan 2 anak keterbelakangan mental. Luar biasa,… dalam hal ini aku merasakan ii naaa,.. urayamashii,… anak yang “kurang” pun dapat hak yang sama dalam hal gimu kyouiku. Jadi caranya,… si anak punya tempat duduk di kelas tersebut,.. tetapi pada suatu waktu perlu penanganan khusus,… jadi tetap peroleh haknya sama dengan yang lain, termasuk waktu dapatkan ijazah,… luar biasa,..

Penulisan di nilai ijazah pun ada suatu “pemerataan” pada anak yang “kurang”. Misalnya, pada kasus Ican, yang bisa dia nikmati hanya pelajaran eigo dan taiiku. Suugaku dan Rika walaupun sama materinya dengan sekolah Indonesia, tapi kayaknya kesulitan karena kanji-nya. Gijutsu, bijutsu, kaiteka, lumayan aja, karena sifatnya pelajaran ketrampilan. Yang paling taihen, pelajaran kokugo dan shakai, karena 2 pelajaran ini “Jepang banget”. Di ijazah, tertulis nilai kokugo dalam hal materi hanya 1 (skala nilai 1-5), tetapi dalam hal kurasu katsudo-nya, nilainya A (skala A-C). Padahal kokugo yang paling tidak bisa, tetapi sensei menilai douryoku dan perkembangan belajarnya.

Sampai sekarang, kemampuan nulis Kanji-nya belepotan banget. Kemampuan baca Kanji-nya, dengan bekal dari emaknya kanji no bushu no imi, agak lumayan. Kemampuan ngomongnya lumayan bagus (sorry muji anak sendiri). Dengan hanya waktu hampir 8 bulan, kotoba2 yang kadang emaknya gak ngerti, terutama wakamono no kotoba dia kuasai. Tapi, kadang2 bunpo-nya “gak jalan”, karena memang kokugo gak sama dengan pelajaran Bahasa Indonesia yang banyak dibahas bunpo-nya, Kokugo lebih ke pengaplikasian buah karangan seseorang ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sesaat setelah penyerahan ijazah. Cewek berkacamata, dari Pilipina, trus deret belakangnya anaknya Pak Nasution (dosen FIS), terus Ican. Dua anak yang keterbelakangan mental, dekat senseinya, kecil dan satunya endut

Akhir-akhir ini, dengan cara sms-sms-an ama temen-temen cewek, kemajuan perbendaharaan atarashii kanji nya pesat,.. katanya “mosok aku kalo mau ngerayu cewek harus nanya ibu dulu,… rahasiaku bisa kebaca, dong, sore ha iya da!!.” to jibun ga kangaete iru,…. Dengan begitu “motto-motto ganbatte kureru ka naa” itu harapan emaknya. Karena setelah ini ada “dinding” yang lebih kokoh dan lebih tinggi lagi,.. “dou yatte sono kabe wo nori koeru” no ka ga, bagi emaknya merupakan tantangan yang mengasyikan lagi tuk bangun masa depan anaknya,…. Yosh!!!! Makenaide,…..GANBAROOOOO!!!!

Ibunya Ican, Parastuti (`85)

16 Tanggapan

  1. Mbak Parastuti, menarik pengalamannya..Berarti sekarang sudah kokosei yah,..Dapat sekolah dimana Mbak?
    Cerita2 lagi ya Mbak..karena pasti tambah seru..

  2. Pengalaman yang ok banget dari Parastuti sensei, bisa jadi bahan bandingan tuk pendidikan di Indonesia, dalam memperlakukan yang “khusus”.
    juga ternyata belajar itu bisa dari yang “yunior”….
    Kita tunggu deh cerita2 menarik lainnya…..

  3. Sensei, Hisashiburi. Ogenki desuka
    Sudah lama saya pengen tau kabar sensei. Ternyata sudah kerasan di Jepang ya. Berarti nggak ngajar lagi ya di Unesa. Sayang sekali adik-adik kelas kita, yg tidak pernah diajar oleh sensei.
    Karena diajar oleh yasashii senseilah kita angkatan 98 bisa ngomong jepang (^-^)
    Nihon de Gambatte ne.

  4. sugoiiiiiiiiiii
    sensei asyiiik ya di nihon, jd pingin ke sana jg

    salam buat putranya
    ganbatte ne, Ican

  5. aduh bu parastuti….kangen banget !!

    tanpa mengurangi rasa hormat saya pada sensei saya yang lain, bu parastuti adalah dosen favorit saya. meski jarang tersenyum tapi bagi saya bu parastuti adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam proses belajar bahasa jepang.

    namun ada satu hal yang sangat mengganjal dihati saya yang tidak tersampaikan ke beliau dan sampai dengan saat ini saya merasa bersalah sekali. smoga tulisan ini bisa di baca bu parastutik dan bisa dipahami sepenuhnya.

    ceritanya waktu itu saya ketemu dengan bu tutik di SJS karna memang saya kerja disana, saking senangnya ketemu dengan bu tutik dan saking gobloknya saya, saya mengatakan dengan tanpa pikir panjang (dan itu mungkin ga berkenan dihati bu parastuti) ” waduh bu, yang ibu ajarkan di sini hampir ga ke pakai, soalnya ternyata yang musti saya urusin lebih banyak ke urusan akuntansi yang hubungannya angka2, padahal saya paling benci kerjaan angka2″. bu parastuti hanya tersenyum dan berkomentar ” ah sou ka “……..denger komentar seperti itu kepala saya rasanya kejatuhan batu….goblok banget saya….padahal maksud saya bukan ilmu yang diajarkan bu parastuti ga kepakai begitu tapi lebih pada ga sempat pakai karna saking sibuknya ngurusin angka…..nyesel banget rasanya ngomong seperti itu pada orang yang sangat saya hormati. sampai sekarang saya ga bisa nglupain kejadian itu. saya berharap tulisan ini bisa jadi jembatan untuk ngungkapin betapa saya menyesal dan mohon maaf atas apa yang saya ucapkan ke bu parastuti. karna saya yakin sebagai seorang pengajar akan merasa kurang berkenan menerima ungkapan seperti dari muridnya. sekali lagi maaf ya bu parastuti, bukan seperti maksud saya…..

  6. one of my favorite sensei…..
    Ibu sekarang di Jepun ya….asyik donggg, kirm cerita2 lagi dong seru nih….
    anaknya cakep juga ya….sayang adik saya cowok, coba kalo cewek…..

  7. assalamu’alakum tutti chang…
    yok opo kabare rek?
    sik iling aku tah? kapan hari aku telpon hp tutti eh yang terima katanya pegawainya n tutti udah di jepang ama kel.nya

    wass.
    vera

  8. tutti san,
    reply langsung ke emailku dong…

  9. Mbak Veraini Windiana,
    Sampeyan satu angkatan dengan Mbak Tuti? Mungkin dia belum melihat komentare sampeyan. Sudah masuk milis unesaprodijepang? Kalau belum kirimkan emaile sampeyan ke Pak Lurah: ronniewae@yahoo.com. Sampeyan nanti bisa neriaki Mbak Tuti he he he.

  10. inggih, matur nuwun.
    wass.

  11. Asslamualaikum Wr Wb.
    Dos pundi kabaripun bu Paras? Mugi mugi tansyah pinaringan kesehatan,ketetepan Iman.Amiin

    Saya SUEB,angkatan 2003

  12. Ma`kasih tuk komentar2nya,…..lama banget aku ga buka ini.
    Sebetulnya masih banyak yang ingin aku bagikan ke teman2 lain tentang sekolah anak yang udah lewat gimu kyouiku. Karena pada umumnya teman yang studi di sini bawa anaknya masih usia paling banter SD, jadi suka dan dukanya banyak dipikul dhewe.
    Yenny san, sekarang di mana sih? masih di Niigata apa di Jakarta apa di Jember????. Gomen,…ini akibat jarang ngikuti info
    Woro chan, yayas chan,.rizu san… arigatou ne,…
    Rizu `tte dare???? arigatou.
    Winarto san,,,, aduh,… sampe terharu aku membacanya,…….ii ,,,, yo,….. yang penting sukses selalu,…….
    Pak Sueb, matur nuwn sanget.
    Sylvia san ( Sylvia yang angkatan berapa ya? habis tiap tahun ada yang bernama sylvia) dan Vera chan arigatou!!!!!!

  13. gomen,…
    ada yang tertinggal,…
    hallooo,…halooo,.. ummul,…. arigato ne.
    aku kehilanggan jejak dirimu

    parastuti ` 85

  14. Ibu, saya memohon izin ambil fotonya yah

  15. Bu Parastutik, sampean sepertinya teman saya yang dulu KKN di kec. kedungpring Lamongan ya. Kalau iya, salam kenal kembali, saya adi sucipto jurusan kepelatihan. sekarang saya negajar di IKIP Budi Utomo Malang.

    semoga kenalan ini, bisa mengingat kembali

  16. Apakah anda punya kakak bernama ilham abadi, adik bernama wahyu ningsih, wawan serta pandu salam buat mereka semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: