Abstrak Linguistik 1

1 ABSTRAK

INTERFERENSI SINTAKSIS BAHASA INDONESIA TERHADAP SINTAKSIS BAHASA JEPANG DALAM KARANGAN MAHASISWA

PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNESA

DALAM MATA KULIAH SAKUBUN III

Nama : Sri Alwiyani Pancawati

NIM : 95240034

Program Studi : S1

Jurusan : Bahasa Asing/Bahasa Jepang

Fakultas : FBS

Nama Lembaga : UNESA

Penelitian ini berjudul “Interferensi Sintaksis Bahasa Indonesia terhadap Sintaksis Bahasa Jepang dalam Karangan Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Jepang UNESA dalam Mata Kuliah Sakubun III”, dengan berlatar belakang pada hipotesis bentuk kuat anakon yang menyatakan bahwa (1) penyebab utama kesulitan belajar dan kesalahan dalam pengajaran B2 adalah interferensi B1, (2) kesulitan belajar disebabkan oleh perbedaan B1 dan B2, dan (3) semakin besar perbedaan B1 dan B2, semakin akut kesulitan belajar (Tarigan, 1990:24).

Dari latar belakang permasalahan di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah interferensi sintaksis bahasa Indonesia terhadap sintaksis bahasa Jepang dalam karangan mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Jepang UNESA dalam mata kuliah Sakubun III. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang interferensi sintaksis bahasa Indonesia terhadap sintaksis bahasa Jepang dalam karangan mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Jepang UNESA dalam mata kuliah Sakubun III.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Jepang UNESA pemrogram mata kuliah Sakubun III yang berjumlah 42 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan sampel populasi.

Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa karangan mahasiswa dalam bahasa Jepang.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 1086 kalimat yang dihasilkan mahasiswa sampel, hanya ditemukan dua interferensi struktur kalimat bahasa Indonesia terhadap struktur kalimat bahasa Jepang, dengan rincian, satu interferensi struktur kalimat dan satu interfrensi struktur frasa. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis bentuk kuat anakon tidak terbukti. Dengan kata lain, perbedaan dan kesukaran bukanlah merupakan konsep yang identik.


2 ABSTRAK

ANALISA KEMAMPUAN MENGGUNAKAN

SHUUJOSHI KA, NE, DAN YO DALAM KALIMAT

MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SEMESTER VI ANGKATAN 1998/1999.

Nama : Sutrik Atim Winarsih

No.Reg. : 96240014

Program Studi : Bahasa Jepang

Jurusan : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Bahasa Jepang mempunyai keunikan–keunikan yang tidak dimiliki oleh bahasa manapun di dunia. Salah satu keunikan itu adalah adanya Shuujoshi (partikel akhir). Karena mahasiswa (khususnya angkatan 1998/1999) telah mempelajari masalah shuujoshi (ka, ne, dan yo) maka seharusnya mahasiswa telah memahami shuujoshi ini. Dari alasan tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menggunakan shuujoshi ka dalam kalimat ?

2. Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menggunakan shuujoshi ne dalam kalimat ?

3. Bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menggunakan shuujoshi yo dalam kalimat ?

Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan sejauh mana tingkat pemahaman serta kemampuan mahasiswa menggunakan shuujoshi ka, ne, dan yo dalam kalimat.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantita–tif yaitu mendeskripsikan bagaimana kemampuan mahasiswa menggunakan shuujoshi ka, ne, dan yo yang kemudian menyajikannya dalam perhitungan statistika yang sesuai dengan data–data yang ada.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian deskripsi ini adalah :

1. Kemampuan mahasiswa menggunakan shuujoshi ka adalah cukup yaitu 64,91%.

2. Kemampuan mahasiswa menggunakan shuujoshi ne adalah cukup yaitu 68,36%.

3. Kemampuan mahasiswa menggunakan shuujoshi yo adalah cukup yaitu 61,97%.

Simpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa kemampuan mahasiswa dalam menggunakan shuujoshi ka, ne, dan yo adalah cukup.


3 ABSTRAK

ANALISIS MAKNA FUKUGOUDOUSHI ~KOMU PADA ASAHI SHINBUN

Nama : Edy Agus Susanto

No Reg : 96240022

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Analisis Makna Fukugoudoushi ~Komu Pada Asahi Shinbun”, dengan latar belakang penelitian yaitu makna fukugoudoushi ~komu dalam bahasa Jepang yang bukan hanya bermakna masuk ke dalam saja, tetapi juga bisa bermakna yang lain. Hal ini dikarenakan masing-masing makna akan muncul tergantung dari konteks kalimatnya. Sehingga diperlukan suatu penelitian untuk menganalisa makna fukugoudoushi ~komu yang sebenarnya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah fukugoudoushi ~komu apa saja yang terdapat pada Asahi Shinbun, serta bagaimana makna fukugoudoushi ~komu yang terdapat dalam konteks kalimat tersebut. Dan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang makna fukugoudoushi ~komu dalam konteks kalimat yang tersirat dalam Asahi Shinbun.

Data dalam penelitian ini adalah berupa kalimat-kalimat yang memuat fukugoudoushi ~komu sebanyak 91 buah kalimat. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan hasil analisis atau uraian secara rinci yang sebelumnya didasarkan pada metode telaah pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan data yang berasal dari sumber tertulis.

Dengan menggunakan teknik analisis berdasarkan pendapat Masako Himeno maka makna fukugoudoushi ~komu dalam bahasa Jepang ada dua macam yaitu makna masuk ke dalam dan makna tingkat perkembangan, yang masing-masing masih dibagi lagi menjadi sub makna, untuk makna masuk ke dalam dibagi lagi menjadi tujuh submakna berdasarkan bentuk daerah yang dituju, antara lain:

1. masuk ke dalam ruang tertutup

2. masuk ke dalam benda padat

3. masuk ke dalam benda cair

4. masuk ke dalam benda bercelah

5. gerakan mengelilingi suatu benda

6. suatu benda menyusut sendiri

7. lain-lain

Sementara itu untuk makna tingkat perkembangan dibagi menjadi tiga submakna berdasarkan prilaku dan efek dari perkembangan tersebut, antara lain:

1. tingkatan tetap

2. tingkat penyangatan

3. perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang

Setelah dilakukan penelitian maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:

1. makna yang paling dominan adalah makna masuk ke dalam

2. maknanya terkadang bersifat semena-mena, yaitu makna yang muncul sama sekali tidak berhubungan dengan unsur pembentuknya.

3. kebanyakan fukugoudoushi ~komu jenis kochakuka (tingkatan tetap) bermakna negatif, tetapi untuk jenis ruisekka (pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang) kebanyakan bermakna positif.

4. fukugoudoushi ~komu baru jelas maknanya apabila digunakan dalam konteks kalimat.

5. fukugoudoushi ~komu untuk makna tingkat perkembangan dengan submakna noumikka (penyangatan) menunjukkan suatu penekanan pada verba bagian depan.


要旨

朝日新聞における「~込む」の複合動詞の意味についての分析

「~込む」の複合動詞の意味は、「中にはいる、中にいれる」という意味だけではなく、他の意味をも持つ。従って、本研究では実際に「~込む」の複合動詞の意味について分析した。問題は次の二点である。

1.朝日新聞に使われている「~込む」の複合動詞にはどんなものがあるか。

2.その「~込む」の複合動詞の意味は何か

本研究の資料は朝日新聞に取り上げられている91の文章から分析した。データを集めた上で分析するという本研究で用いられた方法は、質的記述法である。

「~込む」の複合動詞は、姫野昌子によれば「内部移動」と「程度進行」の二つの意味に分けられる。内部移動は、枠組みの形態の特徴によって「閉じた空間、固体、流動体、集合体または組織体、動く取り囲み体、自己凝縮体、その他」の七つに分けられる。動作・作用の程度が進行することを表す「程度進行」は、その進行の様態に従って「固着化」、「濃密化」、「累積化」の三つのグルプに分けられる。

本研究の結果、「~込む」の複合動詞の意味について、次のことが判明した。

1.「内部移動」のほうが「程度進行」よりも多く使われている。

2.各項の意味が薄れたり無くなったりする。

3.「固着化」はマイナスの意味を表すことが多いのに対して、「累積化」はプラスの意味を表すことが多い。

4.「~込む」の複合動詞の意味は文章の中でのみ、その意味が確定できる。

5.「~込む」の複合動詞は、「程度進行」の「濃密化」の場合、強調を表す。


4 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN KANDÔSHI MAA, EE, DAN E

YANG MENYATAKAN KETERKEJUTAN

DALAM KOMIK HORA-M MISUTERI

Nama : Amalia Nento

No. Registrasi : 97240001

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Kandôshi merupakan salah satu jenis kata yang berdirii sendiri dan tidak mengalami perubahan. Kandôshi digunakan untuk menyatakan cetusan perasaan atau luapan emosi secara lengkap. Kandôshi tidak dapat berfungsi sebagai subjek (meskipun letaknya diawal kalimat), predikat, keterangan maupun obyek.

Penelitian ini membahas Kandôshi Maa, Ee, dan E yang menyatakan keterkejutan yang muncul dalam komik HORA-M MISUTERI, sebuah komik misteri yang diterbitkan tahun 1996 dan terdiri dari 12 judul kisah misteri dan 652 halaman dimana Di dalamnya banyak terdapat Kandôshi tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Kandôshi Maa, Ee, dan E yang menyatakan keterkejutan. Adapun manfaat yang bisa diambil dari penelitian ini adalah memberikan sumbangan pengetahuan bagi pembelajar bahasa Jepang dan pendidik bahasa Jepang khususnya tentang penggunaan Kandôshi Maa, Ee, dan E..

Dalam penelitian ini digunakan metode pustaka dengan mengumpulkan bahan atau data dari perpustakaan yang kemudian diklasifikasikan dan dianalisis sehingga menghasilkan suatu kesimpulan..

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada 3 kalimat yang meenggunakan Kandôshi Maa, 28 kalimat yang menggunakan Kandôshi Ee, serta 20 kalimat yang menggunakan Kandôshi E. Namun hanya kalimat dari Kandôshi Maa, Ee, dan E yang menyatakan keterkejutan karena factor kaget, kekaguman dan heran. (Lihat Analisis Data)


要旨

『ほらあMミステリ』の中におけるびっくりする時に説明する感動詞 まあ、ええ、えの使い方について分析をする

感動詞と言うのは、絶対の出た感情のために使われっている言葉を説明する。感動詞は、自助の言葉とかわることがないである。その出た感情ほめるや、びっくりするや不思議や、嬉しいなどを説明する。

感動詞は、最初の文章にあっても、主語になることができないである。述語、目的語、福祉になることもできないである。『ほらあMミステリ』の中におけるびっくりする時に説明する感動詞は、いろいろな使い方がたくさんあるので、感動詞まあ、ええ、えの使い方について研究する。

本研究は、『ほらあMミステリ』の中におけるびっくりする時に説明する感動詞まあ、ええ、えの使い方の分析にとして、次の問題は、

『ほらあMミステリ』の中に見られるびっくりする時に説明する感動詞まあ、ええ、えの使い方は、どのようなことであっろうか。

この研究は、記述分析を用いた。それは、『ほらあMミステリ』の中にあるびっくりする時に説明する感動詞まあ、ええ、えの使い方を記述する。論文の使った方法はDeskriptif Kualitatif である。その方法は現実にあるものを説明しておく。

この研究に結果次のようなことが明らかになった。『ほらあMミステリ』の中におけるは、びいっくりする時に説明する感動詞まあ、ええ、えを持つ。その感動詞まあ、ええ、えの使い方は、日常会話にとしてだいたい彼女に使われている。そして、家族や、同年、または年上は、年下にも使われている。


5 ABSTRAK

PENGGUNAAN KATA SAMBUNGそれで(SORE DE) DAN

だから(DAKARA) DALAM WACANA TULIS BAHASA JEPANG

Nama : Dina Rahayuningtyas

No Reg : 97240002

Program Studi : S-1

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini bertolak dari pendapat Y. Ogawa (1982) yang mengemukakan bahwa kata sambung sore de dan dakara termasuk jenis kata sambung yang digunakan untuk menyatakan sebab akibat. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pemakaian dan makna dari kedua kata sambung tersebut.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pemakaian kata sambung sore de dan dakara dalam wacana tulis bahasa Jepang. Rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah :

1. Bagaimana pemakaian dan makna kata sambung Sore de dalam wacana tulis Bahasa Jepang?

2. Bagaimana pemakaian dan makna kata sambung Dakara dalam wacana tulis Bahasa Jepang?

3. Bagaimana persamaan dan perbedaan pemakaian serta makna kata sambung Sore de dan Dakara?

Obyek penelitian ini adalah 50 wacana tulis yang didalamnya terdapat kata sambung sore de dan dakara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Untuk pengumpulan data digunakan teknik kepustakaan. semua teknik yang berkaitan dengan analisis data menyatakan bahwa kata sambung sore de dan dakara kebanyakan mempunyai arti “oleh karena itu” dan “maka”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata sambung sore de dan dakara tersebut mempunyai persamaan, yaitu sama-sama mempunyai makna “oleh karena itu” dan “maka”. Serta mempunyai perbedaan, yaitu pada kata sambung sore de tidak terdapat makna “sehingga”, sedangkan pada kata sambung dakara terdapat makna “sehingga”.


要旨

日本語における接続詞『それで』と『だから』について

本研究Ogawa (1992)の意味による。接続詞『それで』と『だから』は表現系統にあるということである。

本研究は、書き言葉の中における『それで』と『だから』の使い方で学習者の理解を助けることを目的とする。

本研究の資料として25の書き言葉の中に使用されている接続詞『それで』 と 『だから』 を用いた。

本研究は Metode Deskriptif を使用する。データ を 集めるためには Metode Kepustakaan を 使用する。

本研究の特徴は、ほぼ同じである。相違点は、この二つの接続詞によって結びつけられた文と文の関係が少しずつ異なることである。『それで』 と 『だから』 は同義語である。

『それで』のインドネシア語での意味は oleh karena itu, maka。『だから』 は oleh karena itu, sehingga, maka である。


6 ABSTRAK

PERBANDINGAN NILAI-NILAI MORAL PERIBAHASA (KOTOWAZA) BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG DALAM MAJALAH DJAWA BAROE EDISI JANUARI – DESEMBER NO. 1 s/d NO. 12

(2603.1-2603.12) TAHUN 1943 (SABUAH KAJIAN BANDINGAN)”

Nama : Laras Sukma Dewi

No.Reg : 97240010

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : FBS (Fakultas Bahasa dan Seni)

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Bahasa sebagai sarana perwujudan dari sebuah karya sastra. Karya sastra merupakan cerminan dari kehidupan manusia. Peribahasa (kotowaza) bagian dari karya sastra. Dalam peribahasa (kotowaza) terdapat ajaran nilai-nilai moral yang dapat membuat manusia menjadi baik. Peribahasa (kotowaza) adalah petuah atau nasehat yang berguna bagi kehidupan.

Dalam penelitian ini dibandingkan dua peribahasa dari dua bangsa yaitu bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Kajiannya tentang nilai-nilai moral yang terdapat dalam peribahasa (kotowaza) Majalah Djawa Baroe Tahun 1943. Nilai-nilai moral merupakan ajaran, nasehat, wejangan, lisan atau tertulis untuk manusia agar menjadi baik.

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1) Bagaimana nilai-nilai moral dalam peribahasa (kotowaza) bahasa Indonesia dalam Majalah Djawa Baroe edisi Januari – Desember No.1 sd No. 12 (2603.1-2603.12) Tahun 1943

2) Bagaimana nilai-nilai moral dalam peribahasa (kotowaza) bahasa Jepang dalam Majalah Djawa Baroe edisi Januari – Desember No.1 sd No. 12 (2603.1-2603.12) Tahun 1943

3) Bagaimana persamaan dan perbedaan nilai-nilai moral dalam peribahasa (kotowaza) bahasa Indonesia dan bahasa Jepang dalam Majalah Djawa Baroe edisi Januari – Desember No.1 sd No. 12 (2603.1-2603.12) Tahun 1943

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk memperoleh gambaran tentang nilai-nilai moral peribahasa (kotowaza) dalam bahasa Indonesia dalam Majalah Djawa Baroe edisi Januari – Desember No.1 sd No. 12 (2603.1-2603.12) Tahun 1943, 2) Untuk memperoleh gambaran tentang nilai-nilai moral peribahasa (kotowaza) dalam bahasa Jepang dalam Majalah Djawa Baroe edisi Januari – Desember No.1 sd No. 12 (2603.1-2603.12) Tahun 1943, 3) Untuk memperoleh gambaran tentang persamaan dan perbedaan nilai-nilai moral dalam peribahasa (kotowaza) bahasa Indonesia dan bahasa Jepang dalam Majalah Djawa Baroe edisi Januari – Desember No.1 sd No. 12 (2603.1-2603.12) Tahun 1943.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif atas penelitian kepustakaan. Analisisnya menggunakan metode analisis komparatif (bandingan), yaitu dengan membandingkan peribahasa (kotowaza) bahasa Indonesia dan bahasa Jepang serta persamaan dan perbedaannya mengenai nilai-nilai moral.

Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral peribahasa (kotowaza) bahasa Indonesia dan bahasa Jepang diklasifikasikan dalam 3 bagian yaitu sikap, semangat, dan perbuatan. Yang masing-masing bagian memiliki arti, contoh, dan analisis peribahasa dalam dua bahasa. Kedua bangsa dalam situasi perang ternyata tetap berpegang teguh pada nilai-nilai moral.

Bahwa peribahasa (kotowaza) tidak dapat hilang dengan termakannya oleh waktu. Di masa perjuangan kedua bangsa masih tetap memperhatikan peribahasa (kotowaza). Karena dalam peribahasa (kotowaza) memiliki ajaran nilai-nilai moral yang berguna. Dan dengan mengetahui peribahasa (kotowaza) tentang nilai-nilai moral dapat diketahui tentang budaya, sikap, dan cara pandang hidup masyarakat kedua bangsa.


要旨

インドネシアの諺と日本の諺の道徳について雑誌 ( “ Djawa Baroe”)からNo.1 sd No.12 (2603.1-2603.12) 1943 Januari-Desember 刊行を比較ることである。

本研究 では雑誌(”Djawa Baroe”)に取りあげられているインドネシアの諺と日本の諺の道徳について諺を比較することである。次に大切な問題は:

1.インドネシアの諺の道徳についてどのようなものであるか

2.日本の諺の道徳についてどのようなものであるか

3.インドネシアの諺と日本の諺の道徳について類似点と相違点はどのようなものであるか

この研究の目的はインドネシアの諺と日本の諺の道徳について()を描く。そして、インドネシアの諺と日本の諺の違うところと同じところを明確にすることができる。

本研究では分析にあたってはサマリんによって述べられた研究理論を使用する。本研究の種類はディスクリティフ^クリタティフ^コンパラィフ(Deskriptif kualitatif komparatif)の方法を用いた。データは雑誌(”Djawa Baroe”)から取った。

本研究の結果, 雑誌(”Djawa Baroe”) に取りあげられている諺の意味は性格と精神と行為である。この三つの意味は道徳についてである。このテーマをあまり深くは研究できなかった。人間(人類)にとってこの諺の道徳は大切なことである。この道徳については文化と性格と行動に見られる。


7 ABSTRAK

ANALISIS PEMAKAIAN KANDOOSHI YANG MENGUNGKAPKAN OOTOO PADA KOMIK CHIBI MARUKO CHAN JILID 7 KARYA MOMOKO SAKURA

Nama : Andri Dwi Astuti

No. Reg. Mahasiswa : 97240017

Program Studi : Bahasa Jepang / S-1/1997

Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga :Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Analisis Pemakaian Kandooshi yang Mengungkapkan Ootoo pada Komik Chibi Maruko Chan jilid 7 Karya Momoko Sakura”. Pemilihan judul ini dilandasai oleh banyaknya jenis kandooshi yang mengungkapkan ootoo (jawaban/respon) yang mempunyai beraneka ragam makna dan fungsi. Pemakaian ootoo bisa bermakna ganda yang didasarkan pada golongan status, jenis kelamin, orang yang lebih tua, sederajat maupun hubungan keluarga.

Dalam suatu percakapan jika muncul adanya permintaan dari pembicara, maka lawan bicara seharusnya menjawab atau menanggapi tindakan pembicara berdasarkan ootoo. Jadi kandooshi yang mengungkapkan ootoo bertujuan untuk mengikutsertakan lawan bicara secara aktif dan berperan dalam suatu percakapan.

Skripsi ini akan menganalisi tentang : (1) jenis-jenis kandooshi yang mengungkapkan ootoo pada komik Chibi Maruko Chan jilid 7 karya Momoko Sakura, (2) makna kandooshi yang mengungkapkan ootoo pada komik Chibi Maruko Chan jilid 7 karya Momoko Sakura, (3) fungsi kandooshi yang mengungkapkan ootoo pada komik Chibi Maruko Chan jilid 7 karya Momoko Sakura.

Dari ketiga permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah : (1) memperoleh gambaran tentang jenis-jenis kandooshi yang mengungkapkan ootoo pada komik Chibi Maruko Chan jilid 7 karya Momoko Sakura, (2) memperoleh gambaran tentang makna kandooshi yang mengungkapkan ootoo pada komik Chibi Maruko Chan jilid 7 karya Momoko Sakura, (3) memperoleh gambaran tentang fungsi kandooshi yang mengungkapkan ootoo pada komik Chibi Maruko Chan jilid 7 karya Momoko Sakura.

Penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif yang melukiskan keadaan sebenarnya dalam suatu obyek, sehingga diperoleh gambaran yang tepat dan obyektif.

Dari data 146 data yang berhasil dikumpulkan, diketahui bahwa ootoo mempunyai fungsi antara lain : untuk menyatakan persetujuan, penolakan, pengertian, kesangsian dan jawaban atas panggilan. Di antara jenis-jenis ootoo tersebut terdapat ootoo yang bermakna ganda, ootoo yang berasal dari kelas kata lain dan ootoo yang berasal dari kata serapan. Dalam pemakaiannya ootoo dibedakan berdasarkan golongan status, jenis kelamin, orang yang lebih tua, sederajat, kerabat maupun hubungan keluarga. Ootoo juga dibedakan dalam situasi formal maupun non formal.

Hasil penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa semua permasalahan telah dijawab dengan berlandaskan teori-teori tentang jenis-jenis, makna dan fungsi ootoo. Tetapi diketahui juga bahwa diantara jenis-jenis ootoo tersebut ada yang tidak sesuai dengan teori-teori yang dipakai dalam penelitian ini. Hal ini karena komik merupakan perwujudan komunikasi sehari-hari sehingga ootoo yang dipakai sesuai dengan situasi percakapan.


要旨

さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』に見られる

応答の感動詞の使用について

この論文のテーマはさくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』に見られる応答の感動詞の使用である。応答の感動詞はいろいろな意味と機能を持っているので、このテーマを選んだ。また話し相手の地位、すなわち目上、同輩、目下、親疎、によって違った表現をとるかただ。

話し相手から要求という働きかけがあれば、聞き手は応答によって働きかけに応じている。したがって、応答の感動詞は聞き手の積極的な会話参加の積極性という点では落ちると言えようが、話し手から働きかけがあればそれに応じるというのは会話参加者である聞き手としての役割である。

さて、本論文の問題は次の通りである。

1.さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』の出ている応答の感動詞の表現は何か。

2.さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』の意味はどのようなものであるか。

3.さくらももこの漫画『ちびまる子〔7〕』の機能はどのようなものであるか。

このようなことから、論文の目的は次のようにする。

1.さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』の出ている応答の感動詞の表現を理解する。

2.さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』の意味を理解する。

3.さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』の機能を理解する。

この論文の使った方法はDeskriptif Kualitatif である。その方法は現実にあるもの説明していく方法である。

146データから応答表現の結果を得た。最も多い応答の機能は次のようになる:賛成、拒絶、理解、疑心、呼びかけの返事が使われる。応答の数種類の中で一つの応答にいろいろな意味,他の品詞から転成した応答語、外来語から転成した応答語がある。また応答は話し相手の地位、すなわち性別、目上、同輩、目下、親疎によって違った表現を使用する。応答も正式と非公式によって違ったものになる。

この調査の結果は数種類と意味と機能の理論で問題に答えられた。しかし、数種類の中でこの調査のために使われた理論に合わないこともある。そのことは漫画が会話の具現であるからであり。したがって、漫画に使われた応答が会話語上の地位に合わせたりする。


8 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN JODOSHI [~RERU] DAN [~RARERU] DALAM KOMIK DORAEMON KARYA FUJIKO F. FUJIO

Nama : Elvi Fauzia Rahmatina

No. Registrasi : 97240021

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Pendidikan Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Analisis Jodoshi [~reru] dan [~rareru] dalam Komik Doraemon Karya Fujiko F. Fujio. Latar belakang penelitian ini adalah jodoshi [~reru] dan [~rareru] dapat membentuk empat fungsi yaitu ukemi, kano, sonkei, dan jihatsu. Keempat bentuk jodoshi tersebut baru dapat dibedakan fungsi dan maknanya apabila dipakai dalam kalimat. Sedangkan tujuan penelitian ialah untuk memperoleh gambaran tentang pemakaian jodoshi [~reru] dan [~rareru] dalam komik Doraemon karya Fujiko F. Fujio. Batasan penelitian ini adalah penelitian ini hanya meneliti jodoshi [~reru] dan [~rareru] yang berfungsi sebagai ukemi dan kano yang terdapat di dalam komik Doraemon jilid 19, 21, 40, dan 42 karya Fujiko F. Fujio.Hal ini disebabkan karena di dalam komik Doraemon jilid 19, 21, 40, dan 42 hanya ditemukan penggunaan jodoshi [~reru] dan [~rareru] yang berfungsi sebagai ukemi dan kano.

Rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah

1. Bagaimana pemakaian jodoshi [~reru] dan [~rareru] dalam komik Doraemon karya Fujiko F. Fujio.

2. Bagaimanakah makna yang terkandung dalam jodoshi [~reru] dan [~rareru] pada komik Doraemon karya Fujiko F. Fujio.Dan bentuk jodoshi [~reru] dan [~rareru] apa yang paling dominan digunakan dalam komik Doraemon karya Fujiko F. Fujio.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi. Sumber data berasal dari komik Doraemon jilid 19, 21, 40, dan 42 karya Fujiko F. Fujio sebanyak 133 buah jodoshi [~reru] dan [~rareru] yang berfungsi sebagai ukemi dan kano.

Dari hasil analisis data diketahui bahwa :

1. Jodoshi yang membentuk ukemi ditunjukkan pada keadaan yaitu di mana subyek adalah orang yang menerima kesulitan dan kerugian. Di mana subyek tidak selalu orang yang mendapat kesulitan tetapi dapat juga orang yang mendapatkan kegembiraan. Di mana subyek adalah suatu keadaan atau benda dan tidak terbatas pada manusia saja.

2. Jodoshi yang membentuk kano menunjukkan suatu aktifitas dan perbuatan di dalam batas kemampuan subyek melakukan suatu kegiatan. Sedangkan bentuk fukano adalah bentuk negatif dari kano sehingga bentuk fukano menunjukkan suatu aktifitas dan perbuatan yang berlawanan dengan bentuk kano. Makna yang terkandung dalam kalimat yang menggunakan jodoshi [~reru] dan [~rareru] adalah makna gramatikal, karena makna kata tersebut baru dapat ditentukan setelah jodoshi [~reru] dan [~rareru] dipakai di dalam kalimat. Jodoshi [~reru] dan [~rareru] yang paling dominan yang terdapat dalam komik Doraemon jilid 19, 21, 40, dan 42 adalah jodoshi yang berfungsi sebagai ukemi sebanyak 68 buah atau sekitar 51,13%


要旨

藤子F不二雄『ドラえもん』にみられる助動詞『~れる』『~らる』

について分析する

この研究テーマは藤子.F不二雄『ドラえもん』にみられる助動詞『~れる』『~られる』について研究する。このテーマを選んだ理由は助動詞『~れる』『~られる』は四つに分類することができる。それは (1)受身 (2)可能 (3)尊敬 (4)自発である。それぞれ接続の仕方は同じであるが機能と意味が違っがているからである。研究の境界は『ドラえもん』にみられる助動詞『~れる』 ~られる』は受身と可能の助動詞だけである。 『ドラえもん』にみられる助動詞『~れる』『~られる』は自発と尊敬の助動詞じゃないである。

研究問題として次の三つを取り上げた :

(1) 藤子.F.不二雄『ドラえもん』にみられる助動詞『~れる』『~られる』

の使用方法について考察する。

(2) これら助動詞の意味と機能について考察する。

(3) 『ドラえもん』にみられる最大多数の助動詞は何であるのか。

本論文はディスクリプティフクォリタティフ法を使う。研究のデータは 133個所である。研究結果は、受身の表現については人が何か迷惑や被害を受けて、『困った』『嫌だった』と感じたとき。主語 (主題) はその迷惑や被害を受けた人になりました。主語(主題)はその迷惑や被害を受けない人になりました。主語(主題)になるのは人以外のもので特に制限はありませんが人が何かを行った行為の対象を主語(主題)にして事実を述べる場合に使われることが多いようです。

可能の表現については動作、行為が主体の能力範囲内でもしくは特別な状況下で使われる (特別な手段や方法、道具、動機、状況などの前提において)不可能の表現は、その事態成立の可否に種々の条件が加わっている。その条件によって同じ『~れる』『~られる』でも先天的、能力的、技術的、心理的 肉体的、法律的など、種々の面での制約よくに対する。

これら 助動詞『~れる』『~られる』が使われて いる 意味 は文法的であり、助動詞『~れる』『~られる』を使われることによってその意味が主張されてくるのである。『ドラえもん』にみられる 最大 多数 助動詞 受身 68 個所 51,13%である。


9 ABSTRAK

ANALISIS PERUBAHAN MORFOLOGI SHUKUYAKU KEI

DALAM KOMIK RANMA ½ KARYA TAKAHASHI RUMIKO

Nama Joko Prasetyo

No. Reg : 97240022

Program Studi : Bahasa Jepang/S-1/97

Jurusan : Pendidikan Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul “Analisis Perubahan Morfologi SHUKUYAKU KEI dalam Komik Ranma ½ karya Takahashi Rumiko”. Pemilihan judul tersebut dilandasi dengan alasan bahwa tidak sedikit para pembelajar bahasa Jepang yang masih belum mengerti tentang penggunaan SHUKUYAKU KEI sehingga seringkali menemui kesulitan saat berkomunikasi dengan penutur asli bahasa Jepang, padahal SHUKUYAKU KEI sangat erat hubungannya dengan kegiatan komunikasi informal sehari – hari dalam bahasa Jepang. Untuk mengatasi kesulitan tersebut para pembelajar bahasa Jepang diharapkan dapat memahami SHUKUYAKU KEI dengan baik. Bentuk SHUKUYAKU KEI akan lebih mudah dipahami jika diteliti dari segi perubahan morfologinya. Untuk mendapatkan data tentang SHUKUYAKU KEI penulis mengambil kalimat sebagai data dari komik Ranma ½ karya Takahashi Rumiko jilid 1 sampai dengan jilid 5.

Komik Ranma ½ merupakan komik karya Takahashi Rumiko yang mulai diterbitkan pada tahun 1988. Komik Ranma ½ menceritakan tentang kehidupan seorang anak muda yang terus berpetualang untuk meningkatkan kemampuan bela diri beserta ayahnya, suatu saat mereka mengalami kejadian yang sangat aneh pada diri mereka sehingga mereka berusaha untuk mengembalikan keadaan tubuh mereka seperti sedia kala. Tokoh utama komik ini adalah Saotome Ranma dan Tendo Akane seorang gadis yang menjadi tunangan Saotome Ranma. Peneliti tertarik pada komik Ranma ½ karya Takahashi rumiko ini karena dalam komik ini dialog – dialog yang bermuatan kalimat SHUKUYAKU KEI sangat dominan dan pendistribusian kalimatnya merata.

Dari latar belakang tersebut, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah perubahan morfologi SHUKUYAKU KEI dalam komik Ranma ½ KARYA Takahashi rumiko jilid 1 sampai dengan jilid 5. SHUKUYAKU KEI yang dimaksud adalah SHUKUYAKU KEI yang telah diklasifikasikan secara gramatikal kedalam delapan bentuk SHUKUYAKU KEI yaitu :

a. yang berhubungan dengan partikel “

b. yang berhubungan dengan kata kerja bentuk “

- bentuk “ ” yang masih terlihat

- bentuk “ ” yang tidak terlihat

c. yang berhubungan dengan bentuk pengandaian []

d. yang berbentuk gabungan kata

e. sebagai bentuk dari gaya berbicara

f. asimilasi bunyi “

g. asimilasi bunyi “ ” dalam kalimat bentuk negatif ~ない

Supaya memperoleh gambaran yang luas dan jelas terhadap permasalahan yang ada, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian dimana data yang dikumpulkan bukanlah angka – angka, dapat berupa kata – kata atau gambaran sesuatu. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa :

  1. Dalam komik Ranma ½ jilid 1 sampai dengan jilid 5 terdapat 566 kalimat yang mengandung bentuk SHUKUYAKU KEI dan dari 566 kalimat tersebut terdapat 742 kata yang mengalami perubahan kedalam bentuk-bentuk SHUKUYAKU KEI.
  2. Pembentukan SHUKUYAKU KEI sedikit banyak dipengaruhi oleh gaya berbicara dari penutur yang tidak menutup kemungkinan terpengaruh dengan dialek suatu wilayah tertentu.
  3. Dalam pembentukan SHUKUYAKU KEI terdapat berbagai macam variasi bentuk pada satu kata. Hal ini dapat terjadi karena gaya berbicara dari penutur yang berbeda satu dengan lainnya.
  4. Kajian tentang pembentukan SHUKUYAKU KEI tidak dapat terlepas begitu saja dari ruang lingkup pembahasan fonologi karena banyak sekali ditemukan perubahan – perubahan bunyi dalam pembentukan SHUKUYAKU KEI.
  5. Penggunaan kata 「~じゃない」mempunyai beberapa perbedaan yaitu penggunaan kata 「~じゃない」dalam kalimat yang bermakna negatif dan penggunaan kata 「~じゃない」yang digunakan untuk penekanan.
  6. penggunaan kata [だって] yang berfungsi sebagai Setsuzokushi dan FukuJoshi.


要旨

さくらももこの漫画『ちびまる子ちゃん〔7〕』に見られる

応答の感動詞の使用

この論文のテーマは高橋留美子の漫画「らんま ½」におりる形態論的縮約形の変化の分析である。長い間日本語を勉強している学習者にも日本人と日常の会話をする時、縮約形に関して理解できなくて、コミュニケーションが困難になる場合もある。それに対して日本語の学習者が縮約形を分かりやすく理解できるように形態論の面から分析した。

「らんま ½」と言う漫画は1988年に発行され、少年の武道家とその父親が武道の能力を上達させるため様々な所へ旅に出るという話について書かれた。この漫画の登場人物は「早乙女乱馬」と「天道あかね」である。高橋留美子の「らんま ½」には他の少年漫画のように日常の会話がよく出ている漫画で、縮約形を含む文がたくさんあるので関心を持っている。

本論分の問題は次の通りである。

漫画「らんま½」にある形態論的縮約形の次のような分類に関してはどのように変化するのか

  1. 助詞の「は」に関するもの
  2. 「~テ」形に関するもの

- 「~テ」が残るもの

- 「~テ」が残らないもの

  1. (仮定の)ば」に関するもの
  2. 複合化したもの
  3. 言い方としてや特殊な例に関するもの
  4. 「の」の撥音化
  5. 「ない」に先行するラ行音の撥音化

本研究に用いる文析の方法は、 Deskriptif kualitatif である。Deskriptif kualitatifと言う研究方法は集めたデータは数字ではなく、言葉や何かについての対象と言うデータである。

本研究の結果、次のことが明らかになった。「らんま½」にある形態論的縮約形の変化の分析の結果は次の通りである。

  1. 1巻から5巻までの漫画「らんま ½ にある縮約形を含む文は566文で、そのうち各縮約形のグループに変化した語が742語ある。
  2. 縮約形の構成は話し手の言い方やある地域の方言によって影響される可能性がある。
  3. 縮約形の構成にはある形が一つの縮約の形とは限らない。それは話し手によって違うからである。
  4. 縮約形構成の分析には音韻的変容がたくさん見つけられたので音韻学の範囲と関係がないとはいえない。
  5. 「~じゃない」は否定形の文と文の意味を強調するために使っている。
  6. 接続詞と副助詞としての「~だって」の使い方。


10 ABSTRAK

ANALISIS MAKNA PARTIKEL NO

DALAM KOMIK ANGSA PUTIH (HAKUCHOO) SERI 2

Nama : Istiqomah

Nomor Registrasi : 97240024

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama lembaga :Universitas Negeri Surabaya

Dalam kalimat bahasa Jepang, partikel no merupakan partikel yang frekuensi pemakaiannya cukup tinggi. Partikel no belum mempunyai makna jika belum digabungkan dengan kalimat lain dalam kalimat. Partikel no tergolong dalam beberapa jenis partikel yang memiliki beberapa makna. Tetapi pada umumnya para siswa hanya mengetahui bahwa partikel no hanya mempunyai satu makna yaitu menyatakan kepemilikan. Karena itu, dalam penelitian ini dirumuskan tiga permasalahan, yaitu:

1.Berapakah jumlah partikel no yang terdapat dalam komik Angsa Putih (hakuchoo) seri 2?

2.Termasuk dalam jenis apakah partikel no yang terdapat dalam komik Angsa Putih (hakuchoo) seri2?

3.Apakah makna partikel no yang terdapat dalam komik Angsa Putih (hakuchoo)seri 2?

Penelitian ini berlandaskan pada teori Iwabuchi yang mengklasifikasikan partikel no kedalam empat jenis partikel beserta maknanya, yaitu kakujoshi yang mempunyai makna menyatakan kepemilikan, menunjukkan sesuatu yang menjadi titik utama (hubungan manusia, hubungan jumlah, hubungan ruang kosong, dan lain-lain), menunjukkan subjek, dan lain-lain, heiritsujoshi yang mempunyai makna menunjukkan dua unsur penting yang berjajar atau hal menghitung satu per satu, juntaijoshi yang mempunyai makna membendakan dan tentang ikatan dan ungkapan penilaian, menunjukkan arti penjelasan yang memiliki pegangan/ dasar, menyatakan alasan, pemikiran, penilaian dobel, penegasan, dan lain-lain, serta shuujoshi yang mempunyai makna ungkapan perasaan penilaian dengan ringan dan menyatakan pertanyaan.

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk melukiskan keadaan sebenarnya dalam suatu objek, sehingga diperoleh gambaran yang tepat dan objektif.

Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan adalah komik karena komik merupakan bacaan yang menarik dan lebih mudah dipahami dibandingkan karya sastra lain. Dari komik tersebut diperoleh data berupa partikel no sebanyak 324 data yang terdapat dalam 258 kalimat. Dari ketiga ratus dua puluh empat data tersebut, data yang paling dominan adalah partikel no yang termasuk dalam jenis juntaijoshi yang mempunyai makna menyatakan penegasan, yaitu menekankan kata kerja yang dibubuhi partikel no (n). Partikel no (n) tersebut dapat berfungsi untuk menghaluskan pembicaraan agar tidak terkesan kaku.


要旨

漫画「ANGSAPUTIH(白鳥)」 第二巻で助詞「の」意味を分析

日本語の中に助詞「の」の使用が多い。他の言葉と合併しないなら、意味はない。助詞「の」はいくつかの意味があり、いくつかの分類ができる。でも、一般的に学生たちは一つしか助詞「の」意味を知らない。それは所有主を示す。だから、この分析の中に、三つ問題がある。

1.漫画「ANGSAPUTIH」(白鳥)」第二巻にある助詞「の」はいくつがあるか。

2.漫画「ANGSAPUTIH(白鳥)」第二巻にある助詞「の」は何の助詞か。

3.漫画「ANGSA PUTIH(白鳥)」第二巻にある助詞「の」は何の意味か。

この分析は岩淵氏の論理をめざす。それらの格助詞の意味は所有主、なんらかの関係(人間関係、数量関係、空間関係、etc.)の基点となるもの、主語、etc.。並立助詞の意味は並列、列挙。準体助詞の意味は形式名詞「こと」 「もの」etc.に同じ、判断辞と結びついて、根拠のある説明理由の提出、回想、二重判断、強調などの意味を表す。そして、終助詞の意味は断定の気持ちを軽く表現して、質問を示す。

この分析の方法はdeskriptif kualitatifである。この方法を正確な目的格の描写をうけられるほど物質の本当の状態をえがくのに使う。漫画は他の作品より面白い読み物なので、この分析のために漫画を使う。この漫画には258文中に324の助詞「の」がある。その中にはしばしば強調の準体助詞が出てくる。その意味は会話をていねいにすることができる。


11 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN BENTUK KEIGO

DALAM IKLAN KORAN ASAHI SHINBUN

Nama : Yessi. K. Ariyanti

No. Reg. : 97240028

Program Studi : S-1

Jurusan : Program Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Analisis Penggunaan Bentuk Keigo dalam Iklan Koran Asahi Shinbun”, didasari oleh kenyataan bahwa masyarakat Jepang terkenal dengan sopan santun. Ini dapat dilihat dari bahasanya, kapan dan situasi yang bagaimana bahasa sopan digunakan. Begitu juga dalam penulisan iklan yang menggunakan dua bentuk bahasa, yaitu bentuk hormat (keitai) dan bentuk biasa (jootai).

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, jenis-jenis bentuk Keigo apasajakah yang digunakan dan bagaimana penggunaan bentuk Keigo dalam iklan Koran Asahi Shinbun. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang jenis-jenis bentuk Keigo dan penggunaannya dalam iklan Koran Asahi Shinbun.

Metode penelitian ini adalah metode deskriptif yang didasarkan pada metode pustaka, dengan langkah-langkah : 1. pengumpulan data, 2. klasifikasi, 3. penemuan. Sumber data penelitian ini adalah Koran Asahi Shinbun tanggal 18 dan 19 November 2001. Berupa iklan makanan, minuman, asuransi, kosmetika, lowongan kerja, elektronika, dan lain-lain. Data yang diperoleh 50 iklan terdiri atas 26 kalimat yang memakai bentuk Sonkeigo, 4 kalimat yang memakai bentuk Kenjoogo, dan 70 kalimat yang memakai bentuk Teineigo.

Pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin mempelajari Bahasa Jepang dan untuk menambah wawasan jurnalistik.


12 ABSTRAK

ANALISIS TANSHUKUGO BAHASA JEPANG DALAM MAJALAH NIPPONIA

Nama : Arinta Diah Rosanti

No. Registrasi : 98240002

Program Studi : S-1

Jurusan : Bahasa Asing

Program : Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian dalam skripsi ini bertitik tolak pada banyaknya penggunaan tanshukugo dalam bahasa Jepang pada media massa, dalam hal ini pada majalah Nipponia, dimana tanshukugo dimaksudkan untuk penyesuaian dengan pelafalan orang Jepang karena kalau ditulis sesuai dengan kata aslinya dirasakan terlalu panjang sehingga menyulitkan pengucapannya. Sehingga penggunaan tanshukugo ini memiliki daya tarik tersendiri.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana karakteristik tanshukugo bahasa Jepang dalam majalah Nipponia?
  2. Bagaimana proses morfologis tanshukugo bahasa Jepang dalam majalah Nipponia?

Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan dari skripsi ini adalah (1) untuk mendeskripsikan karakteristik tanshukugo bahasa Jepang dalam majalah Nipponia, (2) untuk mendeskripsikan proses morfologis tanshukugo bahasa Jepang dalam majalah Nipponia.

Metode analisis yang dipakai dalam skripsi ini adalah analisis deskriptif kualitatif dimana metode ini hanya memberikan deskripsi / informasi mengenai tanshukugo bahasa Jepang dalam majalah Nipponia.

Hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 karakteristik / ciri tanshukugo pada majalah Nipponia. Antara lain tanshukugo sistem tunggal, tanshukugo sistem ganda, dan tanshukugo yang berasal dari huruf kapital dari tiap deret kata. Dari sistem tunggal terdapat 3 ciri lainnya yaitu pada tengah kata, belakang kata dan gabungan dari awal dan akhir kata. Sedang dari sistem ganda terdapat 1 ciri yang ditemukan yaitu tanshukugo sebagian kata.

Pada dasarnya proses morfologis pembentukan kata yang mengalami tanshukugo adalah penanggalan satu atau beberapa bagian leksem sehingga menjadi bentuk baru yang berstatus kata.


要旨

雑誌「にっぽにあ」の中にみられる、短縮語の究明

論文の本研究の目的は「にっぽにあ」に短縮語が数多く使用されていて、その理由としては日本人の発音の適合のために本来言葉をかくと長すぎて難しい発音になるという理由からである。簡潔さと美しい発音をもって作られていたので私にとって特別な興味のある問題である。

本論文は次の問題を述べる

1.「にっぽにあ」の中で、どのように短縮語は記号を持つか。

2.「にっぽにあ」の中で、どのような過程で短縮語がつくられるか。形態学を用いて検証する。

本論文の目的は「にっぽにあ」の中から、日本語の短縮語の記号と形態学を用いて過程を報告することができる。

本論文に使った方法はデスクリップティフ クオリタティフである。その方法で短縮語の記号と形態学を用いた過程を報告するのみである。

本論文の結果は「にっぽにあ」にある短縮語の記号が大きく分けて三つにけられている。それらは単数の短縮語と複数の短縮語とローマ字を使い短縮語である。単数からなる短縮語は二つの記号があり、文の中、文の下である。複数からの短縮語は一つの記号があり、半分を取消す短縮語である。

「にっぽにあ」にある短縮語の形態学を用いた過程を報告することは一つ又は二つ以上音leksemを取消し、新しい文になることである。


13 ABSTRAK

INTERFERENSI SEGMENTAL DAN SUPRASEGMENTAL BAHASA JAWA TERHADAP PELAFALAN BAHASA JEPANG

(STUDI KASUS MAHASISWA ANGKATAN 2001 UNESA)

Nama : Intan Ratnasari

No Reg. : 98240003

Program Studi : S1 Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Salah satu masalah yang ada dalam kesalahan berbahasa adalah interferensi. Masalah interferensi dapat terjadi juga dalam struktur bahasa Jepang, terutama interferensi yang berasal dari bahasa Ibu. Mahasiswa program bahasa Jepang angkatan 2001 yang berjumlah 31 orang hampir semuanya menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa Ibu. Sehingga ketika berbicara dengan bahasa Jepang kemungkinan besar terjadi interferensi.

Berdasarkan latar belakang yang ada, dapat dirumuskan persoalan sebagai berikut:

  1. Interferensi terhadap unsur segmental apakah yang terjadi dalam pengujaran konsonan bahasa Jepang oleh mahasiswa angkatan 2001 UNESA?
  2. Interferensi terhadap unsur suprasegmental apakah yang terjadi dalam pengujaran aksen bahasa Jepang oleh mahasiswa angkatan 2001 UNESA?

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi konsonan dan aksen bahasa Jawa terhadap pelafalan bahasa Jepang oleh mahasiswa angkatan 2001 UNESA.

Interferensi fonologis mencakup intonasi, irama, tekanan, penjedahan dan artikulasi. Salah satu contoh interferensi fonologis adalah jika dalam ucapan penutur masih terdengar unsur fonologis bahasa Ibu.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dalam pengumpulan data penelitian, peneliti menggunakan metode observasi dan metode dokumentasi.

Dari hasil penelitian, ditemukan interferensi konsonan terbanyak adalah huruf [つ]atau [tʃu]. Hal itu dikarenakan dalam bahasa Jawa tidak terdapat bunyi tersebut sehingga mereka mengujarkannya [su]. Contoh, untuk mengujarkan kata [つくえ] mereka mengujarkannya [sukue]. Padahal seharusnya [tʃukue]. Hampir seluruh mahasiswa terinterferensi bahasa Jawa dalam mengujarkan aksen kosa kata bahasa Jepang. Hal itu dikarenakan bahasa Jawa tidak memiliki aturan khusus tentang aksentuasi. Sehingga dalam percakapan sehari-hari mahasiswa bebas mengujarkan aksen bahasa Jawa begitu juga ketika mengujarkan aksen bahasa Jepang.


要旨

スラバヤ国立大学日本語プログラム2001年度生に対する日本語子音

及びアクセントにおけるジャワ語音韻的干渉について

言語的あやまりの中における問題の1つに言語干渉がある。この言語干渉は日本語の構造の中からも得ることができ、特に母語を元にした干渉である。日本語プログラム2001年度31人の学生ほとんどすべてがジャワ語を母語としている。従って日本語を話す時、この干渉がおこる可能性が高い。

上記の背景に基づく、この研究における問題は以下の通りである。

1.ラバヤ国立大学2001年度生における日本語子音発音ではどのような干渉がおこるか

2.スラバヤ国立大学2001年度生における日本語アクセント発音ではどのような干渉がおこるか。

この研究はスラバヤ国立大学2001年度生による日本語発音のジャワ語のアクセントや子音の干渉を記述化することを目的とする。

音韻論干渉の中にはイントネーション、高低、強勢、連接、があり、その例えとして話し手の言葉の中には母語の音形部門が聞こえている。この研究は監視法と文書法を使用した。

データから分析を行った結果は、次のようなこよが明らかになった。

子音干渉の多くは[つ][tʃu]の発音であった。これはジャワ語にはない音であり、従って[su]の発音をしてしまう、例えば[つくえ]と発音されると[sukue]となってしまい、正しくのは][tʃukue]である。ほとんど学生があくせんと発音で干渉をおこしていた。これはジャワ語にアクセントをもたないことが理由とされ、学生の日常会話ではジャワ語で自由に発音している。


14 ABSTRAK

ANALISIS PENGGUNAAN “NAGARA” DALAM MAJALAH NIPPONIA

Nama : Bevy Ike Mawati

No. Reg. : 98240004

Program Studi : Bahasa Jepang/S-1/1998.

Jurusan : Pendidikan Bahasa Asing.

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berjudul ‘Analisis Penggunaan “Nagara” dalam majalah Nipponia’. Dalam buku-buku pelajaran bahasa Jepang dasar seperti Nihongo Shoho, telah dibahas tentang “nagara” yang menyatakan adanya dua kegiatan atau lebih yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Pada penggunaan semacam itu, “nagara” berfungsi sebagai setsuzokujoshi. Tapi sebenarnya “nagara” masih memiliki fungsi dan makna yang lain dan kurang dipahami oleh para pembelajar bahasa Jepang.

Skripsi ini akan menganalisis tentang : (1) Bentuk kalimat yang mengandung “nagara” dalam majalah Nipponia, (2) Fungsi “nagara” dalam kalimat yang terdapat dalam majalah Nipponia, (3) Makna yang muncul pada penggunaan “nagara” dalam majalah Nipponia.

Dari ketiga rumusan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah : (1) memperoleh gambaran tentang bentuk kalimat yang mengandung “nagara” dalam majalah Nipponia, (2) Memperoleh gambaran tentang fungsi “nagara” dalam kalimat yang terdapat dalam majalah Nipponia, (3) Memperoleh gambaran makna “nagara” dalam kalimat pada majalah Nipponia. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberi tambahan pengetahuan lebih mendalam kepada para pembelajar Bahasa Jepang tentang penggunaan “nagara”.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan kepada para pembelajar bahasa Jepang tentang penggunaan “nagara”.

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melukiskan keadaan sebenarnya dalam suatu obyek, sehingga diperoleh gambaran yang tepat dan obyektif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa “nagara” dapat berfungsi sebagai setsuzokujoshi, yang menyatakan adanya dua aktivitas atau lebih yang dilakukan secara simultan oleh satu subyek dan menunjukkan adanya pernyataan yang berlawanan dengan pernyataan sebelumnya. Selain itu “nagara” dapat juga berfungsi sebagai setsubi. penggunaan “nagara” sebagai setsuzokujoshi yang menunjukkan adanya dua kegiatan yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan adalah yang paling banyak digunakan. Sedangkan “nagara” sebagai setsubi tidak benyak digunakan, karena data yang kami perolehpun sangat sedikit. Sebagai setsubi, “nagara” memiliki konstribusi yang terbatas, karena hanya dapat melekat hanya pada beberapa kata tertentu. Maka dari itu tak heran apabila “nagara” lebih banyak dikenal sebagai setsuzokujoshi, sedangkan sebagai setsubi “nagara” belum banyak di kenal.


要旨

「にっぽにあ」の中の「ながら」の使用分析

日本語の中の「ながら」は同時の行われる二つの動作を接続するだけではなく、他の機能と意味がある。しかし、一般的に学生たちは、代表的な「ながら」の使用しか知らない。それで、このテーマを選んだ。「にっぽにあ」の中にはいろいろなテーマがあるので、この分析のために使った。

さて、分析の問題は次の通りである。

1. 「にっぽにあ」の中の「ながら」を使った文の形はどのようなものであるか。

2. 「にっぽにあ」の中の「ながら」の機能はどのようなものであるか。

3. 「にっぽにあ」の中の「ながら」の意味はどのようなものであるか。

このようなことから、分析の目的は次のようにする。

1.「にっぽにあ」の中の「ながら」を使った文の形を理解する。

2.「にっぽにあ」の中の「ながら」の機能を理解する。

3.「にっぽにあ」の中の「ながら」の意味を理解する。

この分析の方法 “deskriptif kualitatif” である。その方法は現実にあるものを説明していく方法である。

「にっぽにあ」の中から88のデータ を得た。それから、分析した結果は次のようになった。

「ながら」は単文にも、複文にも使うことができる。「ながら」の機能は接続助詞と接尾である。「ながら」は接続助詞として よく使う、しかし接尾として、あまり使わない。


15 ABSTRAK

VALENSI VERBA DALAM AME NO HI BUNKO 1

Nama : Ari Edi Handayani

No. Registrasi : 98240006

Program : S-1

Program Studi : Bahasa Jepang

Jurusan : Pendidikan Bahasa Asing

Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Skripsi ini berisi penelitian tentang valensi verba bahasa Jepang. Yang dimaksud dengan valensi verba adalah nomina-nomina yang menyertai verba dalam kalimat. Valensi verba dalam bahasa Jepang terbagi atas 3 jenis, yaitu Golongan 1 (Ikkou), Golongan 2 (Nikou), dan Golongan 3 (Sankou).

Adapun permasalahan dalam penelitian ini meliputi (1) Ada berapakah jenis valensi verba dalam Ame no Hi Bunko 1. (2) Bagaimanakah penggunaan valensi verba dalam Ame no Hi Bunko 1. (3) Verba jenis apakah yang membedakan valensi verba dalam Ame no Hi Bunko 1.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang valensi verba dalam bahasa Jepang, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mendeskripsikan jenis valensi verba, penggunaan valensi verba dan jenis verba yang mempengaruhi perbedaan jenis valensi verba dalam kumpulan cerita Ame no Hi Bunko 1.

Data dalam penelitian ini adalah 128 kalimat verba. Data tersebut diambil dari 20 jilid buku dalam kumpulan cerita Ame no Hi Bunko 1 yang diterbitkan oleh Mugi Shobou pada tahun 1989. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu menjelaskan hasil analisis secara rinci .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan cerita Ame no Hi Bunko 1 ditemukan ketiga jenis valensi verba dalam bahasa Jepang, yaitu :

1. Ikkou yang menyertai verba jidoushi dan berperan sebagai subyek kalimat.

2. Nikou yang menyertai verba tadoushi dan berperan sebagai subyek dan obyek kalimat.

3. Sankou yang menyertai verba tadoushi dan berperan sebagai subyek, obyek langsung, dan obyek tak langsung dalam kalimat.

Dari ketiga jenis valensi verba tersebut, valensi verba yang paling banyak digunakan adalah Nikou.


要旨

「雨の日文庫1」における動詞の必須成分

この論文は日本語の必須成分の研究である。必須成分というのは動詞を必要とする名詞句である。日本語で必須成分は三つの種類に分けられている。それは一項、二項と三項である。

本研究の問題は以下のことである。

()「雨の日文庫1」に必須成分の種類はいくつあるか。

() 様々な必須成分の使い方はどうであるか。

()「雨の日文庫1」にある必須成分はどんな動詞に従っているか。

本研究は日本語の必須成分の情報を説明することを目的とし、基本的な目的は集められた物語「雨の日文庫1」にある必須成分の種類とその使い方と動詞の種類を説明するものである。

本研究の資料は集められた物語「雨の日文庫1」に取り上げられている128の動詞文から分析した。データーを集めた上で分析するという本研究で用いられた方法は“Deskriptif Analisis”である。

本研究から得た結果、集められた「雨の日文庫1」の中に三つの必須成分があった。

(1)「一項」は主語として、自動詞に従っている。

(2)「二項」は主語と対象として、他動詞に従っている。

(3)「三項」は主語、対象と 受け手として、他動詞に従っている。

その三つの中でよく使われているのは「二項」である。


16 ABSTRAK

IMPLIKATUR PERCAKAPAN YANG MENGANDUNG PENOLAKAN DALAM DRAMA ANCHOR WOMAN KARYA IWATA YUUJI

Nama : Rusmiyani

No Registrasi : 98240010

Program Studi : Bahasa Jepang / S1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Bagi masyarakat Jepang, mengungkapkan sesuatu secara terbuka dan berterus terang adalah sikap yang dianggap kurang sopan. Terutama berkaitan dengan permintaan dan penolakan, mereka lebih suka menggunakan makna tersembunyi untuk menyatakan keinginannya. Oleh sebab itulah orang Jepang dalam menolak sesuatu sering menggunakan implikatur dalam ujarannya. Hal ini dimaksudkan untuk tidak menyakiti perasaan dari lawan tutur.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan yang mengandung penolakan dalam drama Anchor Woman dan menghubungkannya dengan kesopanan. Drama Anchor Woman ini dipilih karena menceritakan kehidupan seorang tokoh wanita sebagai pembawa berita dengan masalah pribadinya yang syarat akan implikatur penolakan.

Penelitian ini berpijak pada teori menurut Grice yang menurunkan implikatur percakapan dan menghubungkannya dengan teori strategi kesopanan menurut Brown dan Levinson. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.

Berdasarkan dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa implikatur percakapan yang mengandung penolakan dalam drama Anchor Woman adalah banyak terdapat pada percakapan yang berintikan permintaan, ketidaksetujuan, dan ketidaksenangan penutur terhadap lawan tutur, namun didalamnya tetap terdapat kesopanan.

Sedangkan implikatur percakapan dalam hubungannya dengan kesopanan dalam drama Anchor Woman menggunakan strategi kesopanan Deferensial yakni :

1. Bersifat tidak langsung secara konvensional.

2. Tidak memberi jawaban langsung.

3. Meminta maaf.

4. Tanpa menunjuk pada orang tertentu.

5. Meminimasi tekanan.

Sedangkan ketiga macam strategi kesopanan deferensial yang tidak terdapat dalam film itu adalah bersifat pesimistik, memberi penghormatan, dan menyatakan tindakan sebagai peraturan umum.


要旨

ドラマ[ニュースの女]の婉曲の拒絶について

日本語は自分の意志や意見をはっきりと伝えているが日本人の礼儀では自分 の意志をはっきり言わないようである。.特に要請と拒絶。だいたい日本人が自分の意志を言う時はっきり言わないようである。だから拒絶の状態には婉曲が よく使う。お互いの心を傷つけないようにするのが目的である。それらに基ついてこの研究はテレビドラマ[ニュースの女]から拒絶の婉曲表現の使い方と礼儀の関係を学習者がどのように理解するのかを研究する。このテレビドラマのシナリオはアナウンサーになっている女の人の生活に拒絶がある。状態は婉曲がよく使う。

研究ではDeskriftif kualitatifという研究理論で分析する。.Implikatur percakapan(Grice)Strategikesopanan(BrowndanLevinson)という専門家の意見 参考にする。

それから 研究 結果 次の 通りである。

1婉曲.の拒絶のある状態[ニュースの女]の中に婉曲の状態がある。拒絶という意味 だいたい お互いに 要請 同意 しない きらいな事 表す.

2. 礼儀と関係 がある Implikatur 次の 通りである。.

  1. 相手に 直接 じゃない 意味 表わす。
  2. b. 話している との 答えは 直接 言わない。
  3. c. 相手にあやまる 求める。
  4. d. 相手に本当の事を 標示 しない時。.
  5. e. 相手に最低限 を実行させるとき表わす。


17 ABSTRAK

PEMAKAIAN SHUUJOSHI DALAM IKLAN MAJALAH SHUUKAN JOSEI

Nama : Ulfa Hidayati

No.Reg.Mahasiswa : 98240012

Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang/S-1

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini berjudul “Pemakaian Shuujoshi dalam Iklan Majalah Shuukan Josei” yang dilatarbelakangi bahwa penggunaan unsur kalimat tertentu dalam iklan selain unsur kebahasaan yang lain sangatlah penting. Seperti penggunaan shuujoshi dalam iklan majalah Shuukan Josei. Dari latarbelakang diatas dalam penelitian ini akan dirumuskan dua buah masalah yaitu :

1. Shuujoshi apa saja yang menunjukkan jenis kelamin pemakainya khususnya wanita dalam iklan majalah Shuukan Josei.

2. Jenis kalimat apa saja yang digunakan dalam iklan majalah Shuukan Josei.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang didasarkan pada metode pustaka dan dokumentasi. Penelitian ini adalah penelitian lanjutan yang memfokuskan pada pemakaian salah satu unsur kalimat dalam iklan khususnya tentang pemakaian shuujoshi.

Dari kedua rumusan masalah yang telah disebutkan diatas, diperoleh kalimat yang memakai shuujoshi sebanyak 160 buah dari 80 iklan yang terdapat dalam majalah Shuukan Josei. Dari data-data tersebut dapat diketahui bahwa makna pemakaian shuujoshi adalah mengungkapkan perasaan yang menyatakan ajakan, anjuran, perintah, larangan maupun kekaguman kepada pambaca namun menimbulkan kesan halus, sopan dan akrab. Prosentase pemakaian shuujoshi dalam iklan majalah Shuukan Josei adalah sebagai berikut :

1. Shuujoshi ne 29,96% 6. Shuujoshi keredo 4,19%

2. Shuujoshi yo 20,4% 7. Shuujoshi wa dan mono 2,66%

3. Shuujoshi ka 15,91% 8. Shuujoshi kana 1,61%

4. Shuujoshi no 15,05% 9. Shuujoshi zo dan koso 1,09%

5. Shuujoshi na 5,91% 10. Shuujoshi kashira 0.5 %

alam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa wanita merupakan pemakai shuujoshi yang dominan yaitu sekitar 65,05% sedangkan pria hanya sekitar 7% saja. Sedangkan jenis kalimat yang digunakan dalam iklan majalah Shuukan Josei terdiri atas :

1. Kalimat seru (kantanbun) 61,25%

2. Kalimat tanya (gimonbun) 30,62%

3. Kalimat berita (heijobun) 7,5%

4. Kalimat perintah (meireibun) 1%

Dari analisis data juga diperoleh hasil bahwa shuujoshi yang banyak digunakan pada iklan produk untuk wanita adalah ne, yo, ka dan no. Pemakaian shuujoshi pria yang digunakan pada iklan produk untuk wanita yaitu na, kana dan zo. Pemakaian shuujoshi wanita yang digunakan pada iklan produk untuk wanita adalah no, wa, mono dan kashira.

. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi pembelajar bahasa Jepang secara umum dan penelitian tentang studi jurnalistik dan dunia periklanan berikutnya.


要旨

週刊女性の広告の中に終助詞の使い方

この研究のテーマは週刊女性の広告の中に終助詞の使い方である。(ながら。すすむ)の文体(1989)には広告欄はできるだけ人の目を引くために言葉は短く、簡単に分かりやすく必要なことだがされている。 特定な効果を目標としているため、呼びかけ中やスラング等を多様しているため、一定の文体は摘むできない。

このテーマの目的は文の中に終助詞の関数と文の種類のことである。

本稿では研究課題として、 次の二つの点を取り上げた。

1. 週刊女性の広告では性的、特に女性を表す終助詞は何なのか。

2. 週刊女性の広告ではどんな文の種類を使っているのか。

本研究は性質の描写である。データは週刊女性から取っている。 雑誌は2002年1月10日、6月25日、10月1日、11月28日から取って、全部は190文である。体の文は160文がある。

本研究の結果が次のように明らかにになる。

ーね: 29、96% ーけれど 4、19%

ーよ 20、43% ーわ もの 2、66%

ーか :15、91% かな 1、61%

ーの 15、05% ーぞ こそ 1、09%

ーな 5、91% ーかしら 0、54%

全部の終助詞の使い方は読書家のために誘い、助言、 命令、 禁止、詠嘆、 等を現れる。しかし、優しく 丁寧で親し印象が残っている。女性は終助詞を 65、05%使って支配する、男性は7%だけ使っている。文の種類は四つがある全部は週刊女性の広告の中に使っている。それは平叙文と疑問文と感嘆文と命令文である。

ー感嘆文 :61、25%

ー疑問文 :30、62%

ー平叙文 7、5%

ー命令文 1%

この研究は日本語学科で広告の文体の特に終助詞続けるの研究である。研究を深めたい人に役に立つかもしれない。


18 ABSTRAK

PENGGUNAAN KATA KETERANGAN (FUKUSHI)

TOTEMO DAN TAIHEN DALAM NIHONGO JURNAL

Nama : Machrus Hadi

Nomor Registrasi : 98240013

Program Studi : S-1 / Pendidikan Bahasa Jepang

Jurusan : Bahasa Asing

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Unesa

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesamaan arti “sangat”, “…sekali” atau “benar-benar” pada totemo dan taihen, tetapi keduanya mempunyai perbedaan pemakaiannya dalam suatu kalimat sehingga penulis mengalami kesulitan dalam menentukan kapan saatnya menggunakan totemo dan kapan menggunakan taihen atau apakah keduanya dapat dipertukarkan. Fukushi totemo dan taihen sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehngga dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam menggunakannya agar dapat difahami orang lain yang sama-sama menggunakan bahasa Jepang. Penelitian ini bertolak dari pendapat Isao (2000) bahwa totemo dan taihen termasuk jenis kata keterangan yang berfungsi menerangkan atau memodifikasi suatu tingkatan derajat dan kata keterangan itu melekat pada kata-kata yang mengandung suatu tingkatan.

Dalam penelitian ini mempunyai empat permasalahan yaitu “manakah diantara fukushi tersebut yang banyak digunakan pada Nihongo Jurnal”, “bagaimana struktur totemo dan taihen dalam suatu kalimat”, “makna apa saja yang dihasilkan oleh totemo dan taihen” dan “apakah dalam pemakaiannya kedua fukushi tersebut dapat dipertukarkan”. Nihongo jurnal yang dipakai sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah majalah jepang yang terbit setiap satu bulan sekali dan isi nya tentang pelajaran bahasa Jepang dan informasi-informasi tentang negara Jepang.

Dalam bahasa Jepang terdapat fukushi (jenis kata yang mempunyai tugas pokok memodifikasi kata sifat I, kata sifat na dan kata kerja). Penelitian ini membahas tentang penggunaan fukushi totemo dan taihen karena kedua fukushi tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dan untuk mengumpulkan data digunakan metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Nihongo Jurnal sebagai sumber data. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari tahun 1988 sampai tahun 1999 yang terdiri dari 20 edisi dengan jumlah 120 kalimat yang digunakan sebagai data dengan rincian 80 kalimat menggunakan fukushi totemo dan 40 kalimat yang menggunakan fukushi taihen.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di antara fukushi totemo dan taihen yang sering digunakan dalam Nihongo Jurnal adalah fukushi totemo. Hal ini menunjukkan bahwa fukushi taihen bersifat lebih formal dari pada fukushi totemo dan fukushi tersebut sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Totemo dan taihen dapat memodifikasi kata kerja, kata sifat I, kata sifat na, kata benda, dan fukushi yang lain asalkan semua jenis kata yang telah disebutkan tadi mengandung suatu tingkatan. Selain bermakna “sangat”, totemo juga dapat berarti “dengan cara apapun” atau “dengan cara bagaimanapun” ketika berada dalam kalimat negatif. Taihen selain berarti sama dengan totemo tetapi juga dapat berarti “susah” atau menunjukkan suatu nuansa kesukaran atau kesulitan. Dalam penggunaannya, totemo dan taihen dapat dipertukarkan ketika kedua kata tersebut sama-sama berkedudukan sebagai teido fukushi yang berfungsi menerangkan atau memodifikasi tingkatan atau derajat sesuatu.


要旨

日本語の副詞『とても』と『たいへん』について

日本語の『とても』と『たいへん』はインドネシア語では『SANGAT』という意味だが、相違点が少しある。『とてもと『たいへん』は程度性を持つ語に付いて、その程度を修飾する。(Iori Isao, 2000)

本研究では,日本語ジャーナルに用いられている『とても』と『たいへん』について,次の問題について取り組んだ。

  1. どの副詞がよく使用されるか。
  2. 副詞文のこうせいはどうか。
  3. 『とても』と『たいへん』にはどんな意味があるか。
  4. 両方『とても』と『たいへん』を相互に入れ換えることができるか。

本研究はクアリタチフ (qualitative) の分析の研究である。説明にはアリクント(Arikunto) によって述べられた研究理論を使用する。データとして『とても』と『たいへん』が用いられている文を20冊の日本語ジャーナルから125取り上げた。取り上げたデータでは『とても』を用いている文が85、『たいへん』を用いている文が40であった。

本研究の結果、日本語ジャーナルでは良く使われるのが『とても』だった。『とても』は日常のくだけた会話でも用いられるが,『たいへん』はあらたまった場での語、演説、新聞記事などで使われることが多い。程度副詞は程度性を持つ語に付いてその程度を修飾する。『とても』と『たいへん』は形容詞、形容動詞、副詞も修飾し、ある程度性を持つ名詞と動詞も修飾することができる。また『とても』は『たいへん』のような意味があるが、『とても』が否定文の中で使われるときは『どんな方法を使っても』又は『どんなに努力しても』という意味になる。『たいへん』は『とても』のような意味だが、形容動詞になったら、並み一通りではない様、困惑すべき様などを表す。

『たいへん』も『とても』も程度副詞(程度性を持つ語に付いてその程度を修飾する)になったら入れ換えることができる。

About these ads

3 Tanggapan

  1. saya mahasiswa yang ingin membuat rombun tentang Tanshukugo, mksd ny mngenai pemendekatan kata dalam bahasa percakapan seperti (ちゃ、じゃ、きゃ)

    saya butuh referensi tentang pemendekan seperti itu, kira2 bgmn teori2 ny…..???

    sebelumnya makasih banyak,,,,,

  2. bisa minta alamat emailnya Joko Prasetyo yang menulis skripsi dengan judul “ANALISIS PERUBAHAN MORFOLOGI SHUKUYAKU KEI DALAM KOMIK RANMA ½ KARYA TAKAHASHI RUMIKO”. terima kaasih.
    di mohon bantuannya.

  3. saat ini saya sedang meneliti mengenai fukushi chotto dan sukoshi, dan saya mendapatkan judul yang relevan dengan penelitian saya, yaitu penelitian mengenai fukushi totemo dan taihen, bisakah saya membaca analisis penelitian tersebut? doumo arigatou gozaimasu.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: