“Salam” wa nani?

Salam...

Ya..nyari nyari aja. Kan ini edisi perdana, kayaknya. Jadi.., sesuai dg itu , aku ngobrol soal salam.

“salam”, dalam bhs orang putih (kata anak polos Malaysia itu…) disebut Greeting. Kata orang Jawa, “nyopo”, “abang-abang lambe”, dan istilah yg alusan aku gak tahu. Kang lurah nih, ahlinya boso gituan…

Oh ya.., bahasa Indonesianya.., “salam”. Sebenarnya turunan dari bahasa Arab ya..?kalo bahasa arab artinya “selamat”. Jadi maksudnya ya, ucapan-ucapan yg memberikan harapan dan doa keselamatan kepada orang lain. Ni kalo disimak begini maknanya bagus ya…? Juga kalo dirasakan. Bayangin deh kalo kita gak disapa orang yg sudah kita kenal, atau kita nyapa orang lain gak digubris…pasti ada rasa gak nyaman di hati. Kelanjutannya, bisa sampe jengkel ato gak mau lagi nyapa. Alias, putusin hubungan !! nyata lo…, walau kita tidak termasuk orang2 yg berhati ciut begini…, ya kan..?

Jadi, ada apa dg salam..? ya, ingin kusampaikan betapa pentingnya salam. Saat kita ketemu orang yg dikenal, dan tdk memberikan tanda2 sedikitpun akan komunikasi, pasti gak nyaman dua duanya. Mau ngobrol.., gak ada waktu. Gak ada topic..misalnya. akhirnya ya, cukup dg kata2 singkat yg bermakna atau berfungsi “menjaga” hubungan tetap terjalin. Ada cerita humor yg sering kita dengar, karena sering juga dimunculkan di acara lawak atau ludruk. Menyapa orang pulang kerja dg “baru pulang Pak..?”. “la, sudah jelas2 pake baju dinas malam2, menuju rumah gini ya musti baru pulang dong…! Memangnya bangun tidur..?”

La kalo kita dah gak mau disapa, gak mau diberi salam, ya udah. Pertanyaan itu kan bukan serius bener sebagai pertanyaan yg harus dijawab kayak ujian. Dijawab gak sejujurnya juga gak pa pa, kok. Namanya juga salam…

Jadi, salam itu ya, bentuk kecil dari komunikasi. Fungsinya, bukan memperdebatkan isinya sec serius, tetapi sekedar kata2 ( dan isyarat) untuk menjaga hubungan. Meski begini, tetap aja, kata2 harus sesuai. Masak malam2 kita bilang “selamat pagi”…?

Nah, kawan….inilah SALAM pertama dari saya….

Semoga diterima.

Umul Khasanah (Angkatan ’89)

3 Tanggapan

  1. Wah kayaknya lebih bagus lagi jika foto yang nulis juga terpampang di situ ya, biar pembaca langsung tahu wajah si penulis. Saran saya, untuk penulis berikutnya kalau bisa attachment-kan pula fotonya juga ya.

    Roni (angkatan ’90)

  2. He he!! Salam juga. setuju tuh ma si ‘NI’ fotonya penulis dipasang malah asyik tuh. ato tak kirim foto penulis pas di meiji jingu ya?? gimana bu penulis??
    Poppy ’90 juga!!

  3. siip deh pop. ijin kukeluarkan.
    baik kan, aku???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: